Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Simeon Sang Teolog Baru

Simeon Sang Teolog Baru lahir sebagai anak bangsawan di Asia Kecil pada tahun 949. Simeon adalah mistikus terkemuka di antara mistikus Abad Pertengahan lainnya. Ia adalah murid dari Simeon Studites, salah satu guru spiritual di Asia Kecil. Gelar sang teolog diperolehnya karena ajaran-ajarannya setaraf dengan ajaran-ajaran Rasul Yohanes dan Gregorius dari Nazianzus. Simeon menjadi orang pertama yang menguraikan teknik berdoa dalam batin secara sistematis. Keunikan yang dimiliki Simeon dari mistikus yang lain adalah ia mempunyai kebiasaan berbicara yang terbuka mengenai pengalaman-pengalaman spiritual yang dialaminya secara pribadi. Simeon mengajarkan bahwa dosa telah membuat manusia buta sehingga tidak bisa melihat cahaya Sang Ilahi. Anugerah keselamatan memang telah menyingkirkan kebutaan itu tetapi tetap dibutuhkan disiplin spiritual yang lebih tinggi untuk dapat melihat cahaya Ilahi. Ia terlibat dalam konflik panjang dengan Uskup Stefanus dari Nikomedia. Pertikaian mereka lebih disebabkan karena keduanya mempunyai pendekatan teologi yang berbeda. Stefanus memakai pendekatan teologi yang mirip dengan pendekatan Teologi Skolastik Barat sedangkan pendekatan Simeon adalah pendekatan spiritual ala biara. Akibat konflik tersebut, ia diasingkan pada tahun 1009. Ia meninggal dunia tahun 1022.

Wikipedia article
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Simeon Sang Teolog Baru
Santo Simeon Sang Teolog Baru
Lahir949
Galatia
Meninggal12 Maret 1022
Paloukiton
Dihormati diGereja Ortodoks Timur, Gereja Katolik Roma
Kanonisasipre-congregation
Pesta12 Maret
Bagian dari seri
Mistik Kristen
Yesus Berubah Rupa
Teologi dan filsafat
  • Apofatis
  • Asketis
  • Helenistis
  • Katafatis
  • Spiritualitas Katolik
  • Mistis
  • Neoplatonis
    • Henosis
Praktik
Monastisisme
  • Monastisisme
  • Asketisme
  • Pengarahan rohani
Meditasi
  • Meditasi
  • Lectio Divina
Asketisme Aktif
  • Kontemplasi

    • Hesikasme
    • Doa Yesus
    • Quietisme

  • Tahap-tahap penyempurnaan Kristiani
  • Pengilahian

    • Katarsis
    • Teoria
    • Teosis

  • Kenosis
  • Kegersangan rohani
Asketisme pasif
  • Berpantang
Tokoh (menurut era atau abad)
Zaman Kuno
  • Orang Afrika kuno
  • Origenes
  • Gregorios dari Nisa
  • Pseudo-Dionisios
Bapa-Bapa Gurun
  • Paulus dari Thebes
  • Antonios Agung
  • Arsenios Agung
  • Poimen
  • Makarios dari Mesir
  • Musa Hitam (Santo)
  • Sinkletika
  • Atanasios
  • Yohanes Krisostomus
  • Hilarion
  • Yohanes Kasianus
Abad ke-11 · Abad ke-12
  • Bernardus dari Clairvaux
  • Guigo II
  • Hildegard von Bingen
  • Hadewijch
  • Simeon Teolog Baru
Abad ke-13 · Abad ke-14
Dominikan
  • Dominggus de Guzmán
Fransiskan
  • Fransiskus dari Assisi
  • Antonius dari Padua
  • Bonaventura
  • Jacopone da Todi
  • Angela dari Foligno
Inggris
  • Richard Rolle
  • Walter Hilton
  • Julian dari Norwich
  • Margery Kempe
Flandria
  • Beatrijs dari Nazareth
  • Jan dari Ruusbroec
Jerman
  • Meister Eckhart
  • Johannes Tauler
  • Heinrich Seuse
Perempuan
  • Beatrijs dari Nazareth
  • Birgitta dari Swedia
  • Katarina dari Siena
Abad ke-15 · Abad ke-16
Spanyol
  • Ignazio Loiolako
  • Francisco de Osuna
  • Juan de Ávila
  • Teresa de Ávila
  • Juan de la Cruz
Others
  • Katarina dari Genova
Abad ke-17 · Abad ke-18
Prancis
  • Pierre de Bérulle
  • Jean-Jacques Olier
  • Louis de Montfort
  • Charles de Condren
  • Jean Eudes
  • Jean de Saint-Samson
Lain-lain
  • María de Ágreda
  • Anna Katharina Emmerick
  • Veronica Giuliani
  • François de Sales
Abad ke-19
  • Dina Bélanger
  • Catherine Labouré
  • Mélanie Calvat
  • Maximin Giraud
  • Bernadette Soubirous
  • Conchita de Armida
  • Luisa Piccarreta
  • Maria dari Hati Ilahi
  • Thérèse dari Lisieux
  • Gemma Galgani
Abad ke-20
  • Padre Pio
  • Therese Neumann
  • Marthe Robin
  • Adrienne von Speyr
  • Aleksandrina dari Balazar
  • Faustina Kowalska
  • Suster Lúcia dari Fátima
  • Edgar Cayce
  • Alfred Delp
  • Thomas Merton
  • Charles de Foucauld
Pandangan Kepausan Masa Kini
Aspek-aspek meditasi
(Orationis Formas, 1989)
Refleksi Tentang Zaman Baru (2003)
Sastra · Media
  • Lingua Ignota
  • Ordo Virtutum
  • Scivias
  • Mendaki Gunung Karmel
  • Malam Gelap Jiwa
  • Madah Rohani
  • Jalan Kesempurnaan
  • Puri Batin
  • Biara Roh Kudus
  • A Dialogue of Comfort against Tribulation
  • Buku Harian Santa Faustina
  • From Willow Creek to Sacred Heart
  • Kemuliaan Maria
  • Mengikuti Jejak Kristus
  • Tangga Firdaus
  • Filokalia
  • Revelations of Divine Love
  • Kisah Satu Jiwa
  • Theologia Germanica
  • Devotio Moderna
  • The Miracle of Our Lady of Fatima
  • Sol de Fátima
  • The Cloude of Unknowyng
  • De consolatione philosophiae
  • Cermin Jiwa-Jiwa Sederhana
  • Risalah Suster Katarina
  • Tractatus de Purgatorio Sancti Patricii
  • Penglihatan Adamnán
  • Divina Commedia
    • Inferno
    • Purgatorio
    • Paradiso
  • l
  • b
  • s

