Siklon Bhola 1970 adalah siklon tropis paling mematikan yang pernah tercatat, sekaligus salah satu bencana kemanusiaan paling mematikan yang pernah tercatat. Siklon ini melanda Pakistan Timur dan Benggala Barat di India pada 12 November 1970. Setidaknya 300.000 orang tewas dalam badai tersebut, kemungkinan sebanyak 450.000 orang, terutama akibat gelombang badai yang membanjiri sebagian besar pulau-pulau dataran rendah di Delta Gangga. Bhola adalah badai siklon keenam dan terkuat pada musim siklon Samudra Hindia Utara 1970.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Citra satelit cuaca ITOS 1 menunjukkan siklon yang melanda Pakistan Timur pada 12 November | |
| Sejarah meteorologi | |
|---|---|
| Terbentuk | 8 November 1970 (1970-11-08) |
| Menghilang | 13 November 1970 (1970-11-13) |
| Badai siklon sangat parah | |
| 3-minute sustained (IMD) | |
| Angin tertinggi | 100 |
| Tekanan terendah | 960 hPa (mbar); 28,35 inHg |
| Siklon tropis setara Kategori 4 | |
| 1-minute sustained (SSHWS/JTWC) | |
| Angin tertinggi | 130 |
| Efek keseluruhan | |
| Korban jiwa | 300.000–500.000 (Siklon tropis paling mematikan yang tercatat) |
| Kerusakan | $86.4 juta (1970 USD) |
| Daerah yang terkena dampak | Pakistan Timur dan India |
Bagian dari Musim siklon Samudra Hindia Utara 1970 | |
Siklon Bhola 1970 adalah siklon tropis paling mematikan yang pernah tercatat, sekaligus salah satu bencana kemanusiaan paling mematikan yang pernah tercatat.[1] Siklon ini melanda Pakistan Timur (sekarang Bangladesh) dan Benggala Barat di India pada 12 November 1970. Setidaknya 300.000 orang tewas dalam badai tersebut, kemungkinan sebanyak 450.000 orang, terutama akibat gelombang badai yang membanjiri sebagian besar pulau-pulau dataran rendah di Delta Gangga. Bhola adalah badai siklon keenam dan terkuat pada musim siklon Samudra Hindia Utara 1970.[2]
Siklon ini terbentuk di atas Teluk Benggala bagian tengah pada 8 November dan bergerak ke utara, semakin intensif. Puncaknya dengan kecepatan angin 185 km/jam (115 mph) pada 10 November, dan mendarat di pesisir Pakistan Timur pada sore berikutnya. Gelombang badai menghancurkan banyak pulau lepas pantai, menyapu bersih desa-desa dan menghancurkan tanaman pangan di seluruh wilayah. Di upazila Tazumuddin yang paling parah terdampak, lebih dari 45% dari 167.000 penduduk tewas akibat badai tersebut.
Pemerintah Pakistan, yang dipimpin oleh pemimpin junta Jenderal Yahya Khan, dikritik karena keterlambatannya dalam menangani operasi bantuan pascabadai, baik oleh para pemimpin politik lokal di Pakistan Timur maupun oleh media internasional. Respons yang buruk dan diskriminatif dari pemerintah Pakistan Barat menyebabkan kekecewaan yang semakin meluas di kalangan rakyat Pakistan Timur, yang memungkinkan oposisi Liga Awami meraih kemenangan telak di provinsi tersebut dalam pemilihan umum yang berlangsung sebulan kemudian serta Perang Kemerdekaan Bangladesh 7 bulan kemudian.[3]

Siklon tersebut terbentuk di Teluk Benggala tengah pada tanggal 8 November dan bergerak ke utara, dan semakin intensif. Badai ini mencapai puncaknya dengan kecepatan angin mencapai 185 km/jam (115 mph) pada 10 November, dan mendarat di pantai Bangladesh Timur pada sore berikutnya. Gelombang badai menghancurkan banyak pulau lepas pantai, menyapu bersih desa-desa dan menghancurkan tanaman pangan di seluruh wilayah.[4] Di upazila yang terkena dampak paling parah, Tazumuddin, lebih dari 45% dari 167.000 populasi tewas akibat badai.[5]

Siklon Bhola adalah siklon tropis paling mematikan yang pernah tercatat dan juga salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah modern. Jumlah korban meninggal akibat badai siklon ini sama, dibandingkan dengan Gempa bumi Tangshan 1976, Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004, dan Gempa bumi Haiti 2010, namun karena ketidakpastian mengenai jumlah kematian pada keempat bencana tersebut, maka tidak diketahui mana bencana yang paling mematikan.