Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiSindrom Gerstmann–Sträussler–Scheinker
Artikel Wikipedia

Sindrom Gerstmann–Sträussler–Scheinker

Sindrom Gerstmann–Sträussler–Scheinker adalah penyakit neurodegeneratif yang sangat langka dan selalu berakibat fatal, yang biasanya menyerang pasien berusia 35 hingga 55 tahun. Penyakit ini hanya dapat diwariskan, dan hanya ditemukan pada beberapa keluarga di seluruh dunia. GSS diklasifikasikan dengan ensefalopati spongiform menular (TSE) karena peran kausatif yang dimainkan oleh PRNP, protein prion manusia. Penyakit ini pertama kali dilaporkan oleh dokter Austria Josef Gerstmann, Ernst Sträussler, dan Ilya Scheinker pada tahun 1936.

Wikipedia article
Diperbarui 10 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sindrom Gerstmann–Sträussler–Scheinker
Artikel ini bukan mengenai Sindrom Gerstmann.
Sindrom Gerstmann–Sträussler–Scheinker
A person with inherited prion disease has cerebellar atrophy. This is typical for GSS.
Seseorang dengan penyakit prion turunan mengalami atrofi serebelum. Hal ini cukup khas pada GSS.
SpesialisasiNeurologi Sunting ini di Wikidata
Gejalakesulitan berbicara, mengalami demensia, amnesia, kehilangan penglihatan
PenyebabPrion
PengobatanTidak ada
ObatTidak ada
PrognosisSangat fatal, harapan hidup biasanya 5-6 tahun sejak diagnosis
Frekuensi1-10 dari setiap 100 juta orang

Sindrom Gerstmann–Sträussler–Scheinker (atau disingkat menjadi sindrom GSS) adalah penyakit neurodegeneratif yang sangat langka dan selalu berakibat fatal, yang biasanya menyerang pasien berusia 35 hingga 55 tahun. Penyakit ini hanya dapat diwariskan, dan hanya ditemukan pada beberapa keluarga di seluruh dunia.[1] GSS diklasifikasikan dengan ensefalopati spongiform menular (TSE) karena peran kausatif yang dimainkan oleh PRNP, protein prion manusia.[2] Penyakit ini pertama kali dilaporkan oleh dokter Austria Josef Gerstmann, Ernst Sträussler, dan Ilya Scheinker pada tahun 1936.[3][4]

Kasus familial dikaitkan dengan pewarisan autosomal dominan.[5]

Gejala-gejala tertentu umum terjadi pada GSS seperti ataksia progresif, tanda-tanda piramidal, dan demensia. Gejala-gejala tersebut memburuk seiring bertambah parahnya penyakit.[6]

Gejala dan Tanda

Gejalanya dimulai dengan disartria (bicara pelo) dan ataksia serebelum-trunkal (ketidakstabilan) yang berkembang perlahan sebelum demensia progresif menjadi lebih jelas. Pada tahap awal GSS, orang dengan kondisi tersebut juga dapat menunjukkan kecanggungan dan kesulitan berjalan. Seiring dengan perkembangan kondisi, gejala ataksia menjadi lebih jelas.[7] Kehilangan memori dapat menjadi gejala pertama GSS.[8] Gejala dan tanda ekstrapiramidal dan piramidal dapat terjadi, dan penyakit ini dapat menyerupai ataksia spinoserebelar pada tahap awal. Mioklonus (kontraksi otot spasmodik) lebih jarang terlihat dibandingkan pada penyakit Creutzfeldt–Jakob. Banyak pasien juga menunjukkan nistagmus (gerakan mata yang tidak disengaja), gangguan penglihatan, dan kebutaan atau tuli.[9] Temuan neuropatologi GSS meliputi deposisi plak amiloid yang tersebar luas yang terdiri dari protein prion yang salah lipat.[8]

Empat fenotipe klinis dikenali: GSS tipikal, GSS dengan arefleksia dan parestesia, GSS demensia murni, serta GSS mirip penyakit Creutzfeldt-Jakob.[10]

Penyebab

GSS merupakan bagian dari kelompok penyakit yang disebut "ensefalopati spongiform menular". Penyakit ini disebabkan oleh prion, yaitu kelas protein patogen yang resisten terhadap protease. Prion-prion ini kemudian membentuk gugus di otak, yang bertanggung jawab atas efek neurodegeneratif yang terlihat pada pasien.[11]

Mutasi P102L, yang menyebabkan substitusi prolin menjadi leusin pada kodon 102, telah ditemukan pada gen protein prion (PRNP, pada kromosom 20) pada sebagian besar individu yang terdampak.[12] Oleh karena itu, tampaknya perubahan genetika ini biasanya diperlukan untuk perkembangan penyakit ini.[13][14][15]

