Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sel punca embrionik

Sel punca embrionik adalah sel punca pluripoten yang berasal dari massa sel dalam blastosis. Embrio manusia mencapai tahap blastosis 4-5 hari setelah pembuahan, dan pada saat itu terdiri dari 50-150 sel. Saat mengisolasi embrioblas atau massa sel dalam, embrio manusia yang telah dibuahi akan hancur, sehingga menimbulkan permasalahan etis. Isu yang muncul adalah mengenai apakah embrio manusia pada saat itu memiliki status moral sebagai manusia.

Wikipedia article
Diperbarui 20 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sel punca embrionik
Sel punca embrionik dalam kultur sel.

Sel punca embrionik adalah sel punca pluripoten yang berasal dari massa sel dalam blastosis (embrio dalam tahap awal).[1] Embrio manusia mencapai tahap blastosis 4-5 hari setelah pembuahan, dan pada saat itu terdiri dari 50-150 sel. Saat mengisolasi embrioblas atau massa sel dalam, embrio manusia yang telah dibuahi akan hancur, sehingga menimbulkan permasalahan etis. Isu yang muncul adalah mengenai apakah embrio manusia pada saat itu memiliki status moral sebagai manusia.[2][3]

Sel punca embrionik manusia berukuran kira-kira 14μm sementara sel punca tikus berukuran 8μm.[4]

Referensi

  1. ↑ Thomson; Itskovitz-Eldor, J; Shapiro, SS; Waknitz, MA; Swiergiel, JJ; Marshall, VS; Jones, JM; et al. (1998). "Blastocysts Embryonic Stem Cell Lines Derived from Human". Science. 282 (5391): 1145–1147. doi:10.1126/science.282.5391.1145. PMID 9804556.
  2. ↑ Baldwing A (2009). "Morality and human embryo research. Introduction to the Talking Point on morality and human embryo research". EMBO. 10 (4): 299–300. doi:10.1038/embor.2009.37. PMC 2672902. PMID 19337297.
  3. ↑ Nakaya, Andrea C. "Current Issues: Biomedical Ethics". GALILEO.
  4. ↑ Thomson, James A. (10). "Homologous recombination in human embryonic stem cells". Nature biotechnology. 21 (3): 319–321. doi:10.1038/nbt788. PMID 12577066. ;

Pranala luar

  • Understanding Stem Cells: A View of the Science and Issues from the National Academies Diarsipkan 2010-04-09 di Wayback Machine.
  • National Institutes of Health
  • Fact sheet on embryonic stem cells
  • Fact sheet on ethical issues in embryonic stem cell research
  • Information & Alternatives to Embryonic Stem Cell Research
  • A blog focusing specifically on ES cells and iPS cells including research, biotech, and patient-oriented issues
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Pranala luar

Artikel Terkait

Sel punca

sel yang belum berdiferensiasi dan mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda di dalam tubuh.

Kontroversi sel punca

sel punca embrionik. Tidak semua penelitian sel punca menggunakan embrio manusia. Sebagai contoh, sel punca dewasa, sel punca amniotik, dan sel punca

Bioteknologi

cabang ilmu sains

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026