Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiShi Yousan
Artikel Wikipedia

Shi Yousan

Shi Yousan, nama kehormatan (汉章), adalah seorang jenderal Tiongkok di Angkatan Darat Revolusioner Nasional yang menjabat sebagai Gubernur ke-9 Chahar dan Gubernur ke-3 Anhui di Republik Tiongkok.

Wikipedia article
Diperbarui 25 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Shi Yousan
Shi Yousan
石友三
Shi Yousan dengan seragam NRA, sebelum 1933
Gubernur Anhui ke-3
Masa jabatan
21 Oktober 1929 – 27 Januari 1930
Sebelum
Pendahulu
Fang Zhenwu
Pengganti
Wang Jinyu [zh]
Gubernur Chahar ke-9
Masa jabatan
14 Januari 1939 – Juli 1939[a]
Sebelum
Pendahulu
Liu Ruming
Pengganti
Bi Zeyu [zh]
Informasi pribadi
Lahir(1891-12-01)1 Desember 1891
Changchun, Jilin, Dinasti Qing
Meninggal1 Desember 1940(1940-12-01) (umur 49)
Puyang, Henan, Republik Tiongkok
KebangsaanTiongkok
Partai politikKuomintang
Julukan"Jenderal Pembelot"
"Shi yang membelot tiga kali"
"Budak Enam Marga"
Karier militer
Pihak Republik Tiongkok
 Kekaisaran Jepang
Dinas/cabangTentara Baru
Guominjun
Angkatan Darat Revolusioner Nasional
PangkatLetnan jenderal
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Shi Yousan (Hanzi: 石友三; Pinyin: Shí Yǒusān; 1 Desember 1891 – 1 Desember 1940), nama kehormatan (汉章),[1] adalah seorang jenderal Tiongkok di Angkatan Darat Revolusioner Nasional yang menjabat sebagai Gubernur ke-9 Chahar dan Gubernur ke-3 Anhui di Republik Tiongkok.

Shi dikenal karena sejarahnya berkhianat kepada siapapun yang ia bekerja, dimulai dari Wu Peifu, Feng Yuxiang, Chiang Kai-shek, Wang Jingwei, Zhang Xueliang dan Partai Komunis Tiongkok. Karena sering membelot dan berkhianat, terutama kepada Feng Yuxiang sebanyak tiga kali pada 1926, 1929 dan 1930, ia dikenal sebagai "Jenderal Pembelot" (Hanzi: 倒戈將軍; Pinyin: Dǎogē Jiāngjūn), "Shi Sanfan" (Hanzi: 石三翻; Pinyin: Shí sānfān; harfiah: 'Shi yang membelot tiga kali') dan "Budak Enam Marga" (Hanzi: 六姓家奴; Pinyin: Liù xìng jiānú)[b]

Kehidupan awal

Shi lahir pada 1891 di Jiutai, Changchun, Jilin, Dinasti Qing kepada keluarga setempat yang miskin. Di masa mudanya, Shi bekerja magang di Toko Biji-bijian Bijia di Changchun. Di sana, Shi berteman dengan Bi Guangyuan, seorang anggota keluarga Bi yang kaya, dan dapat bersekolah di SD Dongguan yang dikelola pemerintah melalui persahabatan tersebut. Salah satu guru sekolah dasarnya adalah seorang remaja Shang Zhen.[3] Pada tahun 1908, ia meninggalkan pendidikan untuk berdinas militer, bergabung sebagai seorang tentara dibawah Wu Peifu di Tentara Baru, di unit yang dipimpin Cao Kun,[4] bergarnisun di Changchun dan kemudian di Langfang, Hebei.[5]

