Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sen no Rikyū

Sen no Rikyū , yang juga dikenal sebagai Rikyū, adalah orang yang dianggap merupakan figur bersejarah dengan pengaruh yang paling banyak ditemukan pada chanoyu, "Cara Minum Teh" Jepang, bagian dari tradisi wabi-cha. Ia juga merupakan orang pertama yang memberikan beberapa aspek penting dari upacara tersebut. Berasal dari zaman Sengoku dan zaman Azuchi–Momoyama, aspek-aspek dari upacara minum teh tersebut dilakukan.

Wikipedia article
Diperbarui 24 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sen no Rikyū
Ini adalah nama Jepang, nama keluarganya adalah "Sen".
Sen no Rikyū karya Hasegawa Tōhaku

Sen no Rikyū (千利休code: ja is deprecated , 1522 – 21 April 1591), yang juga dikenal sebagai Rikyū, adalah orang yang dianggap merupakan figur bersejarah dengan pengaruh yang paling banyak ditemukan pada chanoyu, "Cara Minum Teh" Jepang, bagian dari tradisi wabi-cha. Ia juga merupakan orang pertama yang memberikan beberapa aspek penting dari upacara tersebut. Berasal dari zaman Sengoku dan zaman Azuchi–Momoyama, aspek-aspek dari upacara minum teh tersebut dilakukan.[1]

Terdapat tiga iemoto (sōke), atau "kepala rumah" dari Cara Minum Teh Jepang, yang merupakan keturunan langsung dari Rikyū: Omotesenke, Urasenke, dan Mushakōjisenke, ketiganya memutuskan untuk mengikuti pengajaran dari pendiri keluarga mereka, Rikyū.

Kehidupan awal

Rikyū lahir di Sakai, di Prefektur Osaka pada masa sekarang. Ayahnya adalah seorang pemilik gudang bernama Tanaka Yohei (田中与兵衛code: ja is deprecated ), yang kemudian juga menggunakan marga Sen, dan ibunya adalah Gesshin Myōchin (月岑妙珎code: ja is deprecated ).[2] Nama masa kecilnya adalah Yoshiro.[3]

Pada masa mudanya, Rikyū mempelajari teh dibawah pengajaran orang dari kota Sakai yang bernama Kitamuki Dōchin (1504–62),[4] dan pada usia sembilan belas tahun, dari pengenalan Dōchin, ia mulai mempelajari teh dibawah pengajaran Takeno Jōō, yang juga dikaitkan dengan perkembangan aestetik wabi dalam upacara minum teh. Ia dipercaya diberi nama Buddha Sōeki (宗易code: ja is deprecated ) dari pendeta Rinzai Zen Dairin Sōtō (1480–1568) dari kuil Nanshūji di Sakai.[5] Ia menikah dengan seorang wanita yang dikenal sebagai Hōshin Myōju (? - 1577) ketika ia berusia sekitar dua puluh satu tahun.[6] Rikyū juga mempelajari ajaran Zen di kuil Daitoku-ji di Kyoto. Tidak banyak yang diketahui mengenai kehidupannya pada masa usia pertengahannya.

Tahun-tahun selanjutnya

Pada 1579, pada usia 58 tahun, Rikyū menjadi kepala upacara minum teh untuk Oda Nobunaga[7] dan, setelah kematian Nobunaga pada 1582, ia menjadi kepala upacara minum teh untuk Toyotomi Hideyoshi.[8] Hubungannya dengan Hideyoshi menjadi dekat dengan cepat

Rikyū juga menulis puisi, dan mempraktikan ikebana.

