Semedo adalah desa di kecamatan Pekuncen, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Semedo terdiri dari 7 grumbul atau wilayah setingkat dusun dan dibagi menjadi dua Kadus yaitu Kadus Timur dan Barat. Mayoritas penduduk Desa Semedo bekerja sebagai petani, perajin gula kelapa dan peternak. Di Desa Semedo masih dijumpai kesenian-kesenian tradisional seperti kuda lumping/Bentha-Benthi. Makanan khas yang ada di Desa Semedo yaitu Cimplung, Kampel, Ondol dan Gubed. Desa Semedo sering disebut Negeri Diatas Angin, karena letaknya ada di dataran tinggi dan dibelah oleh Sungai Arus. Desa Semedo terletak diketinggian antara 350-400 Mdpl dan dikelilingi perbukitan seperti Perbukitan Igir Karaas, Gunung Cau dan Bukit Jojoktiga.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Semedo | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Tengah | ||||
| Kabupaten | Banyumas | ||||
| Kecamatan | Pekuncen | ||||
| Kode pos | 53164 | ||||
| Kode Kemendagri | 33.02.16.2007 | ||||
| Luas | - | ||||
| Jumlah penduduk | 4.367 Jiwa (2010) | ||||
| Kepadatan | - | ||||
| |||||
Semedo adalah desa di kecamatan Pekuncen, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Semedo terdiri dari 7 grumbul atau wilayah setingkat dusun dan dibagi menjadi dua Kadus yaitu Kadus Timur dan Barat. Mayoritas penduduk Desa Semedo bekerja sebagai petani, perajin gula kelapa dan peternak. Di Desa Semedo masih dijumpai kesenian-kesenian tradisional seperti kuda lumping/Bentha-Benthi. Makanan khas yang ada di Desa Semedo yaitu Cimplung, Kampel, Ondol dan Gubed. Desa Semedo sering disebut Negeri Diatas Angin, karena letaknya ada di dataran tinggi dan dibelah oleh Sungai Arus. Desa Semedo terletak diketinggian antara 350-400 Mdpl dan dikelilingi perbukitan seperti Perbukitan Igir Karaas, Gunung Cau dan Bukit Jojoktiga.
Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:
| Utara | Desa Karangkemiri |
| Timur | Desa Banjaranyar |
| Selatan | Desa Cibangkong dan Desa Cikawung |
| Barat | Desa Petahunan dan Kabupaten Brebes |
Terdapat 1 PAUD, 2 sekolah TK (TK Pertiwi dan RA Diponegoro), 4 SD (SDN 1 di Planjan, SDN 2 di Sawangan, SDN 3 di Karang Pucung dan MI di Kali Manggis). Walaupun pendidikan masyarakatnya masih relatif rendah, tetapi banyak anak-anak asli Semedo yang berprestasi dan bisa mengenyam pendidikan perguruan tinggi favorit seperti ITB, UGM, UNDIP, UNY, UNSOED, dll dan perguruan tinggi kedinasan (STIS), bahkan beberapa generasi mudanya sudah menyelesaikan jenjang sarjana (S1 dan S2)dan banyak lulusan dari SMA/SMK di Purwokerto, dan SMP di Cikawung dan Ajibarang. Beberapa orang yang tidak sempat kuliah juga banyak yang mampu bersaing dan menjadi karyawan perusahan-perusahaan besar di indonesia.
Jalan menuju Desa Semedo sangatlah menanjak dan berkelok kelok. Akses terdekat adalah dari Desa Cikawung yang berada dekat dengan Jalan Nasional Rute 6 ruas Tegal-Ajibarang. Jalan naik ke Desa Semedo belum lama dilakukan pengaspalan (sekitar tahun 2003-2004). Sebelumnya pengerasan jalan dengan menata batu gunung yang dipecah-pecah. Setelah pengaspalan jalan tersebut Desa Semedo semakin terakselerasi perkembangannya. Sstatusnya sebagai desa terpencil dan tertinggal sudah dilepaskan. Saat ini hampir semua jenis kendaraan roda empat dapat sampai ke Desa Semedo bahkan roda sepuluh pun sudah bisa menjangkau Desa Semedo. Hanya kendaraan umum berupa jasa ojek yang bisa menuju Desa Semedo melalui pertigaan Kebonjambe, Desa Cikawung.