Diagnosis

GSS dapat diidentifikasi melalui pengujian genetik.[9]

Prognosis

GSS adalah penyakit yang berkembang lambat, berlangsung sekitar 2 hingga 10 tahun, dengan rata-rata sekitar lima tahun.[8][1]

Gejala seperti kecanggungan dan ketidakstabilan saat berjalan muncul di awal penyakit. Kedutan otot (mioklonus) jauh lebih jarang terjadi dibandingkan pada penyakit Creutzfeldt-Jakob. Bicara pelo (disebut disartria), dan demensia berkembang. Nistagmus (gerakan mata yang cepat ke satu arah, diikuti oleh pergeseran yang lebih lambat kembali ke posisi semula) dan ketulian dapat berkembang. Koordinasi otot hilang (disebut ataksia), yang dapat menyebabkan otot menjadi kaku. Biasanya, otot yang mengontrol pernapasan dan batuk terganggu, sehingga meningkatkan risiko pneumonia, yang merupakan penyebab kematian paling umum.

Penyakit ini pada akhirnya mengakibatkan kematian, paling sering karena pasien mengalami koma, atau karena infeksi sekunder akibat hilangnya fungsi tubuh pasien.[1]

Penelitian

Penyakit prion, juga disebut ensefalopati spongiform menular (TSE), adalah penyakit neurodegeneratif otak yang diduga disebabkan oleh protein yang berubah menjadi bentuk abnormal yang disebut prion.[16][17] GSS adalah TSE yang sangat langka, sehingga asal genetiknya hampir tidak mungkin ditentukan. Menemukan pasien dengan GSS juga sulit, karena penyakit ini cenderung kurang dilaporkan, karena kemiripan klinisnya dengan penyakit lain, dan hanya ditemukan di beberapa negara.[18] Pada tahun 1989, mutasi pertama gen protein prion diidentifikasi dalam sebuah keluarga GSS.[15] Keluarga terbesar yang terkena GSS adalah Indiana Kindred, yang mencakup lebih dari 8 generasi, dan termasuk lebih dari 3.000 orang, dengan 57 individu yang diketahui terkena.[14]

