Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiSidrotun Naim
Artikel Wikipedia

Sidrotun Naim

Sidrotun Naim, S.Si., M.Mart.St., MS., M.S., M.P.A., Ph.D. adalah seorang ilmuwan dan cendekiawan muslim dari Indonesia yang berkarier di IPMI International Business School. Ia dikenal sebagai Ahli Patologi Udang Indonesia. Selain itu, dia adalah Tenaga Ahli Menteri Kesehatan, inovator diagnostik udang dari Cekolam.id, serta Wakil Sekretaris Jenderal dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2022-2027. Keterlibatan Naim di NU secara langsung dimulai saat memulai pengajian nahdliyin di Brisbane, Australia pada tahun 2004-2005. Komunitas nahdliyin di Brisbane ikut melahirkan lahirnya Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama. Ketika kuliah dan bekerja di Amerika Serikat 2009-2016, Naim berkhidmat untuk PCINU Amerika Serikat - Kanada. Setelah pulang ke Indonesia, selain menjadi Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Naim tercatat sebagai mustasyar PCINU Amerika Serikat - Kanada.

ilmuwan dan ahli patologi udang Indonesia
Diperbarui 18 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sidrotun Naim
Sidrotun Naim bersama Raja Felipe VI dari Spanyol saat penganugerahan Prince of Asturias Pin

Sidrotun Naim, S.Si., M.Mart.St., MS., M.S., M.P.A., Ph.D. (lahir 29 Mei 1979) adalah seorang ilmuwan dan cendekiawan muslim dari Indonesia yang berkarier di IPMI International Business School. Ia dikenal sebagai Ahli Patologi Udang Indonesia.[1] Selain itu, dia adalah Tenaga Ahli Menteri Kesehatan, inovator diagnostik udang dari Cekolam.id,[2] serta Wakil Sekretaris Jenderal dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2022-2027. Keterlibatan Naim di NU secara langsung dimulai saat memulai pengajian nahdliyin di Brisbane, Australia pada tahun 2004-2005. Komunitas nahdliyin di Brisbane ikut melahirkan lahirnya Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU Australia - Selandia Baru). Ketika kuliah dan bekerja di Amerika Serikat 2009-2016, Naim berkhidmat untuk PCINU Amerika Serikat - Kanada. Setelah pulang ke Indonesia, selain menjadi Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Naim tercatat sebagai mustasyar PCINU Amerika Serikat - Kanada.[3]

Pendidikan

Perjalanan akademiknya dimulai di SD Makamhaji 3 Kartasura, di mana ia menempuh pendidikan dasar sebelum melanjutkan ke Madrasah Diniyah Awaliyah dan Wustha Syarif, Kartasura dari tahun 1985 hingga 1994. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, ia melanjutkan ke SMP Negeri 9 Surakarta, sebelum akhirnya menempuh jenjang sekolah menengah atas di SMA Negeri 3 Surakarta. Kecintaannya pada ilmu pengetahuan membawanya ke Institut Teknologi Bandung (ITB),[4] di mana ia meraih gelar Sarjana Sains (S.Si) pada tahun 2002. Ia kemudian melanjutkan studi ke luar negeri dan memperoleh gelar Master of Marine Studies (M.Mar.St) dari University of Queensland, Australia, pada tahun 2005. Dedikasinya terhadap ilmu lingkungan dan mikrobiologi semakin berkembang saat ia melanjutkan studi di University of Arizona, Amerika Serikat. Di sana, ia meraih gelar Master of Science (M.S.) dalam bidang Environmental Science pada tahun 2010, diikuti dengan M.S. dalam bidang Microbiology and Pathobiology pada tahun 2012. Pada tahun yang sama, ia berhasil menyelesaikan program doktoralnya dan meraih gelar Ph.D. dalam bidang Environmental Microbiology dari universitas yang sama. Selain latar belakang akademik yang kuat di bidang sains, ia juga memiliki minat yang besar dalam kebijakan publik. Hal ini mendorongnya untuk menempuh pendidikan di Harvard University, John F. Kennedy School of Government, Amerika Serikat, di mana ia memperoleh gelar Master in Public Administration (M.P.A.) pada tahun 2016. Di Harvard, ia juga mendapatkan Edward S. Mason Certificate in Public Policy and Management, serta Certificate in Management, Leadership, and Decision Sciences, yang semakin memperkaya keahliannya dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan di sektor publik. Dengan semangat belajar yang tak pernah padam, ia kini tengah menjalani studi doktoral di bidang Kajian Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sejak tahun 2021 hingga saat ini.[5]