Simeon Sang Teolog Baru lahir sebagai anak bangsawan di Asia Kecil pada tahun 949.[1] Simeon adalah mistikus terkemuka di antara mistikus Abad Pertengahan lainnya.[1][2] Ia adalah murid dari Simeon Studites, salah satu guru spiritual di Asia Kecil.[1] Gelar sang teolog diperolehnya karena ajaran-ajarannya setaraf dengan ajaran-ajaran Rasul Yohanes dan Gregorius dari Nazianzus.[1] Simeon menjadi orang pertama yang menguraikan teknik berdoa dalam batin secara sistematis.[1] Keunikan yang dimiliki Simeon dari mistikus yang lain adalah ia mempunyai kebiasaan berbicara yang terbuka mengenai pengalaman-pengalaman spiritual yang dialaminya secara pribadi.[1] Simeon mengajarkan bahwa dosa telah membuat manusia buta sehingga tidak bisa melihat cahaya Sang Ilahi.[2] Anugerah keselamatan memang telah menyingkirkan kebutaan itu tetapi tetap dibutuhkan disiplin spiritual yang lebih tinggi untuk dapat melihat cahaya Ilahi.[2] Ia terlibat dalam konflik panjang dengan Uskup Stefanus dari Nikomedia.[1] Pertikaian mereka lebih disebabkan karena keduanya mempunyai pendekatan teologi yang berbeda.[1] Stefanus memakai pendekatan teologi yang mirip dengan pendekatan Teologi Skolastik Barat sedangkan pendekatan Simeon adalah pendekatan spiritual ala biara.[1] Akibat konflik tersebut, ia diasingkan pada tahun 1009.[1] Ia meninggal dunia tahun 1022.[1]

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Symeon the New Theologian.
  • Symeon the New Theologian, The works, volume 1 (Rusia)
  • Symeon the New Theologian, The works, volume 2 (Rusia)
  • Symeon the New Theologian, The works, volume 3 (Rusia)

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 {id} Tony Lane. 2005. Runtut Pijar:Sejarah Pemikiran Kristiani. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hal. 67-68.
  2. 1 2 3 {en} Dale T. Irvin, Scott W. Sunquist . 2001. History of The World Christian Movement, volume I: Earliest Christianity to 1453. New York: Orbis Books. Hlm. 366.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
    • 2
    • 3
    • 4
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Italia
  • Australia
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Belanda
  • Norwegia
  • Kroasia
  • Yunani
  • Swedia
  • Polandia
  • Vatikan
  • Israel
  • Finlandia
  • Belgia
Akademik
  • CiNii
Seniman
  • MusicBrainz
Orang
  • Trove
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pranala luar
  2. Referensi

Artikel Terkait

Teologi apofatis

Teologi apofatis, atau dikenal juga sebagai teologi negatif, via negativa atau via negationis, adalah suatu teologi yang berusaha menjelaskan Tuhan Yang

Pemerkosaan dalam Alkitab Ibrani

pembaca...isu hukuman yang tak terselesaikan itu mengantisipasi tanggapan Simeon dan Lewi." Bertolak belakang dengan Bader dan Yamada, Scholz (tahun 2021)

Daftar orang kudus Katolik

malaikat yang telah dikanonisasi sebagai santo/a oleh Gereja Katolik. Menurut teologi Katolik, semua santo menikmati pandangan yang membahagiakan. Banyak santo

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026