Referensi

  1. 1 2 3 "Gerstmann-Straussler-Scheinker Disease Information Page". National Institute of Neurological Disorders and Stroke. U.S. Department of Health & Human Services. Diarsipkan dari asli tanggal January 4, 2017. Diakses tanggal 2021-04-18.
  2. ↑ Liberski PP (2012). "Gerstmann-Sträussler-Scheinker Disease". Neurodegenerative Diseases. Advances in Experimental Medicine and Biology. Vol. 724. hlm. 128–37. doi:10.1007/978-1-4614-0653-2_10. ISBN 978-1-4614-0652-5. PMID 22411239.
  3. ↑ synd/2269 di Who Named It
  4. ↑ Gerstmann J, Sträussler E, Scheinker I (1936). "Über eine eigenartige hereditär-familiäre Erkrankung des Zentralnervensystems. Zugleich ein Beitrag zur Frage des vorzeitigen lokalen Alterns". Zeitschrift für die gesamte Neurologie und Psychiatrie. 154: 736–762. doi:10.1007/bf02865827. S2CID 86904496.
  5. ↑ De Michele G, Pocchiari M, Petraroli R, Manfredi M, Caneve G, Coppola G, et al. (August 2003). "Variable phenotype in a P102L Gerstmann-Sträussler-Scheinker Italian family". The Canadian Journal of Neurological Sciences. 30 (3): 233–6. doi:10.1017/S0317167100002651. PMID 12945948.
  6. ↑ Farlow MR, Yee RD, Dlouhy SR, Conneally PM, Azzarelli B, Ghetti B (November 1989). "Gerstmann-Sträussler-Scheinker disease. I. Extending the clinical spectrum". Neurology. 39 (11): 1446–52. doi:10.1212/wnl.39.11.1446. PMID 2812321. S2CID 23716392.
  7. ↑ "Gerstmann-Straussler-Scheinker Disease". National Institute of Neurological Disorders and Stroke (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal May 23, 2022. Diakses tanggal 27 February 2023.
  8. 1 2 3 Collins S, McLean CA, Masters CL (September 2001). "Gerstmann-Sträussler-Scheinker syndrome,fatal familial insomnia, and kuru: a review of these less common human transmissible spongiform encephalopathies". Journal of Clinical Neuroscience. 8 (5): 387–97. doi:10.1054/jocn.2001.0919. PMID 11535002. S2CID 31976428.
  9. 1 2 Gambetti P. "Gerstmann–Sträussler–Scheinker Disease". The Merck Manuals: Online Medical Library. Diarsipkan dari asli tanggal February 22, 2011. Diakses tanggal April 6, 2011.
  10. ↑ Tesar A, Matej R, Kukal J, Johanidesova S, Rektorova I, Vyhnalek M, Keller J, Eliasova I, Parobkova E, Smetakova M, Musova Z, Rusina R (November 2019). "Clinical Variability in P102L Gerstmann-Sträussler-Scheinker Syndrome". Annals of Neurology. 86 (5): 643–652. doi:10.1002/ana.25579. PMID 31397917. S2CID 199504473.
  11. ↑ Poggiolini I, Saverioni D, Parchi P (2013). "Prion protein misfolding, strains, and neurotoxicity: an update from studies on Mammalian prions". International Journal of Cell Biology. 2013 910314. doi:10.1155/2013/910314. PMC 3884631. PMID 24454379.
  12. ↑ Arata H, Takashima H, Hirano R, Tomimitsu H, Machigashira K, Izumi K, et al. (June 2006). "Early clinical signs and imaging findings in Gerstmann-Sträussler-Scheinker syndrome (Pro102Leu)". Neurology. 66 (11): 1672–8. doi:10.1212/01.wnl.0000218211.85675.18. PMID 16769939. S2CID 26013402.
  13. ↑ Umeh CC, Kalakoti P, Greenberg MK, Notari S, Cohen Y, Gambetti P, et al. (2016-02-18). "Clinicopathological Correlates in a PRNP P102L Mutation Carrier with Rapidly Progressing Parkinsonism-dystonia". Movement Disorders Clinical Practice. 3 (4): 355–358. doi:10.1002/mdc3.12307. PMC 5015693. PMID 27617269.
  14. 1 2 Ghetti B, Piccardo P, Frangione B, Bugiani O, Giaccone G, Young K, et al. (April 1996). "Prion protein amyloidosis". Brain Pathology. 6 (2): 127–45. doi:10.1111/j.1750-3639.1996.tb00796.x. PMID 8737929. S2CID 10240829.
  15. 1 2 Hsiao K, Baker HF, Crow TJ, Poulter M, Owen F, Terwilliger JD, et al. (March 1989). "Linkage of a prion protein missense variant to Gerstmann-Sträussler syndrome". Nature. 338 (6213): 342–5. Bibcode:1989Natur.338..342H. doi:10.1038/338342a0. PMID 2564168. S2CID 4319741.
  16. ↑ Zou WQ, Gambetti P, Xiao X, Yuan J, Langeveld J, Pirisinu L (July 2013). "Prions in variably protease-sensitive prionopathy: an update". Pathogens. 2 (3): 457–71. doi:10.3390/pathogens2030457. PMC 4235694. PMID 25437202.
  17. ↑ Gambetti P (March 2013). "Creationism and evolutionism in prions". The American Journal of Pathology. 182 (3): 623–7. doi:10.1016/j.ajpath.2012.12.016. PMC 3590995. PMID 23380581.
  18. ↑ Ghetti B, Tagliavini F, Takao M, Bugiani O, Piccardo P (March 2003). "Hereditary prion protein amyloidoses". Clinics in Laboratory Medicine. 23 (1): 65–85, viii. doi:10.1016/s0272-2712(02)00064-1. PMID 12733425.

Pranala luar

  • Gerstmann–Sträussler–Scheinker syndrome Diarsipkan 2013-05-11 di Wayback Machine., MedicineNet.com
  • ITALIAN ASSOCIATION AGAINST GERSTMANN STRAUSSLER SCHEINKER'S DISEASE
Klasifikasi
D
  • ICD-10: A81.9
  • ICD-9-CM: 046.71
  • OMIM: 137440
  • MeSH: D016098
  • DiseasesDB: 30729

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Gejala dan Tanda
  2. Penyebab
  3. Diagnosis
  4. Prognosis
  5. Penelitian
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Ensefalopati spongiform menular

prion pada manusia meliputi penyakit Creutzfeldt-Jakob, sindrom Gerstmann-Sträussler-Scheinker, insomnia familial fatal, kuru, dan prionopati sensitif

Penyakit Creutzfeldt–Jakob

sebagai penyakit prion. Penyakit prion lainnya termasuk Sindrom Gerstmann–Sträussler–Scheinker (GSS), insomnia familial fatal dan kuru pada manusia, juga

Daftar tingkat kematian kasus penyakit manusia

Termasuk Creutzfeldt–Jakob dan semua varian, insomnia fatal, kuru, Gerstmann–Sträussler–Scheinker dan lain-lain.| Fibrodysplasia Ossificans Progressiva Autosom

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026