Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sjamsuddin Jusuf

Sjamsuddin Jusuf adalah seorang juru kamera film asal Indonesia. Ia memperoleh Piala Citra untuk kategori Tata Sinematografi Terbaik pada Festival Film Indonesia 1960, 1967, dan 1977.

Wikipedia article
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sjamsuddin Jusuf (5 Juni 1920 – 19 Juli 1977) adalah seorang juru kamera film asal Indonesia. Ia memperoleh Piala Citra untuk kategori Tata Sinematografi Terbaik pada Festival Film Indonesia 1960, 1967, dan 1977.

Kehidupan

Sjamsuddin Jusuf adalah seorang Minangkabau, yang menamatkan pendidikannya di INS Kayutanam, Sumatera Barat. Setelah itu ia mengikuti kursus praktik pada Multi Film di Haarlem, Belanda.

Sjamsuddin memulai kariernya pada tahun 1940 sebagai juru foto pada pabrik klise Sinar Jakarta. Kemudian menjadi juru foto di Balai Pustaka hingga tahun 1947. Berhenti dari Balai Pustaka dia bekerja di Studio Foto Mayfair tetapi hanya sebentar. Selanjutnya ia menjadi juru foto lepas. Dia kembali bekerja di Balai Pustaka selama dua tahun (1949-1951), sebelum akhirnya bekerja sebagai juru kamera di Perusahaan Film Negara (PFN). Pada tahun 1956, Sjamsuddin bekerja di Persari dan langsung terlibat dalam pembuatan film Anakku Sajang (1957), yang memenangkan Piala Citra untuk kategori tata sinematografi terbaik dalam FFI 1960.

Sehabis Persari ditutup, Sjamsuddin mengamerai beberapa film, yakni Becha Lover, Sampan Boy (1959) (produksi Murni Film bersama Televisi Italia), Ratu-ratu Rumah Tangga (1960), Pagar Kawat Berduri (1961). Pada masa itupun dia membuat beberapa film dokumenter untuk PT Shell Indonesia. Tahun 1961, Sjamsuddin bekerja di Penas Studio dan sempat mengamerai film Tauhid (1964), produksi bersama Perfini-Ifdil-Persari, yang membawanya ke Mekkah. Sjamsuddin keluar dari Penas pada tahun 1965 dan menjadi juru kamera lepas. Dalam Pekan Apresiasi Film Nasional 1967 ia kembali mendapat penghargaan sebagai juru kamera terbaik untuk karyanya Petir Sepandjang Malam dan Menjusuri Djedjak Berdarah (1967). Prestasi ini diraihnya kembali dalam Festival Film Indonesia 1977 lewat Ateng Sok Tahu (1976). Sampai akhir hayatnya, ia telah mengamerai sekitar 50 film.

Filmografi

Film

Tahun Judul Dikreditkan sebagai Keterangan
Sinematografer
1957 Anakku Sajang Ya
1958 Serodja Ya
1959 Titian Serambut Dibelah Tudjuh Ya
1960 Ratu-Ratu Rumah Tangga Ya
1961 Pagar Kawat Berduri Ya
1964 Panggilan Nabi Ibrahim Ya
Pilihan Hati Ya
Teror di Sulawesi Selatan Ya
Tauhid Ya
1966 Terpesona Ya
1967 Menjusuri Djedjak Berdarah Ya
Piso Komando Ya
Petir Sepandjang Malam Ya
1968 Nenny Ya
Djampang Mentjari Naga Hitam Ya
1969 Nji Ronggeng Ya
1970 Awan Djingga Ya
Si Buta dari Gua Hantu Ya
Tuan Tanah Kedawung Ya
1971 Air Mata Kekasih Ya
Impas Ya
Perawan Buta Ya
1972 Pemberang Ya
Salah Asuhan Ya
Selamat Tinggal Kekasih Ya
Si Bongkok Ya
1973 Dimana Kau Ibu... Ya
Rio Anakku Ya
Si Doel Anak Betawi Ya
Si Mamad Ya
1974 Atheis Ya
Aku Cinta Padamu Ya
Maria, Maria, Maria Ya
Romi dan Juli Ya
1975 Selalu di Hatiku Ya
Laila Majenun Ya
1976 Ateng, The Godfather Ya
Ateng Sok Tahu Ya
1977 Ateng Bikin Pusing Ya

Referensi

Apa Siapa Orang Film Indonesia 1926-1978, Sinematek Indonesia, Jakarta: Yayasan Artis Film dan Sinematek Indonesia, 1979

Pranala luar

  • (Indonesia) Diarsipkan 2016-03-05 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Sinematografer Terbaik (Festival Film Indonesia)
1950–an
hingga
1970–an
  • Lie Gie San (1955)
  • Sjamsuddin Jusuf (1960)
  • Sjamsuddin Jusuf / Akin (1967)
  • Lukman Hakim Nain (1973)
  • Akin (1974)
  • Lukman Hakim Nain (1975)
  • Lukman Hakim Nain (1976)
  • Sjamsuddin Jusuf (1977)
  • Lukman Hakim Nain (1978)
  • Tantra Surjadi / Lukman Hakim Nain / Akin (1979)
1980–an
hingga
1990–an
  • Leo Fiole (1980)
  • Tantra Surjadi (1981)
  • Akin (1982)
  • Soetomo Gandasoebrata (1983)
  • Soetomo Gandasoebrata (1984)
  • George Kamarullah (1985)
  • George Kamarullah (1986)
  • M. Soleh Ruslani (1987)
  • George Kamarullah (1988)
  • W.A. Cokrowardoyo (1989)
  • Soetomo Gandasoebrata (1990)
  • M. Soleh Ruslani (1991)
  • F.E.S. Tarigan (1992)
2000-an
  • Ipung Rachmat Syaiful (2004)
  • Yudi Datau (2005)
  • Yudi Datau (2006)
  • Ipung Rachmat Syaiful (2007)
  • Ical Tanjung (2008)
  • Ipung Rachmat Syaiful (2009)
2010-an
  • Robby Herby (2010)
  • Yadi Sugandi (2011)
  • Yudi Datau (2012)
  • Yudi Datau (2013)
  • Nur Hidayat (2014)
  • Ipung Rachmat Syaiful (2015)
  • Faozan Rizal (2016)
  • Ical Tanjung (2017)
  • Yunus Pasolang (2018)
  • Ical Tanjung (2019)
2020-an
  • Ical Tanjung (2020)
  • Gunnar Nimpuno (2021)
  • Batara Goempar (2022)
  • Joseph Christoforus Fofid (2023)
  • Batara Goempar (2024)
  • Ical Tanjung (2025)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan
  2. Filmografi
  3. Film
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Surat Perintah Sebelas Maret

Surat pengamanan dan penertiban yang diamanatkan oleh Presiden Soekarno kepada Menpangad Soeharto

Si Buta dari Gua Hantu (film 1970)

film Indonesia tahun 1970

Universitas Hasanuddin

universitas di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026