Karier

Era Panglima Perang

Pada tanggal 29 Februari 1912, saat berada di Beijing, Shi meninggalkan pasukan Cao ketika rekan prajuritnya memulai Pemberontakan Renzi [zh], termotivasi karena gaji yang belum dibayar dan kebijakan kontroversial Yuan Shikai untuk menempatkan Beijing sebagai ibukota, bukan Nanjing. Ia menjawab seruan dari Feng Yuxiang, yang menggambarkan Shi sebagai "memiliki kepala seperti rusa dan mata seperti tikus, dan kurus seperti kayu bakar". Feng menolak permintaannya sebagai seorang tentara karena tingginya yang pendek sebesar 160 cm atau 4 kaki 5 inci tersebut[c], di mana Feng kemudian memanggilnya "delapan inci" ("地八寸code: zh is deprecated "), tetapi membiarkannya bergabung sebagai pemelihara kuda. Shi akhirnya mendapatkan dukungan Feng karena menunjukkan pola pikir strategis selama pertemuan taktis dengan para perwiranya dan memamerkan kemampuan tempur tangan kosong yang dia pelajari selama tiga bulan tinggal di sekolah seni bela diri (dari mana dia dikeluarkan setelah mencoba meyakinkan siswa lain untuk mengikuti ujian untuknya). Selain itu, meskipun ia putus sekolah di sekolah menengah atas, Shi masih memiliki pendidikan yang jauh lebih tinggi daripada sebagian besar prajurit dan perwira Feng, dan dengan demikian secara bertahap naik pangkat. Dalam pertempuran, Shi juga membedakan dirinya sebagai komandan yang efektif, seperti dalam pertempuran Puyang di bawah kendali Chen Shufan selama Perang Zhili–Anhui. Setelah beberapa pertempuran resimen gagal, Shi mengorganisir "pasukan kematian" yang terdiri dari 120 tentara, secara pribadi memberi masing-masing tiga dolar perak dan memimpin penyerangan di desa, sehingga terjadi pengambilalihan total.[6]

Selama waktunya sebagai tentara dibawah Feng Yuxiang, Shi menjadi teman dekat dengan Gao Shuxun yang bergabung ke kompeninya pada 1916 dan selalu mengabdi dibawah Shi selama satu dekade dan menjadi saudara sedarah. Pada 1924, Shi dengan Liu Guitang memimpin Tentara Pelindung Nasional Tiongkok Utara, sebuah unit independen yang terkenal melakukan aksi banditisme di daerah pedesaan sekitar Beijing. Shi kemudian naik pangkat sebagai komandan Divisi ke-6 pada September 1924.[5]

Pada Oktober 1924, Feng melancarkan Kudeta Beijing dan kemudian membentuk Guominjun. Shi menjadi salah satu "tiga belas penjaga" (十三太保code: zh is deprecated ), dianggap sebagai tokoh terkemuka di Guominjun, dan kemudian menjadi komandan Brigade Campuran ke-8 di Angkatan Darat ke-1. Pada 1926, ia naik pangkat menjadi letnan jenderal di Tentara Beiyang.[3][7]

Selama Perang Anti-Fengtian pada 1926, pasukan Shi bersiaga di Nankou (sekarang Changping, Beijing) dibawah ancaman rutin dari aliansi Kelompok Zhili dan Kelompok Fengtian. Yan Xishan menyerang Guominjun dari Shanxi dan Shi bersama Han Fuju ditugaskan untuk menangkal serangan Yan. Karena pasukan mereka lebih lemah, Shi dan Han melalui guru Shi, Shang Zhen, menegosiasikan pakta non-agresi tanpa sepengetahuan Feng dan pura-pura mundur pada Agustus. Pasukan utama Feng kemudian mulai meninggalkan posisi mereka di Beijing dan para pembelot mulai masuk ke resimen Shi dan Han dan mulai diintegrasikan ke pasukan mereka sendiri. Menghadapi kekalahan, Feng melarikan diri ke Uni Soviet. Setelah itu, Shi dan Han menyerah kepada Yan Xishan.[5]

