Setiyono Midi Nitrorejo merupakan seorang wasit yang berasal dari Indonesia. Ia telah menjadi wasit internasional sejak tahun 2002.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
|
[[Berkas:Foto Setiyono Midi Nitrorejo (Mengenakan seragam berwarna jingga) |frameless|alt=]] | |||
| Nama lengkap | Setiyono Midi Nitrorejo[1] | ||
|---|---|---|---|
| Negara |
| ||
| Lahir |
24 Juni 1967[1][3] Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia[4] | ||
Setiyono Midi Nitrorejo (lahir 24 Juni 1967)[1] merupakan seorang wasit yang berasal dari Indonesia.[5] Ia telah menjadi wasit internasional sejak tahun 2002.[2]
Setiyono Midi Nitrorejo telah memimpin pertandingan dalam beberapa turnamen internasional, yakni:
Ia disiapkan menjadi wasit cadangan pada pertandingan uji coba antara Indonesia dengan Uruguay pada 8 Oktober 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.[9][10][11] Sementara, Abbas Daud dari Singapura menjadi wasit utama, dibantu Sivanesan Muniandy dan Idza Salim yang berasal dari Malaysia.[12]
Setiyono menjadi wasit yang "dibenci" oleh Persib Bandung bersama dengan Najamuddin Aspiran,[13] setelah dinilai kontroversial saat memimpin pertandingan mereka melawan Persitara Jakarta Utara, yang berakhir dengan kekalahan Persib Bandung 1 – 4.[14] Pada pertandingan itu pemain Persib melakukan aksi tidur – tiduran dan duduk selonjor di lapangan Stadion Surajaya, Lamongan, sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan wasit Setiyono, dan membiarkan terjadinya gol bagi Persitara Jakarta Utara.[15] Akibat dari aksi itu, kesebelas Persib Bandung yang melakukan aksi protes tersebut dihukum larangan bertanding 1 pertandingan oleh Komisi Disiplin PSSI, yang dinilai melecehkan pertandingan tersebut.[16][17] Oleh sebabnya, manajer Persib Bandung sekaligus Direktur Utama PT. Persib Bandung Bermartabat, H. Umuh Muchtar telah melayangkan protes tertulis kepada PSSI, agar pertandingan Persib tidak dipimpin oleh Setiyono.[13] Bahkan, saat akan bertanding melawan Persijap Jepara, pihak Persib tidak bersedia menandatangani pertemuan teknik sebelum wasit Setiyono diganti.[18]