Sarcosuchus adalah genus crocodyliform yang sudah punah dan merupakan kerabat jauh dari Crocodilia. Fosil ini berasal dari periode Kapur Awal dari Hauterivian akhir sampai Albium awal, 133 sampai 112 juta tahun yang lalu, yang sekarang merupakan Afrika dan Amerika Selatan. Genus ini merupakan salah satu reptil garis buaya terbesar, panjang tubuhnya diperkirakan mencapai 9 m (30 ft) dan dapat berbobot sampai 43 ton metrik. Genus ini diketahui memiliki dua spesies, yaitu S. imperator dari sub-kala Albium awal di Formasi Elrhaz di Niger, dan S. hartti dari Hauterivium akhir di timur laut Brasil, material lainnya diketahui dari Maroko dan Tunisia dan kemungkinan Libya dan Mali.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Sarcosuchus | |
|---|---|
| Taksonomi | |
| Superkerajaan | Holozoa |
| Kerajaan | Animalia |
| Filum | Chordata |
| Kelas | Reptilia |
| Famili | Pholidosauridae |
| Genus | Sarcosuchus Broin & Taquet, 1966 |
| Tipe taksonomi | †Sarcosuchus imperator Broin & Taquet, 1966 |
| Spesies lain | |
| |
Sarcosuchus (pelafalan dalam bahasa Inggris: /ˌsɑːrkoʊˈsuːkəs/ artinya "buaya daging") adalah genus crocodyliform yang sudah punah dan merupakan kerabat jauh dari Crocodilia. Fosil ini berasal dari periode Kapur Awal dari Hauterivian akhir sampai Albium awal, 133 sampai 112 juta tahun yang lalu, yang sekarang merupakan Afrika dan Amerika Selatan. Genus ini merupakan salah satu reptil garis buaya terbesar, panjang tubuhnya diperkirakan mencapai 9 m (30 ft) dan dapat berbobot sampai 43 ton metrik (47 ton pendek). Genus ini diketahui memiliki dua spesies, yaitu S. imperator dari sub-kala Albium awal di Formasi Elrhaz di Niger, dan S. hartti dari Hauterivium akhir di timur laut Brasil, material lainnya diketahui dari Maroko dan Tunisia dan kemungkinan Libya dan Mali.
Sisa-sisa awal ditemukan selama beberapa ekspedisi yang dipimpin oleh paleontolog asal Prancis bernama Albert-Félix de Lapparent, dari tahun 1946 hingga 1959, di gurun Sahara. Sisa-sisa ini merupakan pecahan tengkorak, vertebra, gigi, dan skat. Pada tahun 1964, sebuah tengkorak yang hampir lengkap ditemukan di Niger oleh CEA Prancis, tetapi belum diketahui lengkapnya hingga 1997 dan 2000 yang di mana pada saat itu, sebagian besar anatomi menjadi diketahui, saat sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh paleontolog asal Amerika Paul Sereno menemukan enam spesimen baru, termasuk salah satunya dengan kerangka dan tulang punggung yang setengah utuh.

Secara umum, Sarcosuchus diklasifikasikan sebagai bagian dari klad Pholidosauridae,[1][2][3] sebuah kelompok reptil yang buaya (Crocodyliformes) yang berkerabat tetapi diluar Crocodylia (klad yang berisi buaya, aligator dan gavial yang masih hidup).[1] Dalam kelompok ini, Sarcosuchus berkerabat dekat dengan genus Terminonaris dari Amerika Utara.[1] Sebagian besar anggota Pholidosauridae memiliki moncong yang panjang dan ramping, dan semuanya merupakan hewan akuatik yang tinggal di beberapa lingkungan yang berbeda, beberapa diinterpretasikan sebagai hewan laut yang dapat mentolerir air asin sementara yang lain, seperti Sarcosuchus, merupakan hewan air tawar, anggota paling primitif dalam klad tersebut, tetapi, fosilnya ditemukan di pesisir pantai, sebuah zona dimana air tawar dan air laut bercampur.[3] Sarcosuchus dianggap pemangsa generalis di antara anggota Pholidosauridae yang lain, berbeda dengan sebagian besar anggota klad yang diketahui sebagai spesalis pemakan ikan.[1] Sebuah penelitian tahun 2019 menemukan bahwa hewan posisi ini berada dibawah Tethysuchia, menjadi lebih dekat secara filogenetis pada Dyrosauridae.[4]
Kladogram yang disederhanakan berdasarkan Fortier et al. (2011).[3]
| Pholidosauridae |
| ||||||||||||