Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiSindrom Adams–Stokes
Artikel Wikipedia

Sindrom Adams–Stokes

Sindrom Adams–Stokes adalah serangan sindrom pada seseorang yang menyebabkan kehilangan kesadaran karena berkurangnya aliran darah ke otak yang diakibatkan karena berkurangnya darah yang dipompa oleh bilik jantung. Istilah Stokes-Adam diambil dari seorang dokter bedah jantung di Irlandia bernama W. Stokes yang hidup pada 1804-1878, dan dokter R. Adam, juga dokter Irlandia yang hidup pada 1791-875. Penyebab Sindrom Stokes-Adam ini karena bilik jantung berkonstraksi terlalu lambat, misalnya pada gangguan sistem hantaran jantung atau oleh sebab konstraksi bilik jantung terlalu cepat. Pada umumnya, serangan tersebut berlangsung singkat, dan jantung akan kembali normal dalam beberapa detik, jarang lebih dari 60 detik. Pada serangan ringan, penderita hanya mengeluh karena merasakan lemah badannya, pusing, dan penglihatannya menjadi kabur. Bila serangan berlangsung lebih dari 10 detik, dapat menyebabkan kejang-kejang, denyut nadi melambat, bahkan bisa sampai tidak teraba, atau sinkope. Bila serangan sindrom tersebut berlangsung hingga 2-3 menit, dapat mengakibatkan kematian seseorang.

Wikipedia article
Diperbarui 30 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2023)
Sindrom Adams–Stokes
SpesialisasiKardiologi Sunting ini di Wikidata

Sindrom Adams–Stokes adalah serangan sindrom pada seseorang yang menyebabkan kehilangan kesadaran karena berkurangnya aliran darah ke otak yang diakibatkan karena berkurangnya darah yang dipompa oleh bilik jantung.[1][2] Istilah Stokes-Adam diambil dari seorang dokter bedah jantung di Irlandia bernama W. Stokes yang hidup pada 1804-1878, dan dokter R. Adam, juga dokter Irlandia yang hidup pada 1791-875.[3] Penyebab Sindrom Stokes-Adam ini karena bilik jantung berkonstraksi terlalu lambat, misalnya pada gangguan sistem hantaran jantung atau oleh sebab konstraksi bilik jantung terlalu cepat.[1] Pada umumnya, serangan tersebut berlangsung singkat, dan jantung akan kembali normal dalam beberapa detik, jarang lebih dari 60 detik.[1] Pada serangan ringan, penderita hanya mengeluh karena merasakan lemah badannya, pusing (semakin lama menjadi vertigo), dan penglihatannya menjadi kabur.[1][2] Bila serangan berlangsung lebih dari 10 detik, dapat menyebabkan (atau ditandai dengan) kejang-kejang, denyut nadi melambat, bahkan bisa sampai tidak teraba, atau sinkope.[1][2] Bila serangan sindrom tersebut berlangsung hingga 2-3 menit, dapat mengakibatkan kematian seseorang.[1]

Pada saat jantung berhenti, sementara pernafasan masih berlangsung, salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengambil tindakan pemasangan alat pacu jantung buatan.[3]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 6 (SHI-VAJ). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, hal. 3305
  2. 1 2 3 (Indonesia)Huriawati Hartanto (editor)., Kamus Ringkas Kedokteran ed. 4. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2001, hal 19
  3. 1 2 (Indonesia)Barbara F. Weller., Kamus Saku Perawat Ed. 22. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC, 2005, hal. 634
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Rujukan

Artikel Terkait

Sindrom koroner akut

Sindrom koroner akut adalah suatu kondisi terjadi pengurangan aliran darah ke jantung secara mendadak. Beberapa gejala dari sindrom ini adalah tekanan

Kardiomiopati

penyakit jantung dan miopati yang ditandai dengan penurunan fungsi otot jantung

Isoprenalin

senyawa kimia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026