Satelit adalah agen subviral yang terdiri dari asam nukleat dan menginfeksi sel inang bersama dengan virus pembantu atau master agar dapat melipatgandakan jumlahnya. Satelit yang menyandikan lapisan protein tempat tersimpannya asam nukleat disebut virus satelit, sementara virus satelit mamavirus yang menghalangi replikasi inangnya disebut virofag. Namun, penggunaan istilah ini masih diperdebatkan karena tidak banyak perbedaan antara virofag dengan virus satelit klasik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Satelit | |
|---|---|
| Pada gambar (a) tampak kristal ortorombik dari virus mosaik tembakau satelit (STMV) dengan panjang lebih dari 1,5 mm, sekitar 30 kali lipat volume kristal STMV terbesar yang pernah ditumbuhkan di Bumi. Kristal ini dikembangkan menggunakan instrumen Cryostat di Laboratorium Mikrogravitasi Internasional-1. Gambar (b) menunjukkan kristal kubik berukuran sebanding dari virus yang sama, yang kembali melampaui ukuran kristal mana pun yang pernah dihasilkan di laboratorium di Bumi. | |
| Klasifikasi virus | |
| Kelompok informal: | Subviral agents |
| Kelompok informal: | Satellites |
| Kelompok | |
| |
Satelit adalah agen subviral yang terdiri dari asam nukleat dan menginfeksi sel inang bersama dengan virus pembantu atau master agar dapat melipatgandakan jumlahnya. Satelit yang menyandikan lapisan protein tempat tersimpannya asam nukleat disebut virus satelit, sementara virus satelit mamavirus yang menghalangi replikasi inangnya disebut virofag.[1] Namun, penggunaan istilah ini masih diperdebatkan karena tidak banyak perbedaan antara virofag dengan virus satelit klasik.[2]
Panjang genom suatu satelit dapat mencapai lebih dari 359 nukleotida (genom Satellite Tobacco Ringspot Virus RNA).[3]