Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro atau disingkat SV UNDIP (Vocational School Diponegoro University) adalah salah satu fakultas di Undip dengan nomenklatur penamaan "Sekolah", di samping Sekolah Pascasarjana. Sebagai catatan, di Undip ada dua sekolah yaitu Sekolah Vokasi dan Sekolah Pascasarjana. Nomenklatur ini setara dengan Fakultas pada umumnya. Sekolah Vokasi menaungi keilmuan terapan di bawah Universitas Diponegoro yang saat ini dipimpin oleh Dekan Sekolah Vokasi yaitu Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si. Ke depan, Sekolah Vokasi juga menaungi pendidikan Magister Terapan dan Doktor Terapan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
| Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro | |
|---|---|
Vocational School Diponegoro University | |
| Jenis | Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum |
| Didirikan | 1976 PAT
1982 FNGT 2016 Sekolah Vokasi |
| Rektor | Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. (sejak 29 April 2024[1]) |
| Dekan | Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si. |
| Lokasi | , , 7°3′.06″S 110°26′27.24″E / 7.0500167°S 110.4409000°E / -7.0500167; 110.4409000 |
| Kampus | Urban |
| Alamat | Sekolah Vokasi Jl. Gubernur Mochtar, Universitas Diponegoro - Tembalang, Semarang 50275 Universitas Diponegoro, Semarang |
| Warna | Krem |
| Situs web | vokasi.undip.ac.id |
Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro atau disingkat SV UNDIP (Vocational School Diponegoro University) adalah salah satu fakultas di Undip dengan nomenklatur penamaan "Sekolah", di samping Sekolah Pascasarjana. Sebagai catatan, di Undip ada dua sekolah yaitu Sekolah Vokasi dan Sekolah Pascasarjana. Nomenklatur ini setara dengan Fakultas pada umumnya. Sekolah Vokasi menaungi keilmuan terapan (Sarjana Terapan/D4) di bawah Universitas Diponegoro yang saat ini dipimpin oleh Dekan Sekolah Vokasi yaitu Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si. Ke depan, Sekolah Vokasi juga menaungi pendidikan Magister Terapan dan Doktor Terapan.[2]
| Informasi Umum | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| |||||||
Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro merupakan entitas baru setingkat fakultas yang didirikan sejak tahun 2016. Sekolah Vokasi didirikan secara khusus untuk menaungi semua jenis pendidikan vokasional yang ada di Universitas Diponegoro. Sebelumnya, pendidikan vokasional berada pada jenjang DIII di bawah fakultas terkait yaitu Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi (sekarang namanya Fakultas Ekonomika dan Bisnis), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya).[3]
Bersamaan dengan perubahan status Universitas Diponegoro dari Perguruan Tinggi (PT) Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) pada tahun 2015 berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2015 tentang Statuta Universitas Diponegoro, serta Perek No. 4 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unsur-Unsur Di Bawah Rektor Universitas Diponegoro, Universitas Diponegoro perlu mengembangkan sistem terpadu mengenai pengelolaan program studi Diploma yang telah berjalan di masing-masing fakultas.
Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Diponegoro Nomor 1250/UN7.P/HK/2016 tentang Pembentukan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro dibentuk sebagai pengelola Program Diploma di Universitas Diponegoro. Sekolah Vokasi tersebut dibentuk sebagai organ di bawah Rektor untuk penyelenggaraan program studi terapan, termasuk di dalamnya adalah diploma tiga, sarjana terapan, program profesi, magister terapan, dan doktoral terapan. Dengan dibentuknya Sekolah Vokasi sebagai fakultas terpisah, pengembangan program-program vokasional/terapan/profesi dapat dilakukan secara terpadu dan terfokus.
