Shin Tae-yong adalah pelatih dan mantan pemain sepak bola profesional Korea Selatan. Dia menjadi orang pertama yang memenangkan Liga Champions AFC sebagai pemain (1995) dan pelatih (2010) bersama Seongnam Ilhwa Chunma.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

|
Shin Tae-yong pada tahun 2019 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Informasi pribadi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Nama lengkap | Shin Tae-yong | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tanggal lahir | 11 Oktober 1970 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tempat lahir | Yeongdeok, Korea Selatan | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Posisi bermain | Gelandang | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Karier junior | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 1988–1991 | Universitas Yeungnam | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Karier senior* | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tahun | Tim | Tampil | (Gol) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 1992–2004 | Seongnam Ilhwa Chunma | 295 | (76) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2005 | Queensland Roar | 1 | (0) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Total | 296 | (76) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tim nasional | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 1987 | Korea Selatan U-17 | 4 | (2) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 1988 | Korea Selatan U-20 | 1 | (1) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 1991–1992 | Korea Selatan U-23 | 16 | (4) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 1992–1997 | Korea Selatan | 23 | (3) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kepelatihan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2005–2008 | Queensland Roar (asisten) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2008–2010 | Seongnam Ilhwa Chunma (interim) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2010–2012 | Seongnam Ilhwa Chunma | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2014 | Korea Selatan (interim) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2015–2016 | Korea Selatan U-23 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2016 | Korea Selatan | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2017 | Korea Selatan U-20 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2017–2018 | Korea Selatan | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2020–2023 | Indonesia U-20 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2020–2025 | Indonesia U-23 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2020–2025 | Indonesia | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2025 | Ulsan HD | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Prestasi
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| * Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Shin Tae-yong | |
| Hangul | 신태용code: ko is deprecated |
|---|---|
| Hanja | 申台龍code: ko is deprecated |
| Alih Aksara | Sin Tae-yong |
| McCune–Reischauer | Sin T'ae-yong |
Shin Tae-yong (bahasa Korea: 신태용code: ko is deprecated , Hanja: 申台龍; lahir di Yeongdeok, 11 Oktober 1970) adalah pelatih dan mantan pemain sepak bola profesional Korea Selatan. Dia menjadi orang pertama yang memenangkan Liga Champions AFC (Kejuaraan Klub Asia) sebagai pemain (1995) dan pelatih (2010) bersama Seongnam Ilhwa Chunma.
Setelah lulus dari Yeungnam University, Shin menghabiskan selama 12 musim bermain bersama Ilhwa Chunma. Dia memenangkan K-League Young Player of the Year Award pada tahun 1992, pada tahun pertama kariernya sebagai pemain profesional. Dia pernah menjadi pemain kunci untuk Ilhwa Chunma ketika mereka memenangkan K-League tiga tahun berturut-turut, yakni dari tahun 1993 hingga 1995. Khususnya pada tahun 1995, dia menjadi MVP K-League, selain itu ia juga memenangkan Asian Club Championship pada akhir tahun. Setelah itu, Ilhwa Chunma tersendat untuk beberapa waktu, tetapi mereka sukses dalam menaklukkan pertandingan kembali dibawah kontribusi Shin Tae-yong. Mereka berhasil menjuarai liga untuk tiga tahun berturut-turut dari tahun 2001-2003, dan Shin Tae-yong juga memenangkan MVP Award keduanya pada tahun 2001. Dia berhasil mencetak 99 gol dan 68 assist di 401 pertandingan K-League, maupun Piala Liga. Dia bisa saja menjadi one-club man, tetapi ia memilih pergi ke Australia untuk membela Queensland Roar di A-League. Dia dianggap sebagai salah satu pemain K-League terbaik sepanjang masa, dan dipilih untuk K-League 30th Anniversary Best XI pada tahun 2013. Ia kemudian pensiun pada tahun 2005 karena memiliki masalah dengan pergelangan kaki. Dia menerima peran sebagai asisten pelatih di klub terakhirnya, untuk menjadi asisten Miron Bleiberg terutama dengan kemampuan tekniknya. Dia menorehkan 23 penampilan di pertandingan internasional, termasuk di ajang Piala Asia AFC 1996 untuk tim nasional Korea Selatan.
