Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiSerat Jagung
Artikel Wikipedia

Serat Jagung

Serat Jagung adalah serat yang berasal dari tanaman jagung baik lapisan luar biji kulit, batang, bonggol/bongkol, maupun sisa limbah jagung lainnya, yang secara umum dan alami tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, tetapi masih memiliki potensi lainnya jika diproses dengan tepat. Setiap bagian tersebut biasanya adalah hasil sisa akibat dari proses utama baik setelah panen, pengolahan produk utama ke produk turunan dan atau bersifat pelengkap atau zat tambahan. Sifat serat tanaman jagung selain sebagai sumber pangan juga memiliki sifat khas yaitu serat pangan tanpa menambah serat kalori dan akibat berkelimpahan sangat berpotensi menjadi bahan konversi untuk diterapkan pada produk kehidupan lainnya.

Wikipedia article
Diperbarui 11 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025)

Serat Jagung adalah serat yang berasal dari tanaman jagung baik lapisan luar biji[1] kulit, batang, bonggol/bongkol, maupun sisa limbah jagung lainnya[2], yang secara umum dan alami tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, tetapi masih memiliki potensi lainnya jika diproses dengan tepat. Setiap bagian tersebut biasanya adalah hasil sisa akibat dari proses utama baik setelah panen, pengolahan produk utama ke produk turunan dan atau bersifat pelengkap atau zat tambahan. Sifat serat tanaman jagung selain sebagai sumber pangan juga memiliki sifat khas yaitu serat pangan tanpa menambah serat kalori dan akibat berkelimpahan sangat berpotensi menjadi bahan konversi untuk diterapkan pada produk kehidupan lainnya.

Serat tumbuhan yang berasal dari komponen selulosa tidak identik dengan serat, di mana selulosa adalah bahan dasar berwujud polisakarida kompleks yang menjadi "tulang punggung" dinding sel tumbuhan, menjadikannya sumber serat alami yang melimpah termasuk serat dalam tanaman jagung[3].

Kandungan Selulosa Tanaman Jagung

Proses lanjutan bersifat adaptasi, bergantung pada karakteristik asal bahan dari jagung dan atau hasil lain berupa residu (sisa) akibat dari proses pembuatan produk utama. Pada bagian kulit jagung meski dianggap limbah tetapi kandungan selulosa cukup tinggi berkisar antara 30% hingga 44%. Kemudahan prosesnya berpotensi menjadi bahan baku yang bernilai ekonomi tergantung pada strategi manufaktur. Banyak cara proses ekstraksi menandakan kemudahan pengolahan bahan dari bagian kulit dapat dilakukan dengan kimia, fermentasi dan pengurangan air[2]

Batang jagung juga memiliki karakteristik yang kurang lebih sama namun pada prakteknya batang jagung dapat digunakan langsung untuk pakan ternak tanpa proses lebih lanjut atau dapat diproses pengawetan hijauan seperti hay dan silase untuk kebutuhan daya tahan dan simpan[4], mengingat kandungan selulosa dalam batang jagung sekitar 42,6% hingga 45%[5]. Sumber daya yang melimpah dan seringkali dianggap limbah tetapi dengan strategi proses pengolahan yang tepat bagian dari jagung ini dapat menjadi bahan baku serat alami.

Bagian bonggol jagung yang yang dianggap limbah juga memiliki 40% hingga 60% persen lebih kandungan selulosa[6]. Seringkali jumlah bonggol jagung setelah panen terserak dan petani terkadang kesulitan lokasi untuk mengumpulkannya, kondisi ini sangat disayangkan juga dapat diakibatkan kemampuan, waktu dan kapasitas petani yang terbatas.

Lapisan luar biji biasanya merupakan komponen yang didapat akibat dari hasil sampingan dari proses utama, tatkala hasil akhir berupa sirup atau etanol pada proses perubahan biji jagung menjadi Pati, pendekatan proses teknologi memastikan tidak ada sumber daya yang hilang dan terbuang sia-sia[1]. Prosesnya untuk menjadi serat membutuhkan proses kimia.

Referensi

  1. 1 2 Shaikat, Nahian Mahmud (2025-05-29). "From Corn Fiber to Fabric to Complete Garments: The Journey Explained". ORDNUR (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-04.
  2. 1 2 Yasmin, Zinia; Khanam, Nusrath Jahan; Maliha, Mayesha; Chowdhury, Tanzima Zoha; Hasan, Md Jabed (/26/2024). "Corn Husk Fiber- A Sustainable Fiber". International Journal of Textile Science (dalam bahasa Inggris). 13 (1): 1–6. ISSN 2325-0100.
  3. ↑ "Cellulose Fiber - an overview | ScienceDirect Topics". www.sciencedirect.com. Diakses tanggal 2025-11-04.
  4. ↑ Media, Kompas Cyber (2023-01-17). "Cara Mengolah Batang Jagung Menjadi Pakan Ternak". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-11-04.
  5. ↑ 31081172, HARTINI (2012-11). "PEMANFAATAN BATANG JAGUNG (Zea mays L.) SEBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN JAMUR MERANG (Volvariella volvacea)". Universitas Kristen Duta Wacana. ; ;
  6. ↑ Suherman, Meilia; Hidayanti, Nisrin Sumia; Utami, Liza Nuura; Firdaus, Fazrul Rahman; Rabbani, Muhammad Hanif Abdullah (2022-12-01). "Pemanfaatan Olahan Limbah Bonggol Jagung sebagai Salah Satu Solusi Peningkatan Perekonomian di Desa Tambaksari". Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). 5 (12): 4353–4361. doi:10.33024/jkpm.v5i12.7971. ISSN 2622-6030.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kandungan Selulosa Tanaman Jagung
  2. Referensi

Artikel Terkait

Sorgum

genus tumbuh-tumbuhan

Tabel kandungan nutrisi jagung

demikian, jagung juga dikonsumsi ketika bijian masih muda, baik pada jagung ladang (field corn) maupun jagung manis. Selain itu, tongkol jagung muda juga

Rambut jagung

Rambut jagung atau adalah sebuah nama umum untuk serat mirip rambut yang tumbuh pada bagian buah padi dari tanaman jagung. Istilah tersebut diyakini telah

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026