Sbrinz adalah keju bertekstur sangat keras dari Swiss yang diproduksi dengan menggunakan susu sapi mentah dan melalui proses pematangan yang lama. Keju ini diproduksi di 42 pabrik keju pilihan di lembah-lembah dan pegunungan di Swiss. Keju Sbrinz merupakan salah satu keju tertua dari Swiss. Keju ini telah diproduksi sejak zaman Romawi dan dibawa ke kota Roma dari Swiss sebagai bekal untuk para tentara Romawi. Keju ini dijuluki Caseus Helveticus oleh filsuf Romawi Gaius Plinius Secundus atau Pliny dalam tulisannya pada awal masehi. Keju ini berbentuk bundar dan beratnya berkisar antara 20 hingga 45 kilogram. Diameter dari keju ini antara 50 sampai 71 sentimeter dan tingginya sekitar 14 sentimeter. Warna kulit keju ini kuning keemasan atau coklat. Bagian dalam dari keju ini berwarna kuning pucat dan kering.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Sbrinz | |
|---|---|
| Negara asal | Swiss |
| Sumber susu | Sapi |
| Dipasteurisasi | Tidak |
| Tekstur | Keras |
| Kadar lemak | 45% |
| Waktu pematangan | 24 bulan |
| Sertifikasi | AOC[1] |
Sbrinz adalah keju bertekstur sangat keras dari Swiss yang diproduksi dengan menggunakan susu sapi mentah dan melalui proses pematangan yang lama.[1] Keju ini diproduksi di 42 pabrik keju pilihan di lembah-lembah dan pegunungan di Swiss.[1] Keju Sbrinz merupakan salah satu keju tertua dari Swiss.[1][2] Keju ini telah diproduksi sejak zaman Romawi dan dibawa ke kota Roma dari Swiss sebagai bekal untuk para tentara Romawi.[1] Keju ini dijuluki Caseus Helveticus oleh filsuf Romawi Gaius Plinius Secundus atau Pliny dalam tulisannya pada awal masehi.[1][2] Keju ini berbentuk bundar dan beratnya berkisar antara 20 hingga 45 kilogram.[1] Diameter dari keju ini antara 50 sampai 71 sentimeter dan tingginya sekitar 14 sentimeter.[1] Warna kulit keju ini kuning keemasan atau coklat.[1] Bagian dalam dari keju ini berwarna kuning pucat dan kering.[1]