Shin memainkan 23 pertandingan internasional, termasuk di Piala Asia AFC 1996 untuk tim nasional Korea Selatan.[1]
Pada 6 Oktober 2005, Shin menyatakan pensiun sebagai pemain sepak bola karena pergelangan kakinya mulai bermasalah.[2][3][4] Dia kemudian melanjutkan kariernya dengan menjadi asisten pelatih Miron Bleiberg (8 pertandingan) dan Frank Farina (6 pertandingan) di Queensland Roar (sekarang Brisbane Roar FC) pada 1 Juli 2005–30 Juni 2008.[2] Selanjutnya, dia memperoleh tawaran dari Seongnam Ilhwa Chunma (sekarang Seongnam FC) untuk menjadi pelatih sementara pada 2008.[5]
Pada 2009, Shin menjadi pelatih interim Seongnam, memimpin tim ke tempat kedua di K League 2009 dan Piala FA Korea 2009, meskipun saat itu sedang kekurangan dana.[6] Dia menandatangani kontrak permanen untuk tahun berikutnya, ia berhasil memenangkan Liga Champions AFC 2010 dan Piala FA Korea 2011.[6] Dia menjadi orang pertama yang memenangkan Liga Champions AFC sebagai pemain dan manajer. Namun, performa tim menurun di musim 2012, serta diperparah oleh kematian Sun Myung Moon, pendiri Gereja Unifikasi yang merupakan pemilik klub, di tengah musim.[6] Dia akhirnya mengundurkan diri dari Seongnam setelah menyelesaikan musim.[6]

Pada Agustus 2014, ia menjadi asisten pelatih tim nasional Korea Selatan. Di bawah Shin, Korea Selatan mencapai Final Piala Asia 2015 untuk pertama kalinya dalam 27 tahun.[7] Pelatih Korea Selatan pada waktu itu adalah Uli Stielike, tetapi peran pembinaan yang sebenarnya dilakukan oleh Shin, yang mengambil alih taktik dan pelatihan tim.[8]
Shin juga menangani tim nasional Korea Selatan U-23 pada saat yang sama[9] dan berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Panas 2016. Korea Selatan berhasil menjadi juara grup dengan memperoleh 7 poin melawan Jerman, Meksiko, dan Fiji, tetapi secara mengejutkan mereka ditumbangkan oleh Honduras di babak perempat final.[10]
Pada 22 November 2016, Shin diangkat sebagai pelatih tim nasional Korea Selatan U-20 untuk mempersiapkan diri di ajang Piala Dunia U-20 FIFA 2017 yang digelar di Korea Selatan. Karena itu, ia meninggalkan tim senior untuk berkonsentrasi pada tim U-20. Di Piala Dunia, Korea Selatan finis di peringkat kedua grup dengan mengoleksi 6 poin dan maju ke babak gugur, tetapi mereka dikalahkan oleh Portugal di babak 16 besar.
Setelah Shin meninggalkan tim senior Korea Selatan, Stielike membuat hasil yang buruk di Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2018 dan akhirnya dicopot oleh Asosiasi Sepak Bola Korea. Pada 4 Juli 2017, Shin menjadi pelatih tim senior menggantikan Stielike.[11] Pada bulan Desember, ia memenangkan Kejuaraan EAFF 2017, setelah menghajar rival mereka, Jepang dengan skor telak 4–1 di pertandingan final. Meskipun dua kali imbang tanpa gol, Korea Selatan di bawah Shin memperoleh tiket ke putaran final Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia. Mereka tergabung bersama Swedia, Meksiko dan juara bertahan Jerman. Korea Selatan kalah 0–1 dari Swedia dan 1–2 dari Meksiko, tetapi mengejutkan semua orang dengan mengalahkan Jerman 2–0.