Pada September, Shi bersumpah setia kepada Chiang Kai-shek dan Kuomintang setelah Kuomintang melancarkan Ekspedisi ke Utara pada Juli. Melihat bahwa kekuatan Feng mulai kembali menguat, Shi kembali ke pasukan Feng, dan ditunjuk sebagai panglima tertinggi Divisi ke-5 Guominjun di Shaanxi, dilaporkan setelah memberikan permintaan maaf tulus dimana Shi berlutut dan menangis di hadapan Feng. Sebagai hukuman untuk pembelotan Shi, Feng memecat kepala stafnya, Zhang Longhua dan menggantikannya dengan perwira kepercayaan Feng, Li Bingxuan untuk melaporkan langsung kegiatan Shi kepada Feng. Tidak lama kemudian, Shi menculik Li Bingxuan dan menguburnya hidup-hidup sebagai peringatan kepada Feng.[5][8]

Pada Juni tahun depan, Guominjun direorganisasi menjadi Kelompok Angkatan Darat ke-2 di Angkatan Darat Revolusioner Nasional (NRA) dan Shi menjadi wakil panglima tertinggi Pasukan Depan ke-1 dan Komandan Angkatan Darat ke-5.[7] Pada fase kedua Ekspedisi ke Utara, wilayah yang sudah dikuasai oleh NRA di Henan diserang oleh Fan Zhongxiu, seorang mantan murid Vihara Shaolin yang menjadi tentara. Feng memerintah Shi untuk bergerak selatan dari Shandong untuk melawan pasukan Fan beserta pasukan pimpinan Song Zheyuan.[9]

Pada April, Shi berpartisipasi dalam Pertempuran Yutai-Guting melawan pasukan Sun Chuanfang dan menjadi satu-satunya jenderal NRA yang bertahan menguasai wilayah tersebut. Pada akhir 1928, Ekspedisi ke Utara dideklarasikan usai dan dengan demobilisasi, Shi dipindahtugaskan menjadi komandan Divisi ke-24 NRA dan distasiunkan di Nanyang.[10]

Pada Mei 1929, saat Feng mengsekutukan Guominjun dengan Kelompok Guangxi Baru pada Perang Chiang-Gui, Shi membelot kepada Chiang Kai-shek setelah disogok dan dijanjikan untuk menjabat sebagai Gubernur Anhui, secara umum mengecam Feng Yuxiang karena telah melakukan "sepuluh dosa besar".[d] Sepanjang musim gugur, basis operasi baru Shi dipindahkan dari Xuchang ke Bozhou dan akhirnya Dezhou. Namun, pada bulan Desember, Shi berselisih dengan Chiang mengenai posisi ketua dan penolakan Shi untuk mengirim pasukan untuk melawan Li Zongren dan Chen Jitang di Guangdong, yang sebelumnya merupakan sekutunya, dan malah bersekutu dengan pesaing partai Chiang, Tang Shengzhi. Perseteruan tersebut memuncak dalam sebuah insiden pada tanggal 2 Desember di stasiun kereta api Pukou di mana Shi dilaporkan menyatakan "Pak Tua Chiang bukan apa-apa, hancurkan dia!" ("老蒋不是个东西,轰他!") dan menjadikan Nanjing sasaran serangan artileri selama beberapa jam dengan pasukan gabungan Tang, Li, dan Chen, yang ditujukan ke kantor Chiang di Istana Kepresidenan. Setelah Tang disingkirkan, Shi berhubungan kembali dengan Yan Xishan dan melalui dia kembali berhubungan dengan Feng Yuxiang, yang menugaskannya sebagai penanggung jawab Korps Area ke-4 dari Tentara Aliansi Anti-Chiang dan menempatkannya di Xinxiang.[5]

