Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sejarawan Whig

Sejarawan Whig adalah istilah yang merujuk pada sekelompok penulis sejarah yang menafsirkan perjalanan sejarah manusia sebagai suatu proses kemajuan yang bersifat linear, progresif, dan tidak terelakkan. Dalam perspektif ini, sejarah dipandang sebagai gerak evolutif dari masa lampau yang dianggap gelap atau terbelakang menuju masa kini yang lebih rasional dan tercerahkan. Konsep tersebut pertama kali dikemukakan oleh Herbert Butterfield dalam karya klasiknya The Whig Interpretation of History (1931), yang digunakan untuk mengkritik kecenderungan sejarawan Inggris abad ke-19 dalam menulis sejarah berdasarkan pandangan politik kaum Whig, partai yang berpengaruh di Inggris pada abad ke-17 hingga ke-19. Cara pandang ini menekankan narasi kemenangan nilai-nilai modernitas, kebebasan, dan kemajuan politik serta sosial atas kekuatan konservatif dan reaksioner yang dianggap menghambat perkembangan peradaban.

Wikipedia article
Diperbarui 8 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sejarawan Whig adalah istilah yang merujuk pada sekelompok penulis sejarah yang menafsirkan perjalanan sejarah manusia sebagai suatu proses kemajuan yang bersifat linear, progresif, dan tidak terelakkan. Dalam perspektif ini, sejarah dipandang sebagai gerak evolutif dari masa lampau yang dianggap gelap atau terbelakang menuju masa kini yang lebih rasional dan tercerahkan. Konsep tersebut pertama kali dikemukakan oleh Herbert Butterfield dalam karya klasiknya The Whig Interpretation of History (1931), yang digunakan untuk mengkritik kecenderungan sejarawan Inggris abad ke-19 dalam menulis sejarah berdasarkan pandangan politik kaum Whig, partai yang berpengaruh di Inggris pada abad ke-17 hingga ke-19. Cara pandang ini menekankan narasi kemenangan nilai-nilai modernitas, kebebasan, dan kemajuan politik serta sosial atas kekuatan konservatif dan reaksioner yang dianggap menghambat perkembangan peradaban[1][2].

Ciri-ciri Penafsiran Sejarah Whig

Penafsiran sejarah Whig memiliki sejumlah karakteristik utama yang membedakannya dari pendekatan historiografis lainnya. Pertama, ia bersifat teleologis, yakni memandang sejarah sebagai proses yang bergerak menuju suatu tujuan akhir yang dianggap positif, seperti kemajuan moral, rasionalitas, atau kebebasan politik. Kedua, pendekatan ini menitikberatkan pada gagasan kemajuan, dengan menampilkan sejarah sebagai rangkaian peristiwa yang menunjukkan perkembangan masyarakat secara bertahap dan progresif dari masa lalu menuju keadaan yang lebih maju[1].

Selain itu, penafsiran Whig sering kali memperlihatkan keterikatan dengan nilai-nilai modern, di mana peristiwa masa lalu ditafsirkan melalui lensa pandangan dan norma kontemporer, baik secara sadar maupun tidak. Ciri lainnya adalah kecenderungan untuk menyederhanakan kompleksitas sejarah, karena narasi Whig kerap mengabaikan kontradiksi, kegagalan, serta dinamika sosial yang tidak sesuai dengan alur kemajuan yang diidealkan. Akibatnya, sejarah dipresentasikan sebagai kisah linear dan tak terhindarkan tentang kemenangan akal dan kemajuan manusia[2].

Referensi

  1. 1 2 Torr, Christopher (2000-03-31). "The Whig interpretation of history". South African Journal of Economic and Management Sciences. 3 (1): 52–58. doi:10.4102/sajems.v3i1.2598. ISSN 2222-3436.
  2. 1 2 Butterfield, H (1965). "THE WHIG INTERPRETATION OF HISTORY" (PDF). Diakses tanggal 2025-11-2.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Ciri-ciri Penafsiran Sejarah Whig
  2. Referensi

Artikel Terkait

Abraham Lincoln

Presiden Amerika Serikat Ke-16 (1861–1865)

Anne, Ratu Britania Raya

Ratu Britania Raya dan Irlandia dari 1702 hingga 1714

Sejarah

peristiwa masa lalu dan jejak atau catatannya, dipelajari oleh berbagai cabang ilmu sejarah manusia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026