Pada 28 Desember 2019, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengkonfirmasi penunjukan Shin sebagai pelatih anyar Indonesia, menggantikan Simon McMenemy. Dia diberi kontrak 4 tahun.[12][13]
Setelah awal yang buruk untuk masa jabatannya di babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2022, ia memimpin Indonesia dengan usia pemain yang rata-rata 23,8 tahun ke final Kejuaraan AFF 2020. Pada bulan Juni 2022, ia berhasil membawa Indonesia lolos ke Piala Asia 2023, mengakhiri absen 16 tahun Indonesia dari kompetisi 4 tahunan tersebut, setelah kemenangan 2–1 melawan Kuwait dan kemenangan 7–0 melawan Nepal pada pertandingan terakhir untuk meraih tiket ke putaran final. Ia juga berhasil membawa tim U-23 lolos pertama kali ke Piala Asia U-23 AFC 2024 dan masuk ke semifinal dengan mendapat gelar peringkat keempat,[14] sehingga mendapat perpanjangan kontrak selama 3 tahun. Pada bulan Juni 2024, ia berhasil mencetak sejarah dengan membawa Indonesia lolos pertama kali ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 (AFC) sekaligus membawa Indonesia lolos otomatis ke Piala Asia AFC 2027.[15][16]
Sebagai seorang pemain, ia adalah seorang gelandang serang. Dia dijuluki sebagai "Fox of the Ground" atau "Rubah Lapangan".
| Klub | Musim | Liga | Piala Nasional | Piala Liga | Kontinental | Total | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Divisi | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | Tampil | Gol | ||
| Seongnam Ilhwa Chunma | K League 1992 | K League | 18 | 7 | — | 5 | 2 | — | 23 | 9 | ||
| K League 1993 | 28 | 5 | — | 5 | 1 | — | 33 | 6 | ||||
| K League 1994 | 23 | 7 | — | 6 | 1 | 29 | 8 | |||||
| K League 1995 | 26 | 6 | — | 7 | 0 | 33 | 6 | |||||
| K League 1996 | 24 | 18 | 5 | 3 | 29 | 21 | ||||||
| K League 1997 | 7 | 0 | 12 | 3 | 19 | 3 | ||||||
| K League 1998 | 7 | 1 | 17 | 2 | — | 24 | 3 | |||||
| K League 1999 | 25 | 4 | 10 | 5 | — | 35 | 9 | |||||
| K League 2000 | 27 | 7 | 7 | 2 | 34 | 9 | ||||||
| K League 2001 | 27 | 5 | 9 | 0 | 36 | 5 | ||||||
| K League 2002 | 26 | 4 | 11 | 2 | 37 | 6 | ||||||
| K League 2003 | 38 | 8 | 2 | 0 | — | 40 | 8 | |||||
| K League 2004 | 20 | 4 | 0 | 0 | 11 | 2 | 31 | 6 | ||||
| Total | 296 | 76 | 2 | 0 | 105 | 23 | 403 | 99 | ||||
| Queensland Roar | A-League 2005–2006 | A-League | 1 | 0 | — | — | 1 | 0 | ||||
| Total karier | 297 | 76 | 2 | 0 | 105 | 23 | 404 | 99 | ||||
| Tim nasional | Tahun | Tampil | Gol |
|---|---|---|---|
| Korea Selatan | 1992 | 1 | 0 |
| 1993 | 2 | 0 | |
| 1994 | 2 | 0 | |
| 1995 | 3 | 0 | |
| 1996 | 13 | 3 | |
| 1997 | 2 | 0 | |
| Total karier | 23 | 3 | |
| No. | Tanggal | Lokasi | Pen. | Lawan | Skor | Hasil | Kompetisi |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 30 April 1996 | Tel Aviv, Israel | 13 | 3–0 | 5–4 | Persahabatan | |
| 2 | 11 Agustus 1996 | Kota Hồ Chí Minh, Vietnam | 15 | 1–0 | 4–0 | Kualifikasi Piala Asia AFC 1996 | |
| 3 | 16 Desember 1996 | Dubai, Uni Emirat Arab | 21 | 2–1 | 2–6 | Piala Asia AFC 1996 |
| Tim | Dari | Sampai | Rekor | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Mn. | M | S | K | WR % | Ref. | |||||
