Sfenj adalah sejenis donat khas Maghreb yang memiliki tekstur ringan dan berpori, dibuat dari adonan yang digoreng hingga berwarna keemasan. Hidangan ini biasanya disajikan polos, ditaburi gula, atau dicelupkan ke dalam madu. Sfenj merupakan makanan yang populer di seluruh kawasan Maghreb dan secara tradisional dijual pada pagi hari untuk sarapan atau pada sore hari sebagai teman minum teh—terutama teh mint Maghreb—atau kopi. Istilah "sfenj" digunakan di Aljazair dan beberapa wilayah Maghreb lainnya, sementara di Tunisia hidangan serupa dikenal dengan nama bambalouni, dan di Libya disebut sfenz. Di Maroko, istilah "sfenj" juga digunakan dan sering dijuluki sebagai "donat Maroko" dalam berbagai literatur. Di Aljazair, makanan ini juga dikenal dengan sebutan khfaf atau ftayr, dan kadang disebut pula sebagai "donat Aljazair".
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Sfenj (dari bahasa Arab: سفنجcode: ar is deprecated , translit. Safanj, berarti "spons") adalah sejenis donat khas Maghreb yang memiliki tekstur ringan dan berpori, dibuat dari adonan yang digoreng hingga berwarna keemasan. Hidangan ini biasanya disajikan polos, ditaburi gula, atau dicelupkan ke dalam madu. Sfenj merupakan makanan yang populer di seluruh kawasan Maghreb dan secara tradisional dijual pada pagi hari untuk sarapan atau pada sore hari sebagai teman minum teh—terutama teh mint Maghreb—atau kopi.[1] Istilah "sfenj" digunakan di Aljazair dan beberapa wilayah Maghreb lainnya, sementara di Tunisia hidangan serupa dikenal dengan nama bambalouni,[2] dan di Libya disebut sfenz.[3] Di Maroko, istilah "sfenj" juga digunakan dan sering dijuluki sebagai "donat Maroko" dalam berbagai literatur.[4][5][6] Di Aljazair, makanan ini juga dikenal dengan sebutan khfaf atau ftayr,[7][8][9] dan kadang disebut pula sebagai "donat Aljazair".[10][11]
Selain sfenj biasa, terdapat dua jenis sfenj khusus, tidak termasuk berbagai topping seperti madu, sirup, dan gula yang sering digunakan.[12] Varian pertama adalah sfenj matifiyya (Arab: السفنج المطفية), yaitu sfenj yang dipipihkan terlebih dahulu kemudian digoreng untuk kedua kalinya. Varian kedua adalah sfenj matifiyya bil-baydh (Arab: السفنجة المطفية بالبيض), yakni sfenj matifiyya yang ditambahkan telur sebelum digoreng ulang.
Di Libya, sfenj biasanya disantap dengan taburan gula atau direndam dalam madu maupun madu kurma. Hidangan ini dapat dinikmati sebagai sarapan pada hari Jumat atau sebagai teman minum teh di sore hari.[13] Meskipun dikonsumsi sepanjang tahun,[14] sfenj menjadi sangat populer pada musim dingin serta selama bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri.[15] Versi Libya ini merupakan variasi dari sfenj donat yang tersebar luas di berbagai negara Maghreb lainnya.[3]
Selain disajikan secara biasa, sfenj juga dapat dibuat dengan telur goreng di bagian tengahnya.[15] Telur tersebut bisa dimasak setengah matang atau matang penuh, dan sering kali diberi tambahan keju di atasnya.[3][14]
Sfenj (bahasa Ibrani: סְפינְג'code: he is deprecated , translit. Sfinj) masuk ke dalam budaya Israel sebelum tahun 1948, dibawa oleh komunitas Yahudi Maghreb yang berimigrasi ke Tanah Israel. Hidangan ini dengan cepat menjadi populer pada perayaan Hanukkah karena cara pembuatannya yang mudah dan bahan-bahannya yang sederhana, menjadikannya salah satu makanan goreng khas yang umum disajikan selama hari raya tersebut.[16]