Insiden Kuil Shaolin

Pada pertengahan-akhir Maret 1928, pasukan Shi diperintah Feng untuk mengusir Fan dari Dengfeng. Fan membuat markasnya di Vihara Shaolin, dimana ia menjadi seorang upasaka dibawah mantan kepala bikkhu Heng Lin [zh]. Awalnya, kepala bikkhu vihara terbaru Miao Xing [zh] bersimpati kepada panglima perang utara untuk melindungi kepentingan rakyat lokal dan dibunuh pada 6 Maret 1927 dalam pertempuran melawan jenderal NRA Ren Yingqi saat mengomando Resimen Bela Diri Vihara Shaolin ke-1. Pada saat Shi tiba di vihara tersebut untuk mencari Fan, para bikkhu sudah berorganisir untuk mengangkat senjata untuk melindungi Fan dari segala kesakitan karena Fan merupakan anggota mereka. Di pertempuran tersebut, sebanyak 200 bikkhu terbunuh dan api membakar Aula Dharma. Komandan brigade Su Mingqi kemudian memerintah sebagian besar bagian vihara dibakar sebagai hukuman atas perlawanan para bikkhu, dan dalam kurun waktu 40 hari, 90% vihara tersebut hancur dan banyak naskah suci yang tersimpan di perpustakaan vihara tersebut hangus terbakar. Kemudian menurut pendapat biara, peristiwa itu terjadi karena kepala biara Miao Xing melanggar Vinaya melalui inisiatif pembelaan dirinya dan karma negatif tersebut menyebabkan kematiannya dan bencana alam tahun 1928.[11][12][13]

Dekade Nanjing

Portret Shi di Biografi terbaru tokoh-tokoh penting Tiongkok

Dalam Perang Zhongyuan, Shi masih bertugas dibawah Feng. Setelah serangkaian kekalahan pada Mei 1930 terutama di Pertempuran Caoxian [zh], Dongming [zh], dan Xiangcheng [zh], sekretaris Shi Liu Yidan tiba di Wuhan membawa surat dari He Yingqin, di mana ia setuju untuk bekerja untuk Kuomintang bersama Han Fuju dan seluruh pasukan dibawah mereka dengan jumlah sebesar sepertiga dari seluruh pasukan Feng. Shi telah diberi insentif oleh janji He untuk memberikan konsesi yang besar kepada para jenderal di bawah Feng yang bersedia membelot. Kerugian besar inilah yang menyebabkan Feng mengumumkan "pensiunnya" dan kemudian melarikan diri ke Taiyuan bersama Yan Xishan. Pada tanggal 1 Juni, Shi menerima hadiah sebesar lima juta yuan dan diangkat menjadi panglima tertinggi Rute ke-13 Tentara Anti-Pemberontak dalam sebuah upacara dadakan di Xuchang melalui utusan Chiang, Qian Dajun [zh].[14] Namun, Shi secara rahasia masih memberi bantuan kepada kekuatan anti-Chiang yang tersisa yang dipimpin oleh Sun Dianying di Pertempuran Henan Timur, menguasai Desa Caozhuang dengan rencana menyandera Chiang dari pusat komandonya di stasiun Liuhe [zh] yang tidak jauh, tetapi pasukan yang ditugaskan gagal melakukan perjalanan sejauh 30 mil karena hujan.[10]

