Society for the Suppression of Vice adalah perkumpulan Inggris abad ke-19 yang didedikasikan untuk mempromosikan moralitas publik. Perkumpulan ini didirikan pada tahun 1802, berdasarkan proklamasi George III pada 1787, dan merupakan penerus dari Society for the Reformation of Manners pada abad ke-18. Organisasi ini beroperasi hingga tahun 1885.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Society for the Suppression of Vice (dulu dikenal sebagai Proclamation Society Against Vice and Immorality, atau lebih sederhana Proclamation Society) adalah perkumpulan Inggris abad ke-19 yang didedikasikan untuk mempromosikan moralitas publik. Perkumpulan ini didirikan pada tahun 1802, berdasarkan proklamasi George III pada 1787, dan merupakan penerus dari Society for the Reformation of Manners pada abad ke-18. Organisasi ini beroperasi hingga tahun 1885.
Society for the Suppression of Vice adalah sebuah organisasi moral yang didirikan oleh William Wilberforce pada tahun 1787, menyusul Proklamasi Kerajaan oleh Raja George III yang dikenal sebagai Proclamation for the Discouragement of Vice (Proklamasi untuk Menekan Kebejatan), atas dorongan Wilberforce. Proklamasi ini dimaksudkan sebagai upaya menanggulangi gelombang amoralitas yang dianggap meningkat di masyarakat Inggris.[1][2]
Proklamasi kerajaan tersebut memerintahkan penuntutan hukum terhadap pelaku praktik-praktik immoral, termasuk:
Awalnya, Proklamasi tersebut ditanggapi dengan sikap acuh tak acuh oleh publik, sehingga Wilberforce berinisiatif untuk meningkatkan dampaknya dengan:
Organisasi ini juga dikenal dengan nama Proclamation Society Against Vice and Immorality, dan melibatkan anggota Clapham Sect, kelompok reformis religius yang juga termasuk Wilberforce.[5]
Menurut daftar yang diterbitkan dalam sebuah alamat pada tahun 1803, fokus utama organisasi ini meliputi:
Sejarawan M.J.D. Roberts mencatat bahwa ide-ide Jakobin dari Revolusi Prancis menimbulkan ketakutan terhadap atheisme di kalangan Inggris, sehingga organisasi seperti Society for the Suppression of Vice muncul untuk mendorong penegakan hukum yang ketat terhadap ateis. Salah satu korban pengawasan organisasi ini adalah Richard Carlile, aktivis kebebasan berbicara.Tekanan dari Society ini juga berdampak pada gerakan reformasi parlemen. Contohnya, puisi satiris radikal Swellfoot the Tyrant karya Percy Bysshe Shelley, yang mengejek Raja George III dan menterinya, ditarik pada tahun 1820 setelah sejumlah salinan disita oleh anggota Society dan penerbitnya terancam proses hukum.[6]
Society for the Suppression of Vice juga terlibat dalam penegakan pajak materai (stamp duty) pada surat kabar, yang menjadi fokus kampanye pers radikal untuk dihapuskan. Tokoh-tokoh konservatif seperti Lord Brougham, Lord Chancellor (1834), juga menentang pajak tersebut. Pajak ini kemudian dikurangi menjadi 1 penny pada 1836 dan dihapuskan pada 1855. Selanjutnya, Obscene Publications Act diberlakukan pada September 1857, menggantikan Proklamasi 1787. Salah satu efeknya adalah pelarangan distribusi informasi tentang kontrasepsi dan biologi manusia kepada kelas pekerja. Society memanfaatkan undang-undang ini untuk menuntut penerbit penny dreadfuls, yakni publikasi murah yang dianggap cabul.[7]
Organisasi ini menjadi alat untuk menekan periodikal yang “rendah dan cabul”, serta membawa pelaku perdagangan materi cabul ke pengadilan dengan hukuman penjara, kerja paksa, dan denda. Dokumentasi era Victoria mencatat banyak publikasi atheis dan menghujat yang disita dan dimusnahkan.[8]
Hingga tahun 1885, Society for the Suppression of Vice masih aktif, misalnya terlihat dari gangguan terhadap Sir Richard Burton dan istrinya terkait penerbitan terjemahan lengkap Arabian Nights oleh Burton. Namun pada Agustus 1885, organisasi ini secara resmi diintegrasikan ke dalam National Vigilance Association, menandai berakhirnya peran independennya.