Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sarcoptes scabiei

Sarcoptes scabiei adalah tungau parasitik yang hidup dengan bersembunyi dalam kulit dan menyebabkan penyakit skabies atau kudis. Hewan ini ditemukan di seluruh dunia. Selain manusia, mamalia lain seperti anjing, kucing, sapi, hingga kera besar dapat terinfeksi. Gejala skabies yang paling umum adalah gatal hebat dan ruam kulit seperti jerawat.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sarcoptes scabiei
Sarcoptes scabiei Suntingan nilai di Wikidata

Sarcoptes scabiei yang dilihat dengan mikroskop
Rekaman
Suntingan nilai di Wikidata
Penyakitfox mange (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
SuperkerajaanHolozoa
KerajaanAnimalia
FilumArthropoda
KelasArachnida
OrdoSarcoptiformes
FamiliSarcoptidae
GenusSarcoptes
SpesiesSarcoptes scabiei Suntingan nilai di Wikidata
De Geer, 1778
Artikel takson sembarang

Sarcoptes scabiei adalah tungau parasitik yang hidup dengan bersembunyi dalam kulit dan menyebabkan penyakit skabies atau kudis. Hewan ini ditemukan di seluruh dunia. Selain manusia, mamalia lain seperti anjing, kucing, sapi, hingga kera besar dapat terinfeksi.[1] Gejala skabies yang paling umum adalah gatal hebat dan ruam kulit seperti jerawat.[2]

Sarcoptes scabiei memiliki empat fase dalam siklus hidupnya, yaitu telur, larva, nimfa, dan dewasa. Hewan betina menghasilkan 2–3 telur per hari. Telur berbentuk oval dengan panjang 0,10–0,15 mm dan menetas dalam 3–4 hari. Setelah telur menetas, larva bermigrasi ke permukaan kulit dan menggali ke dalam lapisan stratum corneum yang utuh untuk membuat liang pendek yang hampir tak terlihat mata.[3] Larva dan nimfa dapat ditemukan di rongga kulit atau di folikel rambut dan terlihat mirip dengan bentuk dewasa, hanya lebih kecil.[3] Fase dewasanya berbentuk bulat dan tidak memiliki mata.[3]

Sarcoptes scabiei dapat menginfeksi hewan piara termasuk anjing dan kucing. Penyakit ini pada hewan menimbulkan gejala seperti pruritus, papule, alopecia, hiperpigmentasi, dan crusting dermatitis atau keropeng pada kulit. Parasit ini lebih sering ditemukan pada anjing daripada kucing. Pada kucing, penyakit ini disebabkan oleh famili lain dari Sarcoptes scabiei, yaitu Notoedres catii. Penyakit ini pada hewan sering dikelirukan dengan penyakit kulit lainya, seperti demodekosis, dermatophytosis, dsn.[4]

Referensi

  1. ↑ D. B. Pence; E. Ueckermann (2002). "Sarcoptic mange in wildlife" (PDF). Scientific and Technical Review of the World Organisation for Animal Health. 21 (2): 385–98. doi:10.20506/rst.21.2.1335. PMID 11974622. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-05-18. Diakses tanggal 2019-12-30.
  2. ↑ "Scabies". Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat. Diakses tanggal 30 Desember 2019.
  3. 1 2 3 "Scabies: Biology". Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat. Diakses tanggal 30 Desember 2019.
  4. ↑ "Sarcoptes Scabiei pada Hewan Piara" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-02-23.
Pengidentifikasi takson
Sarcoptes scabiei
  • Wikidata: Q500869
  • Wikispecies: Sarcoptes scabiei
  • AFD: Sarcoptes_scabiei
  • BOLD: 657316
  • EoL: 10408691
  • EPPO: SAROSC
  • GBIF: 9660512
  • iNaturalist: 262979
  • NBN: NHMSYS0020774207
  • NCBI: 52283
  • NZOR: f5c19af3-d97d-417d-93e6-49b5744c8386
  • Open Tree of Life: 64848
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Latvia
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Kudis

sejenis penyakit kulit pada manusia

Penyakit menular

penyakit yang dapat berpindah dari satu individu ke individu lain

Selakarang

2010-11-14. Bornstein, Set; Mörner, Torsten; Samuel, William M. (2001). "Sarcoptes scabiei and Sarcoptic Mange". Dalam Samuel, William M.; Pybus, Margo J.; Kocan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026