Karier

Sidrotun Naim memulai kariernya sebagai ahli bioremediasi di Freeport, Papua, di mana ia menangani lahan bekas tambang. Pengalaman ini membuka matanya terhadap tantangan lingkungan, terutama di sektor kelautan Indonesia. Sepulang dari Australia, ia mengabdikan diri sebagai guru di Bandung sebelum bergabung dengan WWF Indonesia-Aceh.[6] Di sana, ia mendampingi para petambak udang yang terdampak tsunami, sebuah pengalaman yang kemudian mengarahkannya pada penelitian tentang penyakit udang setelah menghadapi kegagalan panen pada tahun 2008. Kecintaannya pada penelitian membawanya menempuh pendidikan lebih lanjut di Universitas Arizona, Amerika Serikat, di mana ia menyelesaikan tiga gelar akademik sekaligus.[7] Ia kemudian melanjutkan penelitian di Harvard Medical School, Boston, dengan fokus pada virologi dan bioinformatika. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai program kepemimpinan dan kebijakan publik di Harvard Kennedy School. Setelah kembali ke Indonesia, Sidrotun bergabung dengan Surya University sebagai dosen sekaligus Direktur Pusat Studi Budidaya Berkelanjutan dan Patologi (AquaPath). Di sana, ia mengembangkan riset tentang kesehatan udang dan keberlanjutan industri akuakultur. Karier akademiknya terus berkembang saat ia bergabung dengan IPMI International Business School sebagai staf pengajar dan menjabat sebagai Direktur Akademik (Wakil Rektor I), di mana ia berperan dalam mengembangkan kurikulum dan strategi akademik institusi tersebut.[8]

Penghargaan

Prestasi dan dedikasinya di bidang sains, inovasi, serta kepemimpinan telah diakui melalui penghargaan seperti Australian Development Scholarship (ADS) dan Presidential Fulbright Program dari US Department of State, yang membawanya menempuh pendidikan di universitas-universitas top dunia. Di Australia, ia meraih Dean’s Commendation for High Achievement dari University of Queensland, sementara di Amerika Serikat, bakatnya kembali diakui dalam University of Arizona Graduate Tuition Award, Harvard Kennedy School Graduate Award, dan University of Arizona Dissertation Award. Sebagai ilmuwan perempuan yang berdedikasi, ia mendapat L’Oréal Indonesia For Women in Science Award,[9] Schlumberger Foundation Faculty for the Future Award (Prancis), serta UNESCO - L’Oréal For Women in Science International Award 2012.[10] Inovasi dan kepemimpinannya juga mendapat apresiasi melalui Alltech Young Scientist Award, Global Innovation Initiative dari US Department of State, serta Research and Technology Award dari Menteri Riset dan Teknologi Indonesia. Tak hanya itu, perannya sebagai pemimpin juga diperhitungkan. Ia menerima Ambassador Award for Excellence dari Duta Besar Indonesia untuk AS, Indonesia Digital Women Award dari Telkom Indonesia dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Penghargaan Kartini Next Generation 2015 dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.[11]

Dedikasinya dalam kepemimpinan perempuan semakin diakui melalui program eksklusif From Harvard Square to Oval Office, pelatihan kepemimpinan yang hanya diperuntukkan bagi perempuan terpilih oleh Women and Public Policy Program, Harvard Kennedy School. Sebagai puncaknya, ia menerima The Lucius N. Littauer Award for Academic Excellence and Significant Impact on the Harvard Kennedy School Community serta dinobatkan dalam daftar Agile 50 – The World’s 50 Most Influential People Navigating Disruption pada tahun 2021.[12]

Referensi

  1. ↑ "Sidrotun Naim » The Science of Shrimp". TEDxJakarta (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-20.
  2. ↑ "CEKOLAM | Cek Penyakit Udangmu". www.cekolam.id. Diakses tanggal 2025-03-20.
  3. ↑ "IPMI". ipmi.ac.id. Diakses tanggal 2025-03-20.
  4. ↑ Sri Sumi Handayani, Jibi (26 Juni 2012). "Sidritun Naim Dokter Udang di Kancah Internasional". espos.id. Diakses tanggal 2025-03-20.
  5. ↑ Media, Kompas Cyber. "Dari Virus Udang Menuju Harvard - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-20.
  6. ↑ Fimela.com (2012-05-23). "Sidrotun Naim: Dokter Udang dengan Prestasi Internasional". fimela.com. Diakses tanggal 2025-03-20.
  7. ↑ brilio.net (2017-10-19). "Sidrotun Naim, Doktor Udang dari Indonesia". brilio.net. Diakses tanggal 2025-03-20.
  8. ↑ University, Surya. "Surya University". Surya University. Diakses tanggal 2025-03-20.
  9. ↑ Indonesia, Australia Awards-. "Raising awareness based on facts: the fight against coronavirus hoaxes". www.australiaawardsindonesia.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-20.
  10. ↑ Sidrotun Naim, Penerima penghargaan UNESCO 'Woman In Science" - Liputan Feature VOA Februari 2012, 2012-02-28, diakses tanggal 2025-03-20
  11. ↑ "Perempuan Peneliti dari Indonesia Terima Penghargaan Kerajaan Spanyol". edukasi.kompas.com. 2014-10-23. Diakses tanggal 2025-03-20.
  12. ↑ "Agile 50 - The world's 50 most influential people navigating disruption". Apolitical (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-20.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pendidikan
  2. Karier
  3. Penghargaan
  4. Referensi

Artikel Terkait

Kedokteran hewan di Indonesia

spesialis bedah, radiologi, penyakit dalam, patologi, hewan laboratorium, dan reproduksi. Para dokter hewan dan ilmuwan terkait yang bekerja sebagai peneliti

Anatomi

cabang biologi dan medis yang meninjau struktur makhluk hidup

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026