| Seongnam Ilhwa Chunma | 8 Desember 2008 | 7 Desember 2012 | &&&&&&&&&&&&0183.&&&&&0183 | &&&&&&&&&&&&&080.&&&&&080 | &&&&&&&&&&&&&043.&&&&&043 | &&&&&&&&&&&&&060.&&&&&060 | 00Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal..Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal.43,72 | [18][19][20][21][22][23] | ||
| Korea Selatan (sementara) | 18 Agustus 2014 | 8 September 2014 | &&&&&&&&&&&&&&02.&&&&&02 | &&&&&&&&&&&&&&01.&&&&&01 | &&&&&&&&&&&&&&00.&&&&&00 | &&&&&&&&&&&&&&01.&&&&&01 | 00Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal..Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal.50,00 | [24] | ||
| Korea Selatan U-23 | 6 Februari 2015 | 31 Desember 2016 | &&&&&&&&&&&&&030.&&&&&030 | &&&&&&&&&&&&&018.&&&&&018 | &&&&&&&&&&&&&&09.&&&&&09 | &&&&&&&&&&&&&&03.&&&&&03 | 00Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal..Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal.60,00 | [25][26] | ||
| Korea Selatan U-20 | 22 November 2016 | 3 Juli 2017 | &&&&&&&&&&&&&010.&&&&&010 | &&&&&&&&&&&&&&05.&&&&&05 | &&&&&&&&&&&&&&02.&&&&&02 | &&&&&&&&&&&&&&03.&&&&&03 | 00Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal..Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal.50,00 | [27] | ||
| Korea Selatan | 4 Juli 2017 | 31 Juli 2018 | &&&&&&&&&&&&&021.&&&&&021 | &&&&&&&&&&&&&&07.&&&&&07 | &&&&&&&&&&&&&&06.&&&&&06 | &&&&&&&&&&&&&&08.&&&&&08 | 00Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal..Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal.33,33 | [28][29] | ||
| Indonesia U-20 | 1 Januari 2020 | 6 Juli 2023 | &&&&&&&&&&&&&029.&&&&&029 | &&&&&&&&&&&&&011.&&&&&011 | &&&&&&&&&&&&&&07.&&&&&07 | &&&&&&&&&&&&&011.&&&&&011 | 00Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal..Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal.37,93 | |||
| Indonesia U-23 | 1 Januari 2020 | 5 Januari 2025 | &&&&&&&&&&&&&025.&&&&&025 | &&&&&&&&&&&&&012.&&&&&012 | &&&&&&&&&&&&&&03.&&&&&03 | &&&&&&&&&&&&&010.&&&&&010 | 00Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal..Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal.48,00 | |||
| Indonesia | 1 Januari 2020 | 5 Januari 2025 | &&&&&&&&&&&&&063.&&&&&063 | &&&&&&&&&&&&&027.&&&&&027 | &&&&&&&&&&&&&015.&&&&&015 | &&&&&&&&&&&&&021.&&&&&021 | 00Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal..Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal.42,86 | |||
| Ulsan HD | 5 Agustus 2025 | 9 Oktober 2025 | &&&&&&&&&&&&&&08.&&&&&08 | &&&&&&&&&&&&&&02.&&&&&02 | &&&&&&&&&&&&&&03.&&&&&03 | &&&&&&&&&&&&&&03.&&&&&03 | 00Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal..Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal.25,00 | |||
| Total | &&&&&&&&&&&&0368.&&&&&0368 | &&&&&&&&&&&&0162.&&&&&0162 | &&&&&&&&&&&&&086.&&&&&086 | &&&&&&&&&&&&0120.&&&&&0120 | 00Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal..Kesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "," tidak dikenal.44,02 | |||||
Yeungnam University
Seongnam Ilhwa Chunma
Individu
Individu
Seongnam Ilhwa Chunma
Korea Selatan U-23
Korea Selatan
Indonesia
Indonesia U-23