Sesar Ciremai atau Patahan Ciremai adalah sesar geser aktif yang membentang sekitar 20-49 km di wilayah Kabupaten Kuningan dan Majalengka, Jawa Barat. Sesar ini memiliki tipe pergerakan strike-slip atau patahan geser. Sesar ini berpotensi memicu gempa bumi dengan magnitudo maksimum mencapai 6,5 di sekitar Gunung Ciremai. Patahan tersebut bertanggung jawab atas beberapa guncangan sedang, terutama gempa bumi bermagnitudo 4.1 Mw pada 25 Juli 2024.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Sesar Ciremai | |
|---|---|
Peta Sesar Ciremai | |
| Negara | Indonesia |
| Wilayah | Jawa Barat |
| Kota | Kuningan, Majalengka |
| Karakteristik | |
| Panjang | 20–49km |
| Tektonika lempeng | |
| Status | Aktif |
| Jenis | Strike-Slip |
| Pergerakan | 0.1–0.5 mm/tahun |
| Umur | Holosen |
Sesar Ciremai atau Patahan Ciremai adalah sesar geser aktif yang membentang sekitar 20-49 km di wilayah Kabupaten Kuningan dan Majalengka, Jawa Barat. Sesar ini memiliki tipe pergerakan strike-slip atau patahan geser. Sesar ini berpotensi memicu gempa bumi dengan magnitudo maksimum mencapai 6,5 di sekitar Gunung Ciremai.[1] Patahan tersebut bertanggung jawab atas beberapa guncangan sedang, terutama gempa bumi bermagnitudo 4.1 Mw pada 25 Juli 2024.[2]
Sesar Ciremai memiliki panjang perkiraan sekitar 20 hingga 49km, dan melintasi beberapa kecamatan di Majalengka seperti Kecamatan Maja, dan Argapura, serta kecamatan di Kuningan, seperti Kecamatan Cigugur, dan Kramatmulya.[3] Sesar ini merupakan bagian dari sistem sesar Baribis segmen Ciremai, dan merupakan struktur geologi muda yang aktif, sejak masa Holosen hingga saat ini.[4]