Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiSilverthorne Lumber Co. v. United States
Artikel Wikipedia

Silverthorne Lumber Co. v. United States

Silverthorne Lumber Co. v. United States, 251 U.S. 385 (1920), adalah sebuah perkara di Mahkamah Agung Amerika Serikat. Dalam perkara ini, Silverthorne mencoba mengemplang pajak, dan agen-agen federal kemudian menyita buku pajak Silverthorne dan membuat salinan buku tersebut. Pertanyaan utama dalam perkara ini adalah, apakah turunan dari bukti yang diperoleh secara ilegal dapat diterima oleh pengadilan. Mahkamah Agung lalu mengeluarkan putusan yang disampaikan oleh Oliver Wendell Holmes, Jr. yang menyatakan bahwa jika turunan dari bukti yang ilegal diizinkan, maka polisi akan terdorong untuk melanggar Amendemen Keempat Konstitusi Amerika Serikat, sehingga salinan bukti ilegal dianggap telah "tercemar" dan tidak dapat diterima oleh pengadilan. Putusan ini lalu dikenal sebagai doktrin "buah pohon beracun".

Wikipedia article
Diperbarui 16 Januari 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Silverthorne Lumber Co. v. United States
Mahkamah Agung Amerika Serikat
Disidangkan pada 12 Desember, 1919
Diputus pada 26 Januari, 1920
Nama lengkap kasusSilverthorne Lumber Co., Inc., et al. v. United States
Kutipan251 U.S. 385 (lanjut)
Hakim yang memutus
Hakim Ketua
Edward D. White
Hakim Pembantu
Joseph McKenna · Oliver W. Holmes, Jr.
William R. Day · Willis Van Devanter
Mahlon Pitney · James C. McReynolds
Louis Brandeis · John H. Clarke
Pendapat
MayoritasHolmes, diikuti oleh McKenna, Day, Van Devanter, McReynolds, Brandeis, Clark
MenolakWhite
MenolakPitney

Silverthorne Lumber Co. v. United States, 251 U.S. 385 (1920), adalah sebuah perkara di Mahkamah Agung Amerika Serikat. Dalam perkara ini, Silverthorne mencoba mengemplang pajak, dan agen-agen federal kemudian menyita buku pajak Silverthorne dan membuat salinan buku tersebut. Pertanyaan utama dalam perkara ini adalah, apakah turunan dari bukti yang diperoleh secara ilegal dapat diterima oleh pengadilan. Mahkamah Agung lalu mengeluarkan putusan yang disampaikan oleh Oliver Wendell Holmes, Jr. yang menyatakan bahwa jika turunan dari bukti yang ilegal diizinkan, maka polisi akan terdorong untuk melanggar Amendemen Keempat Konstitusi Amerika Serikat, sehingga salinan bukti ilegal dianggap telah "tercemar" dan tidak dapat diterima oleh pengadilan. Putusan ini lalu dikenal sebagai doktrin "buah pohon beracun".[1]

Hakim White dan Pitney tidak setuju dengan keputusan ini, tetapi tidak mengeluarkan pendapat berbeda.

Catatan kaki

  1. ↑ Nardone v. United States, 308 U.S. 338 (1939)

Bacaan lanjut

  • Killian, B. J. (1982). "United States v. Crews: Fruit of the Poisonous Tree—A New Wrinkle?". Idaho Law Review. 18: 151. ISSN 0019-1205.

Pranala luar

Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
en:Silverthorne Lumber Company v. United States
  • Silverthorne Lumber Co. v. United States, 251 U.S. 385 (1920)


Ikon rintisan

Artikel bertopik hukum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan kaki
  2. Bacaan lanjut
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Buah pohon beracun

pertama kali dideskripsikan di Amerika Serikat dalam perkara Silverthorne Lumber Co. v. United States, 251 U.S. 385 (1920). Bukti yang diperoleh secara ilegal

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026