Sikap adalah pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau peristiwa. Hal ini mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Sikap (bahasa Inggris: attitudecode: en is deprecated ) adalah pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau peristiwa.[1] Hal ini mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu.[1]
Menurut Nuning Minarsih, sikap itu sangat penting dan sangat memengaruhi mutu dari seseorang.
Sikap mempunyai tiga komponen utama: kesadaran, perasaan, dan perilaku.[2]
Keyakinan bahwa "Diskriminasi itu salah" merupakan sebuah pernyataan evaluatif.[2] Opini semacam ini adalah komponen kognitif dari sikap yang menentukan tingkatan untuk bagian yang lebih penting dari sebuah sikap -komponen afektifnya.[2] Perasaan adalah segmen emosional atau perasaan dari sebuah sikap dan tecermin dalam pernyataan seperti "Saya tidak menyukai John karena ia mendiskriminasi orang-orang minoritas."[2] Akhirnya, perasaan bisa menimbulkan hasil akhir dari perilaku.[2] Komponen perilaku dari sebuah sikap merujuk pada suatu maksud untuk berperilaku dalam cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu.[2] Sehingga sikap dapat diartikan bahwa hasil evaluasi diri seseorang terhadap suatu kondisi lingkungan berdasarkan dengan keadaan yang sedang dihadapi.
Pada akhir tahun 1960-an, hubungan yang diterima tentang sikap dan perilaku ditentang oleh sebuah tinjauan dari penelitian.[3] Berdasarkan evaluasi sejumlah penelitian yang menyelidiki hubungan sikap-perilaku, peninjau menyimpulkan bahwa sikap tidak berhubungan dengan perilaku atau, paling banyak, hanya berhubungan sedikit.[3] Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sikap memprediksi perilaku masa depan secara signifikan dan memperkuat keyakinan semula dari Festinger bahwa hubungan tersebut bisa ditingkatkan dengan memperhitungkan variabel-variabel pengait.[4]
Kepuasan kerja adalah perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari evaluasi karakteristik-karakteristiknya.[1]
Keterlibatan pekerjaan adalah tingkat di mana seseorang memihak sebuah pekerjaan, berpartisipasi secara aktif di dalamnya, dan menganggap kinerja penting sebagai bentuk penghargaan diri.[1]
Komitmen organisasional adalah tingkat di mana seseorang memihak sebuah organisasi serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi itu.[1] Tiga dimensi terpisah komitmen organisasional adalah:[5]
Sikap (attitude) dalam konteks manajemen sumber daya manusia (MSDM) didefinisikan sebagai kecenderungan psikologis individu untuk mengevaluasi suatu entitas—baik itu orang, objek, ide, atau situasi—dengan tingkat kesukaan atau ketidaksukaan tertentu. Sikap mencerminkan penilaian emosional, keyakinan, dan persepsi yang membentuk komitmen serta tindakan karyawan dalam organisasi. Sikap dapat bersifat positif maupun negatif dan memengaruhi pilihan tindakan serta respons individu dalam berbagai situasi kerja.[6][7] Sikap karyawan sangat dipengaruhi oleh praktik MSDM yang diterapkan organisasi. Praktik MSDM yang baik dapat membentuk sikap positif karyawan, yang pada gilirannya mendorong perilaku kerja yang melebihi tugas utama (extra-role behavior) dan perilaku inovatif[8][9] Sikap juga berperan sebagai mediator antara persepsi karyawan terhadap praktik MSDM dan hasil kinerja organisasi. Persepsi positif terhadap praktik MSDM dapat meningkatkan keterlibatan (engagement) dan perilaku kewargaan organisasi (organizational citizenship behavior).[9][10]