Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiSiphanta acuta
Artikel Wikipedia

Siphanta acuta

Siphanta acuta atau yang dikenal sebagai wereng hijau merupakan hama penyebar (vektor) virus tungro yang menyebabkan penyakit tungro. Wereng jenis ini biasanya menetas pada pelepah daun padi dan akan menetas enam hari kemudian, menyukai cairan daun yang mengakibatkan pengeringan pada daun.

spesies serangga
Diperbarui 24 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Siphanta acuta
Siphanta acuta
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Arthropoda
Kelas:
Insecta
Ordo:
Hemiptera
Subordo:
Auchenorrhyncha
Infraordo:
Fulgoromorpha
Superfamili:
Fulgoroidea
Famili:
Flatidae
Tribus:
Siphantini
Genus:
Siphanta
Spesies:
S. acuta
Nama binomial
Siphanta acuta
(Walker, 1851)
Artikel takson sembarang

Siphanta acuta atau yang dikenal sebagai wereng hijau merupakan hama penyebar (vektor) virus tungro yang menyebabkan penyakit tungro.[1] Wereng jenis ini biasanya menetas pada pelepah daun padi dan akan menetas enam hari kemudian, menyukai cairan daun yang mengakibatkan pengeringan pada daun.[2]

Fase pertumbuhan tanaman yang rentan terhadap serangan wereng hijau adalah dari fase pembibitan sampai pembentukan malai atau anakan.[3] Wereng Hijau memiliki cara menyerang yang hampir sama dengan wereng cokelat, yakni mereka menyukai tanaman yang dipupuk nitrogen dosis tinggi dengan jarak tanam rapat.[2] Seranggga dewasa dan nimfa menetap di bagian pangkal batang padi.[2]

Gejala kerusakan yang ditimbulkan adalah tanaman menjadi kerdil atau kecil, malai yang dihasilkan berkurang dan daun berubah menjadi kuning sampai kuning oranye.[2]

Pengendalian

  • Tindakan pengendalian dilakukan jika sudah terlihat gejala tungro.[2][3]
  • Pengendalian hayati dengan menggunakan pathogen serangga Beauveria bassiana.[2][3]
  • Pengendalian dengan cara penyemprotan insektisida yang dianjurkan berbahan aktif, seperti BPMC, Buprofezin, Etofenproks, Imidakloprid, Karbofuran, MIPC atau Tiametoksam.[2][3]

Referensi

  1. ↑ "Pengendalian Wereng Hijau". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2014-06-24. ;
  2. 1 2 3 4 5 6 7 "Wereng Punggung Putih". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-06. Diakses tanggal 2014-06-24. ;
  3. 1 2 3 4 "Wereng hijau (green leafhopper". [pranala nonaktif permanen]
Pengidentifikasi takson
Siphanta acuta
  • Wikidata: Q10668572
  • Wikispecies: Siphanta acuta
  • AFD: Siphanta_acuta
  • BOLD: 247931
  • BugGuide: 43619
  • CoL: 4XNCR
  • EoL: 2645854
  • FLOW: 12165
  • GBIF: 2066903
  • iNaturalist: 116658
  • IRMNG: 10202792
  • ITIS: 200467
  • NCBI: 30091
  • NZOR: c5fc27fb-45a4-4733-bc3e-ce623e79982c
  • Open Tree of Life: 638501
Poeciloptera acuta
  • Wikidata: Q109662129
  • CoL: 6W4ST
  • GBIF: 5158245
  • ITIS: 200468


Ikon rintisan

Artikel bertopik serangga ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pengendalian
  2. Referensi

Artikel Terkait

Serangga

kelas hewan dalam filum Artropoda

Serangga penyerbuk

perilaku serangga penyerbuk. Sebanyak 70% dari 250.000 spesies tumbuhan memerlukan bantuan serangga untuk melakukan penyerbukan. Satu spesies tumbuhan

Serangga sisik

kira-kira 8,000 spesies serangga sisik. Kadang-kadang serangga sisik dijumpai hidup secara simbiosis dengan semut. Famili utama serangga sisik antara lain:

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026