Kematian

Meskipun Rikyū merupakan salah satu orang terdekat Hideyoshi, karena perbedaan opini yang krusial dan alasan lainnya yang masih tidak diketahui, Hideyoshi menyuruhnya untuk melakukan ritual bunuh diri. Meskipun alasan Hideyoshi tidak pernah diketahui kebenarannya, hal yang diketahui adalah Rikyū memutuskan untuk melakukan seppuku di tempat tinggalnya di villa Jurakudai milik Hideyoshi di Kyoto pada 1591 pada hari ke-28 bulan ke-2 (dari kalender bulan Jepang tradisional; atau 21 April jika dikalkulasikan menurut kalender Gregorian modern), pada usia tujuh puluh tahun.[3][9]

Makam Rikyū berada di kuil Jukōin di Daitoku-ji di Kyoto; nama Buddha anumertanya adalah Fushin'an Rikyū Sōeki Koji.

Peringatan Rikyū diadakan secara tahunan oleh beberapa aliran upacara minum teh Jepang. Aliran Omotesenke secara tahunan melakukan peringatan dengan dilakukan di markas besar keluarga tersebut setiap tahun pada 27 Maret, dan aliran Urasenke dilakukan di markas besar keluarga mereka sendiri setiap tahun pada 28 Maret. Tiga keluarga Sen (Omotesenke, Urasenke, Mushakōjisenke) melakukan pelayanan peringatan pada tanggal 28 setiap bulan, di kuil keluarga mereka, subsidiari kuil Jukōin di kuil Daitoku-ji.

Lihat pula

  • Sen Shōan
  • Sen Sōtan
  • Aliran upacara minum teh Jepang
  • Rikyu (film)

Catatan

  1. ↑ Birmingham Museum of Art (2010). Birmingham Museum of Art : guide to the collection. [Birmingham, Ala]: Birmingham Museum of Art. hlm. 48. ISBN 978-1-904832-77-5.
  2. ↑ Rikyū Daijiten (Rikyū Encyclopedia). Tankosha, 1989. ISBN 4-473-01110-0.
  3. 1 2 "The Urasenke Legacy: Family Lineage", in Urasenke website. Diakses pada 16 Mei 2006.
  4. ↑ Anderson, Jennifer L. (1991). An introduction to the Japanese tea ritual. Albany, New York: State University of New York. hlm. 35. ISBN 0-7914-0749-7.
  5. ↑ Nishibe Bunjo, "Zen priests and Their Concepts of Tea," p. 13, in Chanoyu Quarterly no. 13 (1976).
  6. ↑ Rikyū Daijiten, entry for Hōshin Myōju
  7. ↑ Anderson, p. 36.
  8. ↑ Anderson, p. 37
  9. ↑ Okakura Kakuzo, The Illustrated Book of Tea (Okakura's classic with 17th-19th century ukiyo-e woodblock prints and a chapter on Sen no Rikyu). Chiang Mai: Cognoscenti Books. 2012. ASIN: B009033C6M

Referensi

  • Bodart-Bailey, Beatrice. (1977). Tea and counsel, the political rele of Sen Rikyū. OCLC 469293854
  • Sansom, George Bailey. (1961). A History of Japan: 1334-1615. London: Cresset Press. OCLC 216583509

Bacaan tambahan

  • Tanaka, Seno, Tanaka, Sendo, Reischauer, Edwin O. “The Tea Ceremony”, Kodansha International; Revised edition, May 1, 2000. ISBN 4-7700-2507-6, ISBN 978-4-7700-2507-4.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Sen no Rikyū.
  • (Inggris) Sen no Rikyū di Find a Grave
  • Momoyama, Japanese Art in the Age of Grandeur, an exhibition catalog from The Metropolitan Museum of Art (fully available online as PDF), which contains material on Sen no Rikyū
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Belanda
  • Norwegia
  • Polandia
  • Israel
Akademik
  • CiNii
Seniman
  • ULAN
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal
  2. Tahun-tahun selanjutnya
  3. Kematian
  4. Lihat pula
  5. Catatan
  6. Referensi
  7. Bacaan tambahan
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Upacara minum teh (Jepang)

Chanayu

Wabi-sabi

kali muncul pada masa Dinasti Song, dan dipopulerkan oleh Sen no Rikyū pada zaman Muromachi. Rikyū adalah orang pertama yang menerapkan estetika wabi-sabi

Rikyu (film)

Film Jepang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026