Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sesappur

Sesapur adalah salah satu busana tradisional yang menjadi bagian dari pakaian adat pengantin Lampung, khususnya yang berasal dari suku Pepadun. Sesapur berbentuk baju kurung berwarna putih. Pakaian ini biasanya dikenakan oleh pengantin wanita pada saat upacara pernikahan adat, sebagai simbol kesucian, keanggunan, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.

Wikipedia article
Diperbarui 6 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya. (September 2025)
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Alasannya ialah: Sub judul. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (September 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Sesappur" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(September 2025)
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (September 2025)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Sesapur adalah salah satu busana tradisional yang menjadi bagian dari pakaian adat pengantin Lampung, khususnya yang berasal dari suku Pepadun.[1] Sesapur berbentuk baju kurung berwarna putih. Pakaian ini biasanya dikenakan oleh pengantin wanita pada saat upacara pernikahan adat, sebagai simbol kesucian, keanggunan, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.

Ciri-Ciri Sesapur

Secara umum, sesapur memiliki ciri khas berupa warna putih polos yang melambangkan kemurnian dan kebersihan hati. Desainnya berupa baju kurung longgar tanpa rangkaian pada sisi-sisinya, sehingga memberikan keleluasaan gerak bagi pemakainya. Ciri lainnya yang menonjol adalah adanya hiasan berupa uang perak yang digantungkan berangkai, yang dikenal dengan sebutan rambai ringgit. Hiasan ini menjadi simbol kemakmuran dan doa untuk kehidupan rumah tangga yang sejahtera.

Hiasan dan Kelengkapan

Selain warna putihnya yang khas, sesapur biasanya dipadukan dengan berbagai kelengkapan busana adat lainnya. Rambai ringgit digantungkan di bagian sisi atau melingkari kain tapis yang dikenakan di bawah baju kurung. Dalam beberapa tradisi, hiasan ini juga melingkari sesapur itu sendiri. Kombinasi antara sesapur, kain tapis, siger (mahkota pengantin), serta aksesoris lainnya menciptakan penampilan yang lengkap sesuai pakem adat Pepadun.

Fungsi dan Penggunaan

Sesapur memiliki fungsi utama sebagai busana pengantin wanita pada upacara adat pernikahan masyarakat Lampung Pepadun. Pakaian ini dipakai ketika prosesi adat berlangsung, terutama pada momen-momen penting seperti akad nikah dan penyambutan tamu adat. Selain menjadi simbol status pengantin, sesapur juga menunjukkan identitas budaya dan keterikatan keluarga terhadap tradisi yang diwariskan turun-temurun.[1]

Makna Budaya

Pemilihan warna putih dan hiasan perak dalam sesapur bukan tanpa alasan. Putih dalam budaya Lampung sering dimaknai sebagai lambang kesucian, sedangkan perak atau ringgit yang digantungkan melambangkan harapan akan rezeki yang berlimpah dan kehidupan yang harmonis. Kehadiran sesapur dalam busana adat pengantin menegaskan pentingnya nilai kesucian, penghormatan terhadap leluhur, dan doa-doa baik yang dipanjatkan bagi pasangan yang baru menikah.

Referensi

  1. 1 2 "Suyatno". Lelapari, Rinezia Putri (2021). "ANALISIS MAKNA SIMBOLIK PADA PAKAIAN PENGANTIN ADAT LAMPUNG PEPADUN". Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya. 3 (3): 278.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Ciri-Ciri Sesapur
  2. Hiasan dan Kelengkapan
  3. Fungsi dan Penggunaan
  4. Makna Budaya
  5. Referensi

Artikel Terkait

Daftar busana tradisional Indonesia

busana tradisional di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026