Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiSistem navigasi hiperbolik
Artikel Wikipedia

Sistem navigasi hiperbolik

Sistem Navigasi Hiperbolik adalah sistem yang dipakai untuk memproduksi garis posisi hiperbolik (LOPs). Prinsip cara kerja sistem tersebut adalah penyamaan atau sinkronisasi sinyal yang dipancarkan oleh dua tau lebih stasiun. Sistem Navigasi Hiperbolik ini mengandalkan pengukuran waktu dan frekuensi sinyal. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah kecepatan rambat kedua stasiun dan titik posisi stasiunnya sama. Stasiun pertama dan stasiun kedua memiliki fungsi yang berbeda. Cara kerjanya, jika sinyal dari 2 stasiun itu datang bersamaan pada penerima di dalam pesawat yang sedang mencari suatu posisi, maka pesawat itu akan berada di garis pusat yang memiliki jarak yang sama dari kedua stasiun. Ini merupakan garis bagi (pembagi) tegak lurus yang menghubungkan kedua stasiun itu. Sinyal dari salah satu stasiun yang disebut komando berfungsi untuk mengontrol sinkronasi. Stasiun lainnya disebut slave (ikutan). Jika sinyal dari stasiun yang satu lebih dahulu, pesawat berada dekat pada stasiun tersebut. Jumlah perbedaan itu menentukan hiperbola di mana pesawat beraeda. Untuk membantu navigator mengenali sinyal-sinyal komando dan ikutan, dibutuhkan berbagai metode. Penetuan posisi ditentukan dengan memotong garis posisi kedua dari pasangan kedua stasiun itu, atau dengan cara tertentu misalnya oleh observasi luar angkasa. Dalam sistem hiperbolik apa pun, pasti diperlukan peralatan penerima dan penunjuk khusus.

Wikipedia article
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sistem navigasi hiperbolik
Atas dasar perbedaan jarak dapat ditentukan ketepatan dua saluran, pemancar dan hiperbola penerima berada. Dengan menggabungkannya dengan saluran ketiga yang berada persimpangan parabola, sehingga Posisi penerima diketahui.

Sistem Navigasi Hiperbolik adalah sistem yang dipakai untuk memproduksi garis posisi hiperbolik (LOPs).[1] Prinsip cara kerja sistem tersebut adalah penyamaan atau sinkronisasi sinyal yang dipancarkan oleh dua tau lebih stasiun.[2] Sistem Navigasi Hiperbolik ini mengandalkan pengukuran waktu dan frekuensi sinyal.[1] Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah kecepatan rambat kedua stasiun dan titik posisi stasiunnya sama.[1] Stasiun pertama dan stasiun kedua memiliki fungsi yang berbeda.[2] Cara kerjanya, jika sinyal dari 2 stasiun itu datang bersamaan pada penerima di dalam pesawat yang sedang mencari suatu posisi, maka pesawat itu akan berada di garis pusat (Inggris: center line) yang memiliki jarak yang sama dari kedua stasiun.[2] Ini merupakan garis bagi (pembagi) tegak lurus (Inggris: base line = bidari) yang menghubungkan kedua stasiun itu.[2] Sinyal dari salah satu stasiun yang disebut komando (Inggris: master) berfungsi untuk mengontrol sinkronasi.[2] Stasiun lainnya disebut slave (ikutan). Jika sinyal dari stasiun yang satu lebih dahulu, pesawat berada dekat pada stasiun tersebut.[2] Jumlah perbedaan itu menentukan hiperbola di mana pesawat beraeda.[2] Untuk membantu navigator mengenali sinyal-sinyal komando dan ikutan, dibutuhkan berbagai metode.[2] Penetuan posisi ditentukan dengan memotong garis posisi kedua dari pasangan kedua stasiun itu, atau dengan cara tertentu misalnya oleh observasi luar angkasa.[2] Dalam sistem hiperbolik apa pun, pasti diperlukan peralatan penerima dan penunjuk khusus.[2]

Rujukan

  1. 1 2 3 (Inggris) Answer.com: hyperbolic navigation system diakses 27 Juni 2014
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 6 (SHI-VAJ). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, hal. 3206
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Rujukan

Artikel Terkait

Fungsi trigonometri

Fungsi sudut

LORAN

merupakan sebuah sistem navigasi radio hiperbolik yang dikembangkan di Amerika Serikat pada Perang Dunia II. Sistem tersebut mirip dengan sistem Gee dari Inggris

Fase penerbangan peluru kendali balistik

(GPS) Global navigation satellite system (GLONASS) Navigasi hiperbolik DECCA LORAN C Pada sistem peluru kendali balistik Agni India pada fase Mid-course

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026