Pada awal 1931, saat di Shenyang, Shi menghubungi Zhang Xueliang yang juga berpisah dari Feng untuk bekerja untuk Kuomintang dan menawarkan aliansi dengannya. Zhang setuju dan memberikan Shi gaji sebesar 600,000 yuan dengan 200,000 yuan dibayar dimuka sebagai iktikad baik. Shi kemudian mendirikan pusat komandonya di Xingtai, terdiri dari puluhan ribu mantan prajurit di bawah Feng Yuxiang dan Yan Xishan dan menggunakan mereka untuk menduduki jalur kereta api Pinghan, setelah mendengar rencana Zhang untuk melakukannya. Pada Mei 1931, Shi bekerja sama dengan Wang Jingwei, yang juga bersekutu dengan Li Rongzen, Chen Jitang, dan Liu Guitang, menjanjikan Shi posisi di pemerintahan anti-Chiang yang dibentuk oleh Kelompok Bukit Barat dibawah Hu Hanmin di Guangzhou, juga menunjuk panglima tertinggi Grup Angkatan Darat ke-5 dan memberinya 500.000 yuan.[10] Kerja sama Shi dengan Zhang terus berlanjut hingga 18 Juli, ketika Shi diberi tahu bahwa Zhang telah meninggal karena sakit di Beijing dan dengan asumsi bahwa wilayah Zhang bebas untuk direbut, Shi segera mengerahkan pasukannya ke utara untuk mengambil alih. Sesampainya di Manchuria pada 31 Juli, tentara Shi dicegat dalam gerakan menjepit oleh tentara Chiang Kai-shek dan Zhang Xueliang yang masih hidup, sehingga hanya menyisakan sekitar 4.000 orang untuk kembali ke Dezhou. Zhang kemudian merenungkan keterlibatannya dengan Shi, "Seekor anjing akan selalu memakan kotoran, dan serigala akan selalu memakan orang, sungguh sulit untuk mengubah sifat seseorang."("狗改不了吃屎,狼改不了吃人,真是本性难移啊。").[5] Selama sisa musim panas tahun 1931, Shi menghadapi lebih banyak kerugian, termasuk melawan pasukan gabungan Chen Jicheng [zh] dan Liu Chih di Pertempuran Baoding pada 29 Juli dan kekalahan hebat melawan Han Fuju di Pertempuran Dezhou pada 8 Agustus, yang membuatnya kemudian "mengundurkan diri" sebagai panglima perang. Aktivitas militernya terhenti selama beberapa bulan saat ia berdamai dengan Han dan mencari perlindungan dari Chiang di kediamannya di Jinan.[15]

Pada September 1932, Shi diduga terlibat dalam pembunuhan mantan panglima perang Zhang Zongchang yang merupakan sahabat pribadinya dengan bantuan mantan sekutunya Feng Yuxiang dan Han Fuju, yang saat itu menjadi gubernur militer di Shandong. Sehari sebelum pembunuhan Zhang, pada tanggal 2 September 1932, Shi menyelenggarakan perjamuan atas nama Han untuk Zhang guna membahas kemungkinan operasi militer untuk melawan Jepang, yang telah menginvasi Manchuria tahun sebelumnya. Shi menunjukkan minat yang besar pada revolver yang dibawa Zhang dan menerima senjata yang sama sebagai hadiah pada akhir perayaan. Peristiwa itu kemudian diduga sebagai taktik untuk membuat Zhang mabuk dan melucuti senjatanya sebelum ia meninggalkan provinsi tersebut untuk berangkat ke Beijing melalui stasiun kereta api Jinan, di mana Zhang akan ditembak mati oleh Zheng Jicheng [zh], putra angkat Zheng Jinsheng [zh] yang pendendam, seorang jenderal dibawah Feng dan salah satu saudara iparnya, yang dibunuh oleh Zhang selama Era Panglima Perang.[16][17]

