Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sirih

Sirih adalah tanaman asli dari Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain. Sirih dikenal dalam masing-masing bahasa dengan nama yang khas, yaitu: suruh (Jawa), lu'at ,sireh (Melayu), bido (Ternate), base (Bali), dan amo (Ambon). Sebagai budaya daun dan buahnya biasa dikunyah bersama gambir, pinang, tembakau, dan kapur. Namun, mengunyah sirih telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut dan pembentukan squamous cell carcinoma yang bersifat malignan. Lalu, kapurnya juga membuat pengerutan gusi (periodontitis) yang dapat membuat gigi tanggal, walaupun daun sirihnya yang mengandung antiseptik sebagai pencegah gigi berlubang.

Wikipedia article
Diperbarui 15 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sirih

Sirih
Selembar daun sirih
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Magnoliidae
Ordo: Piperales
Famili: Piperaceae
Genus: Piper
Spesies:
P. betle
Nama binomial
Piper betle
L.

Sirih adalah tanaman asli dari Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain.[1] Sirih dikenal dalam masing-masing bahasa dengan nama yang khas, yaitu: suruh (Jawa), lu'at (Bahasa Ma'anyan),sireh (Melayu), bido (Ternate), base (Bali), dan amo (Ambon).[2] Sebagai budaya daun dan buahnya biasa dikunyah bersama gambir, pinang, tembakau, dan kapur. Namun, mengunyah sirih telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut dan pembentukan squamous cell carcinoma yang bersifat malignan. Lalu, kapurnya juga membuat pengerutan gusi (periodontitis) yang dapat membuat gigi tanggal, walaupun daun sirihnya yang mengandung antiseptik sebagai pencegah gigi berlubang.[3]

Sirih digunakan sebagai tanaman obat (fitofarmaka); sirih sangat berperan dalam kehidupan dan berbagai upacara adat rumpun Melayu.

Di Indonesia, sirih merupakan flora khas provinsi Kepulauan Riau. Masyarakat Kepulauan Riau sangat menjunjung tinggi budaya upacara makan sirih khususnya saat upacara penyambutan tamu dan menggunakan sirih sebagai obat berbagai jenis penyakit. Walaupun demikian, tanaman sirih masih banyak dijumpai di seluruh Indonesia, dimanfaatkan atau hanya sebagai tanaman hias.

Ciri-ciri batang, daun, dan bunga/buah

Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15 m. Batang sirih berwarna cokelat kehijauan, berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjangnya sekitar 5 – 8 cm dan lebar 2 – 5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung ± 1 mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5 – 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1,5 – 6 cm di mana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buah sirih berbentuk bulat berwarna hijau keabu-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna cokelat kekuningan. Sekilas, tanaman ini terlihat mirip dengan lada (Piper betle)

Daun Sirih

Kandungan

Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan kavikol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur. Sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan, menyembuhkan luka pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan pendarahan. Biasanya untuk obat hidung berdarah, dipakai dua lembar daun segar Piper betle, dicuci, digulung kemudian dimasukkan ke dalam lubang hidung. Selain itu, kandungan bahan aktif fenol dan kavikol daun sirih hutan juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama pengisap[4]

Referensi

  1. ↑ Mursito, B. dan Heru P: "Tanaman Hias Berkhasiat Obat", halaman 59-60. Jakarta. Penebar Swadaya. 2002
  2. ↑ Crawfurd, John (2017). Sejarah Kepulauan Nusantara: Kajian Budaya, Agama, Politik, Hukum dan Ekonomi. Vol. 1. Diterjemahkan oleh Zara, Muhammad Yuanda. Yogyakarta: Penerbit Ombak. hlm. 292. ISBN 9786022584698. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Herman (24 Maret 2015). "Kebiasaan Menyirih Bisa Sebabkan Gigi Tanggal".
  4. ↑ Sudarmo, S: "Pestisida Nabati, Pembuatan dan Pemanfaatannya",

Pranala luar

  • (Melayu) Penjelasan tentang Sirih pinang
  • (Indonesia) Tanaman obat Indonesia Diarsipkan 2005-03-23 di Wayback Machine.
Pengidentifikasi takson
Piper betle
  • Wikidata: Q159532
  • Wikispecies: Piper betle
  • APDB: 114948
  • APNI: 80597
  • BOLD: 494468
  • CoL: 4J3C8
  • Ecocrop: 1710
  • EoL: 491360
  • EPPO: PIPBE
  • FNA: 200005554
  • FoAO2: Piper betle
  • FoC: 200005554
  • GBIF: 4187904
  • GRIN: 28574
  • iNaturalist: 347653
  • IPNI: 680605-1
  • ITIS: 895503
  • NCBI: 13217
  • NZOR: b21399f5-9c2d-4f13-ac3e-523ece0be532
  • Open Tree of Life: 588609
  • PfaF: Piper betle
  • Plant List: kew-2559050
  • PLANTS: PIBE4
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:680605-1
  • Tropicos: 25002636
  • WFO: wfo-0000479518
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Jepang
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Ciri-ciri batang, daun, dan bunga/buah
  2. Kandungan
  3. Referensi
  4. Pranala luar

Artikel Terkait

Daun sirih

Daun sirih adalah bagian daun pada sirih. Bentuk daun sirih menyerupai bentuk hati. Secara umum, kromosom pada daun sirih bersifat diploid dengan formula

Tepak sirih

Simbol penghormatan pada acara penyambutan tamu, pernikahan, atau acara adat lainnya dalam budaya Melayu.

Sirih merah

Sirih merah adalah tumbuhan merambat yang dibudidaya karena khasiat pengobatan dan juga keindahan daunnya. Tumbuhan ini masih berkerabat dekat dengan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026