Jenderal Polisi (Purn.) Raden Soekarno Djojonegoro adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dari 15 Desember 1959 hingga 29 Desember 1963.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. |
Soekarno Djojonegoro | |
|---|---|
| Menteri / Kepala Staf Angkatan Kepolisian Republik Indonesia Ke-2 [a] | |
| Masa jabatan 16 Juni 1962 – 30 Desember 1963 | |
| Presiden | Soekarno |
| Menteri Pertahanan dan Keamanan | Abdul Haris Nasution |
| Kepala Staf Angkatan Bersenjata | Abdul Haris Nasution |
| Menteri Kepolisian Negara Republik Indonesian Ke-2 | |
| Masa jabatan 6 Maret 1962 – 16 Juni 1962 | |
| Presiden | Soekarno |
| Perdana Menteri | Soekarno |
Pendahulu diri sendiri (Sebagai Menteri Muda Kepolisian) Pengganti diri sendiri (sebagai Menteri Kepala Staf Angkatan Kepolisian) | |
| Menteri Muda Kepolisian Negara Republik Indonesia Ke-2 | |
| Masa jabatan 15 Desember 1959 – 6 Maret 1962 | |
| Presiden | Soekarno |
| Perdana Menteri | Soekarno |
| Anggota Konstituante | |
| Masa jabatan 23 Januari 1957 – 5 Juli 1959 | |
| Presiden | Soekarno |
Pendahulu Raden Moh. Basah Pengganti Tidak ada, Konstituante dibubarkan | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1908-05-15)15 Mei 1908 Banjarnegara, Hindia Belanda |
| Meninggal | 27 November 1975(1975-11-27) (umur 67) Jakarta, Indonesia |
| Hubungan | R. Adipati Djojonagoro II (ayah) |
| Almamater | OSVIA (1928) |
| Karier militer | |
| Pihak | |
| Dinas/cabang | |
| Masa dinas | 1928 - 1966 |
| Pangkat | |
Jenderal Polisi (Purn.) Raden Soekarno Djojonegoro (15 Mei 1908 – 27 November 1975) adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (dulu bernama Kepala Kepolisian Negara) dari 15 Desember 1959 hingga 29 Desember 1963.
Soekarno Djojonegoro adalah anak keempat Bupati Banjarnegara, Raden Adipati Djojonagoro II.
Karier kepolisiannya dimulai pada tahun 1928, setelah ia menamatkan pendidikannya di OSVIA. Jabatan pertamanya adalah AIB di Jatibarang. Ia kemudian menjadi Mantri Polisi Residen Jepara Rembang (1931), Asisten Wedana Banyumas (1934), Asisten Residen Lampung (1935), Mantri Polisi Kedungwuni, Pekalongan (1936), Asisten Wedana Polisi Tegal (1941), Kepala Seksi IV Polisi Kota Semarang (1942), Kepala Polisi Salatiga (1943), Kepala Polisi Istimewa Kota Semarang (1944), Keibikatyo Kota Semarang (1944), Kepala Polisi Kendal (1945), Kepala Umum Kantor Besar Polisi Semarang (1945), Kepala Polisi Karesidenan Pekalongan (Februari 1950), Kepala Polisi Karesidenan Surabaya (Agustus 1950), Kepala Kepolisian Provinsi Jawa Timur (Desember 1950), dan Ajun Kepala Kepolisian Negara (November 1959).
Pada 15 Desember 1959, Djojonegoro dilantik menjadi Kepala Kepolisian Negara menggantikan Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo.
Beberapa peristiwa semasa ia menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara:
Masa kepemimpinannya ditandai konflik Irian Barat dengan Belanda dan pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan PKI, DI/TII, APRA dan lain-lain, namun hal-hal tersebut ditanganinya dengan baik.
Ia digantikan Ajun Komisaris Besar Polisi Soetjipto Danoekoesoemo pada 30 Desember 1963 dan segera diangkat menjadi Menteri Penasihat Presiden untuk Urusan Dalam Negeri. Djojonegoro memasuki masa pensiun mulai 31 Juli 1966. Hari-harinya dinikmatinya dengan berkumpul bersama keluarga.
Djojonegoro meninggal dunia di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Ia meninggalkan istrinya, R.A. Sukatinah, dan lima orang anak. Sesuai permintaannya, jenazahnya dimakamkan di makam khusus untuk pemakaman keluarga Djojonagoro, "Kuwondo Giri" di Banjarnegara.
| Baris ke-1 | Bintang Republik Indonesia Pratama (10 Januari 1963)[1] | ||
|---|---|---|---|
| Baris ke-2 | Bintang Mahaputera Pratama (15 Februari 1961)[2] | Bintang Dharma | Bintang Gerilya |
| Baris ke-3 | Bintang Bhayangkara Utama | Satyalencana Satya Dasa Warsa | Satyalencana Jana Utama |
| Baris ke-4 | Satyalancana Karya Bhakti | Satyalencana Prasetya Panca Warsa | Satyalancana Karya Satya Kelas I |
| Baris ke-5 | Satyalencana Perang Kemerdekaan I | Satyalencana Perang Kemerdekaan II | Satyalencana G.O.M I |
| Baris ke-6 | Satyalancana G.O.M VI | Satyalancana Satya Dharma | Knight Commander of the Most Noble Order of the Crown of Thailand - Thailand (1960)[3] |
| Jabatan kepolisian | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo |
Menteri/Kepala Staf Angkatan Kepolisian Republik Indonesia 1959–1963 |
Diteruskan oleh: Soetjipto Danoekoesoemo |