Pada Oktober 1932, Shi meninggalkan Jinan menuju konsesi Jepang di Tianjin untuk menghadiri pertemuan rahasia dengan jenderal Jepang Kenji Doihara dan pembelot Yin Rugeng, yang memberikannya properti atas kerjasamanya. Ia kembali berasosiasi dengan Liu Guitang yang telah menjadi seorang perwira di Angkatan Darat Kekaisaran Manchukuo dan merekrut mantan panglima perang untuk Jepang. Chiang Kai-shek telah menyadari pengkhianatan ini dan meminta komandan Beijing Chen Gongshu [zh] untuk merencanakan pembunuhan Shi, yang kemudian memerintah agen Wang Wen untuk pergi ke Tianjin. Wang kemudian menyogok asisten kemah Xian Hongxia untuk menyuruh koki untuk memasukan racun di rebusan panas yang akan disantap Shi dengan istri ketiganya saat ia sedang berkunjung. Rencana ini gagal karena Shi memperhatikan sikap cemas koki saat menyajikan makanan dan menodong senjata ke koki untuk mengaku. Xian ditangkap saat ia mencoba merebut pistol Shi dan diserahkan kepada Jepang sebagai "agen Nanjing", tetapi Shi tidak pernah menyadari siapa yang sebenarnya memerintah percobaan pembunuhannya.[3][18] Namun, Shi sempat mengurangi hubungannya dengan Jepang setelah berhasil membunuh panglima perang sekaligus kaki tangannya Zhang Jingyao pada 7 Mei 1933. Pada bulan yang sama, setelah Gencatan Senjata Tanggu, Shi ditugaskan di Komando Keamanan Jibei (Hebei Utara) Pemerintah Nasional oleh pendudukan Jepang. Sepanjang tahun 1934, selama tahap akhir Pasifikasi Manchukuo, ia dan Liu Guitang bertindak sebagai agitator untuk konsesi Jepang, melakukan operasi bandit dan mengorganisir kerusuhan publik terhadap pasukan keamanan ROC di zona sipil di Yutian, Zunhua, dan daerah lain yang berbatasan dengan Tianjin dari markas besar mereka di Qinghe (sekarang menjadi subdistrik Beijing). Ini berakhir pada tanggal 3 Agustus 1935, ketika Liu terluka parah dalam sebuah percobaan pembunuhan di Luanzhou dan untuk sementara waktu tidak dapat bertugas. Pelakunya, Li Zhenhua, mengaku telah bertindak atas nama Shi dan lingkaran dalamnya, tetapi pejabat Jepang yang memimpin penyelidikan tersebut malah menyalahkan Tao Shaoming, yang sempat menjabat sebagai pengawas eksekutif dan delegasi khusus untuk zona penyangga Manchukuo sebelum digulingkan setelah menolak tawaran untuk menjadi kolaborator. Tao ditahan selama dua minggu, tetapi dilepaskan setelah pembebasannya dinegosiasikan karena kurangnya bukti.[15][19]

Pada Desember 1935, Shi melamar pekerjaan pemerintahan kepada teman seperjuangannya Song Zheyuan yang menjabat sebagai Gubernur Chahar. Pada titik ini, Song sangat membenci Shi, karena tahu betul pengkhianatan Shi yang berulang, tetapi karena tekanan dari pihak luar Jepang, yang memegang kendali atas pemerintahannya, Song diyakinkan untuk mengangkatnya menjadi komandan Divisi ke-181, yang konon terdiri dari mantan bandit di bawah Feng Shoupeng di Hebei, untuk menghentikan permintaannya yang terus-menerus dan menjauhkannya dari pasukan Jepang yang kemungkinan besar akan berkolusi dengannya. Akhirnya, ketika batalion itu dipecah menjadi tiga resimen, Shi dipersatukan kembali dengan Gao, yang memperoleh kendali atas salah satu resimen lainnya bersama Song.[5] Pada awal Juli 1936, ia pindah dari konsesi Jepang menuju ke konsesi Inggris di Tianjin setelah percobaan pembunuhannya oleh Liu Guitang pada 20 Juni.[15]

Perang Tiongkok-Jepang Kedua

Pada tahap awal Perang Tiongkok–Jepang Kedua pada Juli 1937 setelah Insiden Jembatan Marco Polo, Shi menyatakan akan mendukung Kuomintang dalam upaya perlawanan melawan Jepang namun ia secara rahasia berencana menggulingkan Chiang dari posisinya melalui kerja sama dengan mantan panglima perang secara bersama ataupun secara terpisah. Pasukan Shi direorganisasi menjadi Divisi ke-181 dan kemudian Korps ke-69.[20]