Perkembangan industri dunia saat ini dan program-program pemerintah yang akan sepenuhnya mengembangkan sumber daya manusia untuk bersaing dengan negara-negara maju lainnya memerlukan lulusan yang terampil dan profesional dalam bidangnya. Menjawab tantangan tersebut memerlukan lulusan pendidikan vokasional dari berbagai bidang ilmu. Negara-negara Uni Eropa mengakui wilayah Asia sebagai penghasil pekerja vokasional yang sangat handal, kompeten, dan memiliki integritas tinggi. Oleh karena itu, sebuah kerangka harus diciptakan untuk mengasah keterampilan lulusan agar dapat meningkatkan produktivitas bagi kemajuan industri. Kemajuan dalam pengembangan pendidikan vokasional di wilayah Asia telah mulai diperhitungkan sejak berlakunya AFTA dan MEA. Kompetensi lulusan vokasional sangat berpengaruh, seiring dengan meningkatnya permintaan akan pekerja terampil oleh industri dalam negeri maupun luar negeri. Dengan arah pengembangan program pendidikan vokasional mulai dari diploma, sarjana terapan, hingga pendidikan doktoral terapan, Universitas Diponegoro perlu membentuk Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro pada tahun 2016. [4]
Berikut daftar Dekan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro dari masa ke masa:
| No | Foto | Dekan
Sekolah Vokasi |
Keterangan | ||
|---|---|---|---|---|---|
| Tahun Mulai | Tahun Selesai | ||||
| 1 | Prof. Dr.rer.nat. Imam Buchori, S.T.[5] | 1 September 2016 | 1 Oktober 2016 | Dekan Pertama (nomenklatur Sekolah Vokasi) dan mengakhiri jabatan dengan alasan mengemban amanah baru sebagai Anggota Majelis Akreditasi Nasional Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak Oktober 2016. | |
| 2 | Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si.[6] | 1 Oktober 2016 | Sekarang | Periode I tahun 2016-2021; Periode II tahun 2021 - sekarang | |
Sampai saat ini, Sekolah Vokasi memiliki 11 (sebelas) program studi sarjana terapan. Sedangkan magister terapan dan doktor terapan masih dalam tahap pengusulan. Berikut daftar Jenjang Studi (Sarjana Terapan/D4, Magister Terapan/S2 Terapan, dan Doktor Terapan/S3 Terapan) dan Program Studi yang tersedia pada Sekolah Vokasi:
Program Reguler
Program Transfer D3 ke D4 / Lanjut Jenjang
Gedung Sekolah Vokasi mulai dibangun pada 12 Maret 2019, berdiri di atas lahan seluas 4.900 meter persegi. Dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai ruangan dalam proses belajar mengajar pendidikan vokasional antara lain ruang kuliah berteknologi 4.0 seperti digital class room, video conference, studio produksi bahan kuliah MOOC (Massive Online Open Course), ruang perpustakaan dan arsip digital, serta laboratorium. Gedung ini merupakan hibah dari Astra dan Sinar mas diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada Rabu(26/8/2020).
Gedung Sekolah Vokasi terdiri dari 4 lantai, bersertifikat green building internasional dari Green Building Council. Sebagai green building, gedung ini memiliki ruang atap terbuka serta dilengkapi dengan 76 Unit panel surya berkapasitas 35,5 MWH/Tahun yang mampu mengurangi efek “greenhouse carbon emmision” serta tentu saja mengurang beban listrik gedung. Keberadaan panel surya ini sekaligus dapat dijadikan sebagai teaching industry di bidang renewable energy. Gedung dilengkapi pula dengan pengolahan limbah cair (water recycle system), material gedung ramah lingkungan, biopori untuk peresapan air hujan, serta desain dengan pencahayaan dan ventilasi cukup sehingga hemat energi. Selain itu, Gedung ini juga memiliki fasilitas dan area yang ramah bagi penyandang disabilitas.[8]
Gelar lulusan vokasi (S1 Terapan, S2 Terapan dan S3 Terapan) di Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro disamakan dengan gelar Sarjana (S1) pada umumnya namun ditambahkan serapan kata "Terapan" yang kemudian diikuti dengan nama rumpun keilmuan program studi. Misalnya bidang Teknik, maka gelar lulusan sarjana vokasi bidang teknik mengikuti rumpun ilmu (S.Tr.T.). Begitu juga dengan rumpun keilmuan program studi lainnya.
Berikut gelar lulusan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro sesuai dengan Program Studi dan Rumpun Keilmuannya: [9]
A. Program Sarjana Terapan (S1 Terapan/D4)