Astama, ,. adalah seorang penulis Indonesia, termasuk dalam penulis sastra eksil Indonesia. Dikenal juga dengan nama S.T. Caniago, Aziz Akbar, dan Satyadharma.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Astama | |
|---|---|
| Pekerjaan | Penulis |
| Kebangsaan | |
Astama, (lahir di Medan, Sumatera Utara, 1930 - meningggal di Jerman, 1998),[1]. adalah seorang penulis Indonesia, termasuk dalam penulis sastra eksil Indonesia.[1] Dikenal juga dengan nama S.T. Caniago, Aziz Akbar, dan Satyadharma.[1]
Pendidikan akhimya Akademi Perguruan, jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan mencapai B-l.[2] Astama pernah menjadi salah seorang pimpinan Lekra, dan menjadi anggota Front Nasional pada zaman Soekarno.[2]
Mulai menulis sajak sejak tahun 1955, dan dimuat dalam Harian Pendorong, Harian Harapan, Harian Rakyat, majalah Indonesia dan majalah Zaman Baru.[2] Ia juga menjadi salah seorang pendiri Stichting Budaya Amsterdam pada awal 1989.
Karya-karyanya beberapa dimuat dalam majalah Arena dan Kreasi.[2] Dan puisinya masuk dalam kumpulan puisi bersama, Puisi(Kreasi No. 11 1992) dan Yang Tertindas Yang Melawan Tirani I & lI (Kreasi No. 28 1997 & No.39 1998). Satu kumpulan puisinya belum sempat diterbitkan.[2]