Sekru adalah sebuah kampung di Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Kode posnya adalah 98013 sedangkan kode wilayahnya ialah 92.03.10.2008. Sekru juga dikenal karena selama ratusan tahun lamanya menjadi gudang pala.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sekru | |
|---|---|
| Negara | |
| Provinsi | Papua Barat |
| Kabupaten | Fakfak |
| Distrik | Pariwari |
| Kodepos | 98013 |
| Kode Kemendagri | 92.03.10.2008 |

Sekru adalah sebuah kampung di Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Kode posnya adalah 98013 sedangkan kode wilayahnya ialah 92.03.10.2008.[1] Sekru juga dikenal karena selama ratusan tahun lamanya menjadi gudang pala.
Status ini membuat banyak pihak dari luar memasuki kampung ini dan membangun kontak dengan penduduk sekitarnya. Salah satu orang dari Eropa yang pernah singgah di kampung adalah pastor Cornelis Johann Le Cocq d'Armandville yang membawa masuk misi gereja katolik di Papua.
Perjumpaan Awal
Pada tanggal 22 Mei 1894, tiga klan marga, yakni Umar Halatan Serkanasa, Dunari Samai dan Diapruga menerima pastor Le Cocq di tepian pantai Sekru, Pariwari, Fakfak, Papua Barat. Penduduk lokal tersebut beragama Islam, akan tetapi mereka menerimanya, kemudian mempersilahkan pastor agar tidur di rumah mereka selama 10 hari.
Selama itu, ia berusaha membaptis 73 orang dalam tradisi gereja Katolik. Jumlah tersebut menjadi anggota resmi penganut Katolik pada mula-mula. Kontak dengan penduduk lokal di kampung Raduria, pembukaan pos misi di pulau Warhiranggah serta pembaptisan kedua di pulau tersebut menjadi tanda yang amat penting dalam perjalanan misi Katolik di Tanah Papua.
SD YPPK Le Cocq D'Armanville
SD YPPK Lecocq D'armandville didirikan pada tanggal 10 Januari 1947. Pimpinan sekolah hingga memasuki 1958 kurang begitu jelas, namum pada tahun 1958-1961 dipimpin oleh bapak Johanis Jakobus Kelanit. Bapak Kelanit ini pada waktu itu menjadi kepala sekola sekaligus guru pengajar di sekolah yang dibangun tengah-tengah mayoritas penduduk Muslim.

Sekolah ini terletak di jalan Adi Sucipto Rt. 01 Kampung Torea, Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak. Lokasinya dihibahkan oleh orang tua dari Ibu Haji Zaenab Tanggahma dari Kampung Sekru. Pemberian ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan nenek moyang yang membangun kontak dengan pastor Le Cocq. Sekalgus untuk menjaga relasi, kekeluargaan, kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Fakfak.
Monumen Pastor Le Cocq
Pada perayaan 129 tahun misi Katolik di Tanah Papua, tahun 2023 lalu ada penyerahan lokasi di tepi pantai dari keluarga Muslim di Sekru yang memiliki hak ulayat setempat. Mereka melepaskan lahan sekitar puluhan meter persegi, kemudian menyerakan kepada pihak gereja Katolik. Lokasi ini kelak direncanakan membangun monumen pastor Cornelis Johannes Le Cocq d'Armandville.