Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Shisa

Shisa adalah patung dekoratif tradisional masyarakat Ryukyu, biasanya sepasang, wujudnya bagai perpaduan antara singa dan anjing, dari mitologi Okinawa. Biasanya masyarakat meletakkan sepasang shisa di bubungan atap rumah atau mengapit gerbang rumah mereka. Shisa adalah sosok penjaga, dipercaya dapat menolak kekuatan jahat. Jika berpasangan, biasanya mulut shisa di sebelah kiri mengatup, sementara yang kanan terbuka. Mulut yang terbuka diyakini menghalau kekuatan jahat, sedangkan mulut yang tertutup menjaga agar kesejahteraan senantiasa datang.

Wikipedia article
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Shisa
Patung shisa.

Shisa (シーサーcode: ja is deprecated , bahasa Okinawa: siisaa) (shishi atau shisaa) adalah patung dekoratif tradisional masyarakat Ryukyu, biasanya sepasang, wujudnya bagai perpaduan antara singa dan anjing, dari mitologi Okinawa. Biasanya masyarakat meletakkan sepasang shisa di bubungan atap rumah atau mengapit gerbang rumah mereka. Shisa adalah sosok penjaga, dipercaya dapat menolak kekuatan jahat. Jika berpasangan, biasanya mulut shisa di sebelah kiri mengatup, sementara yang kanan terbuka.[1] Mulut yang terbuka diyakini menghalau kekuatan jahat, sedangkan mulut yang tertutup menjaga agar kesejahteraan senantiasa datang.

Di daratan utama Jepang, patung berpasangan serupa kini dikenali sebagai "anjing penjaga" atau kadang kala disebut "shisa dan anjing penjaga": yang di sebelah kanan dengan mulut terbuka adalah penjaga, sedangkan yang di kiri dengan mulut tertutup adalah shisa. Sejak zaman Edo mereka mulai disebut "anjing penjaga" di Jepang pada umumnya.[2] Pendapat tentang jenis kelamin shisa juga bervariasi. Beberapa masyarakat Okinawa percaya bahwa yang jantan mulutnya tertutup untuk mengahalau kekuatan jahat memasuki rumah, sementara yang betina mulutnya terbuka agar kekuatan baik menyebar.[3] Yang lain percaya bahwa yang betina mulutnya tertutup untuk "menjaga pengaruh baik", sementara yang jantan mulutnya terbuka untuk "menghalau pengaruh buruk".[4] (bandingkan dengan jenis kelamin jantan dan betina pada singa batu dalam kebudayaan Tionghoa.)

Seperti komainu (anjing singa), shisa adalah variasi singa penjaga ("anjing singa") dari Tiongkok.[5] Shisaa, atau anjing singa, adalah artefak kebudayaan Okinawa.

Lihat pula

  • Singa batu

Referensi

  1. ↑ "Okinawa Shisa Travelogue". Okinawa Prefectural Government. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-10-09. Diakses tanggal 2010-08-09.
  2. ↑ "Okinawa Shisa Travelogue". Okinawa Prefectural Government. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-10-08. Diakses tanggal 2010-08-09.
  3. ↑ "おきけん - シーサー". okiken.com. Diakses tanggal 2010-08-09.
  4. ↑ Titi28.seesaa.net
  5. ↑ "Okinawa Shisa Travelogue". Okinawa Prefectural Government. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-10-09. Diakses tanggal 2010-08-09.

Bibliografi

  • Chizue, Sesoko. Legends of Okinawa. First publication, in Okinawa, 1969.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Shisa.
  • Okinawan Tourist Bureau's site describing the significance of the Shisa
  • Stone Lion Dogs information
  • Image of a shisaa
  • Official Shisa Shop
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Jepang


Jepang

Artikel bertopik Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Referensi
  3. Bibliografi
  4. Pranala luar

Artikel Terkait

Prefektur Okinawa

prefektur di Jepang

Tunjuk-sebut

umum dilakukan di perkeretaapian Jepang, yang disebut sebagai shisa kanko (指差喚呼), shisa kakunin kanko (指差確認喚呼), atau yubisashi koshō (指差呼称); dan di perkeretaapian

Seni

proses membuat benda yang tidak bernilai intrinsik namun memiliki nilai ekstrinsik melalui pendekatan emosional atau estetika

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026