Saur Sepuh II: Pesanggrahan Keramat adalah film aksi laga fiksi kolosal tahun 1989 dari Indonesia yang disutradarai oleh Imam Tantowi dan dibintangi oleh Elly Ermawati dan Fendy Pradana. Film ini dibuat berdasarkan sandiwara radio Saur Sepuh yang populer di Indonesia tahun 1980-an karya Niki Kosasih, berlatar nusantara pada zaman kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Saur Sepuh II: Pesanggrahan Keramat | |
|---|---|
| Sutradara | Imam Tantowi |
| Produser | Handi Muljono |
| Ditulis oleh | Niki Kosasih |
| Pemeran | Elly Ermawati Fendy Pradana Murti Sari Dewi Anneke Putri Grace Mariata Hengky Tornando Yoseph Hungan Lamting Rita Zahara Intan Fully Chohan Piet Pagau Afrizal Anoda Candy Satrio |
| Penata musik | Embie C. Noor |
| Sinematografer | Thomas Susanto |
| Penyunting | Janis Badar |
| Distributor | Kanta Indah Film |
Tanggal rilis | 1989 |
| Durasi | 89 menit |
| Negara | |
Saur Sepuh II: Pesanggrahan Keramat adalah film aksi laga fiksi kolosal tahun 1989 dari Indonesia yang disutradarai oleh Imam Tantowi dan dibintangi oleh Elly Ermawati dan Fendy Pradana. Film ini dibuat berdasarkan sandiwara radio Saur Sepuh yang populer di Indonesia tahun 1980-an karya Niki Kosasih, berlatar nusantara pada zaman kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk.
Rencana Brama Kumbara (Fendy Pradana) untuk membangun pesanggrahan di dekat kuburan gurunya, mendapat hambatan dari orang-orang negeri Kuntala. Mereka memanfaatkan orang-orang mereka yang ada di negeri Brama, Madangkara. Usaha mereka memengaruhi para senapati Madangkara berhasil lewat para istri. Para senapati jadi tidak patuh lagi pada pimpinannya. Mereka juga menyewa penjahat-penjahat berilmu tinggi untuk menghancurkan pesanggrahan. Brama marah. Bersama Mantili (Elly Ermawatie), ia mengejar para pemberontak dan mengadakan pembersihan terhadap orang-orang Kuntala yang tidak setia pada Madangkara.[1]