Dalam Pertempuran Taierzhuang, Shi dan Gao masing-masing memimpin Korps ke-69 dan Angkatan Darat Kedelapan Baru. Dalam Pertempuran Wuhan pada tahun yang sama, Shi sempat menguasai Jinan dengan garnisun yang terdiri dari 1.000 tentara.[21]

Mulai dari 1938, saat mengabdi sebagai komandan Korps ke-69 dan melancarkan perang gerilya melawan Jepang di Shandong, Shi berkolusi dengan Angkatan Darat Rute Kedelapan milik Partai Komunis Tiongkok di Hebei tanpa sepengetahuan atasannya, setelah memberikan intelijen penting yang memungkinkan mereka untuk menangkap pemimpin gerilya Qin Qirong, yang merupakan teman kepercayaan Shi.[22] Saat bekerja sama dengan mereka, Shi memberikan lokasi markas Jepang kepada pasukan komunis agar diserang, di mana ia merencanakan menggunakan pasukan komunis sebagai cara untuk menguasai Shandong, tetapi menjadi kecewa dengan rencana ini setelah menyadari bahwa ia tidak akan dipromosikan ke tingkat kepemimpinan yang lebih tinggi atau diberi komando atas batalion yang cukup besar untuk membangun pemerintahan militer. Untuk waktu yang singkat, Deng Xiaoping dan Yang Xiufeng bekerja di departemen yang diawasi oleh Shi.[8]

Catatan kaki

  1. ↑ Although Shi was officially no longer acting in office due to cooperation with the enemy, the title remained vacant and Shi's term technically only ended with his death. Bi was inaugurated as an interim acting governor on 20 December, 1940 and replaced by Feng Qinzai on 26 August 1941.
  2. ↑ "Marga" tersebut berasal dari tokoh terkemuka dan organisasi yang ia bersumpah untuk bekerja, sebagai referensi dari panglima perang Lü Bu, yang kadang dikenal sebagai "Budak Tiga Marga".[2]
  3. ↑ Satuan pengukuran Tiongkok disamakan dengan satuan kekaisaran, sehingga chi dan cun diterjemahkan menjadi kaki dan inci, meskipun yang pertama lebih panjang. Dalam satuan imperial, itu sama dengan 5 kaki 3 inci.
  4. ↑ Mengacu pada "perbuatan tidak baik" Kammapatha dalam agama Buddha

