Serangan Musim Semi atau dikenal juga sebagai Kaiserschlacht adalah serangan terbesar dan terakhir yang dilancarkan oleh Kekaisaran Jerman di Front Barat menjelang akhir Perang Dunia I. Tujuan utama serangan ini adalah memperlemah kekuatan Blok Sekutu setelah keluarnya Kekaisaran Rusia dari perang pada November 1917, serta mencegah meningkatnya kekuatan militer Amerika Serikat di Eropa. Dalang utama di balik operasi ini adalah Jenderal Erich Ludendorff.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| ||||||||||||||||||||||||||||||||
| Templat:Campaignbox Western Front (World War I) Templat:Campaignbox Spring Offensive (World War I) | ||||||||||||||||||||||||||||||||
Serangan Musim Semi (bahasa Jerman: Frühlingsoffensivecode: de is deprecated ) atau dikenal juga sebagai Kaiserschlacht (Serangan Kaisar) adalah serangan terbesar dan terakhir yang dilancarkan oleh Kekaisaran Jerman di Front Barat (Perang Dunia I) menjelang akhir Perang Dunia I. Tujuan utama serangan ini adalah memperlemah kekuatan Blok Sekutu setelah keluarnya Kekaisaran Rusia dari perang pada November 1917, serta mencegah meningkatnya kekuatan militer Amerika Serikat di Eropa. Dalang utama di balik operasi ini adalah Jenderal Erich Ludendorff.
Serangan Musim Semi tahun 1918 juga dikenal sebagai Serangan Ludendorff, yaitu rangkaian serangan akhir Jerman terhadap pasukan Sekutu di Front Barat. Empat operasi besar dilakukan secara terpisah, yaitu Michael, Georgette, Gneisenau, dan Blücher–Yorck. Tujuan utamanya adalah menembus pertahanan Sekutu di wilayah Marne dan memaksa pemisahan pasukan Inggris dan Prancis sebelum bala bantuan Amerika tiba sepenuhnya.