Lihat pula

  • Lü Bu

Referensi

  1. ↑ 中国名人录 (dalam bahasa Tionghoa) (Edisi 4). Shanghai: The China Weekly Review. 1933. hlm. 88.
  2. ↑ D. Lary (2006): Treachery, Disgrace and Death: Han Fuju and China's Resistance to Japan", War in History, 13 (1) 65-90 (footnote 8 on p. 70)
  3. 1 2 3 "第五節 民國軍閥中的第一"變色龍"". 文学城. 20 July 2015.
  4. ↑ Dryburgh, Marjorie E (1993). Song Zheyuan, the Nanjing government and the north china question in Sino-Japanese relations, 1935-1937. Durham e-Theses (Thesis) (dalam bahasa Inggris). Durham University. hlm. 140.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 "一报还一报,火烧少林寺爱埋活人的军阀石友三被结拜兄弟活埋" [Retaliation: Warlord Shi Yousan who burned the Shaolin Temple and who loved to bury the dead was buried alive by his sworn brother]. Sohu (dalam bahasa Tionghoa). 2021-09-27.
  6. ↑ "火烧少林寺的石友三,被结拜兄弟活埋,最高兴的人居然是他五姨太" [Shi Yousan who burned down the Shaolin Temple was buried alive by his sworn brother. The happiest person was actually his fifth concubine.]. 163 (dalam bahasa Tionghoa). 2022-08-20.
  7. 1 2 "Biography of Lieutenant-General Shi Yousan - (石友三) - (Shih Yu-shan) (1891 – 1940), China". The Generals of WWII.
  8. 1 2 "民国军阀第一"变色龙"石友三被部下活埋" [Shi Yousan, number one "chameleon" of the Republic of China, was buried alive by his subordinates]. ChinaNews (dalam bahasa Tionghoa). 21 February 2012. Diakses tanggal 18 August 2024.
  9. ↑ Shen, Qingsheng (1978). 民国人物传. Chinese Academy of Social Sciences.
  10. 1 2 3 "惨遭活埋!备受张学良和蒋介石青睐的石友三到底做错了什么?" [Buried alive! What did Shi Yousan, who was favored by Zhang Xueliang and Chiang Kai-shek, do wrong?]. 163 (dalam bahasa Tionghoa). 2023-02-25.
  11. ↑ Gene Ching. Kungfumagazine.com Diarsipkan 2003-01-02 di Wayback Machine., Bak Sil Lum vs. Shaolin Temple].
  12. ↑ "石友三为何要火烧少林寺?石友三烧少林寺始末" [Why did Shi Yousan want to burn down the Shaolin Temple? The whole story of three burnings of Shaolin Temple by a close friend]. www.qulishi.com (dalam bahasa Tionghoa). 2018-12-04. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-05. Diakses tanggal 2023-10-22.
  13. ↑ Chan-Wyles, Adrian (2016). "Why the Shaolin Temple was Burned in 1928". CH'AN DAO MARTIAL ARTS ASSOCIATION (禅道武术协会) (dalam bahasa Inggris).
  14. ↑ Worthing, Peter (2016). General He Yingqin: The Rise and Fall of Nationalist China (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. hlm. 126–127. ISBN 978-1-107-14463-7.
  15. 1 2 3 Graefe, Nils (1 April 2009). Liu Guitang (1892-1943): Einer der größten Banditen der chinesischen Republikzeit [Liu Guitang (1892-1943): One of the greatest bandits of the Chinese Republican Era] (dalam bahasa Jerman). Harrassowitz. ISBN 978-3447058247.
  16. ↑ Wang, Weinong. "韩复榘的特跌和张宗昌的被杀" [Han Fuju's fall and Zhang Zongchang's murder]. Young China Party (dalam bahasa Tionghoa). hlm. 197.
  17. ↑ Zheng, Jicheng (1983) [5 June 1936]. 我殺死國賊張宗昌之經過詳情 [The details of how I killed the national traitor Zhang Zongchang] (dalam bahasa Tionghoa).
  18. ↑ "军统局最传奇的杀手,毒杀石友三,暗杀汪精卫,枪杀张啸林" [The most legendary killer of the Military Command Bureau, he poisoned Shi Yousan, assassinated Wang Jingwei, and shot Zhang Xiaolin]. Sohu. 2019-07-30.
  19. ↑ "民国"倒戈将军"石友三的最终下场" [The final fate of Shi Yousan, the "rebellious general" of the Republic of China]. 历史很好玩儿 (dalam bahasa Tionghoa). 26 December 2018.
  20. ↑ Hirayama, Nagatomi (2022). The Making and Unmaking of the Chinese Radical Right, 1918–1951 (dalam bahasa Inggris). University of Nottingham Ningbo China: Cambridge University Press. hlm. 134.
  21. ↑ "程子华、宋任穷:三打石友三" [Cheng Zihua and Song Renqiong: against Shi Yousan]. 1937 Nanjing. 2024-01-31 [October 1986; Taihang Memorial Hall]. Diakses tanggal 2024-08-29.
  22. ↑ Lawson, Konrad (2012). "Wartime Atrocities and the Politics of Treason in the Ruins of the Japanese Empire, 1937-1953". Harvard Library: 295.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal
  2. Karier
  3. Era Panglima Perang
  4. Dekade Nanjing
  5. Perang Tiongkok-Jepang Kedua
  6. Catatan kaki
  7. Lihat pula
  8. Referensi

Artikel Terkait

Biografi terbaru tokoh-tokoh penting Tiongkok

artikel biografi tokoh tiongkok

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026