Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sanca bodo

Sanca bodo adalah sejenis ular besar dari suku Pythonidae. Awalnya, ular ini adalah anak jenis dari Python molurus. Namun sekarang, dijadikan spesies tersendiri. Nama umum ular ini adalah sanca bodo, sanca myanmar, ula sawa bodo, dan sebagainya; nama umumnya dalam Inggris adalah Burmese python, South-east Asian rock python, atau Tiger python. Ular ini tersebar di beberapa daerah tropis dan subtropis di Asia Tenggara.

Jenis ular sancaka Terpanjang dan Terberat di Asia Tenggara
Diperbarui 21 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sanca bodo
Sanca bodo
Sanca bodo sedang beristirahat
Status konservasi

Rentan  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Reptilia
Ordo:
Squamata
Subordo:
Serpentes
Famili:
Pythonidae
Genus:
Python
Spesies:
P. bivittatus
Nama binomial
Python bivittatus
Kuhl, 1820
Sinonim

Python molurus bivittatus Kuhl, 1820[2]

Artikel takson sembarang

Sanca bodo (Python bivittatus) adalah sejenis ular besar dari suku Pythonidae. Awalnya, ular ini adalah anak jenis dari Python molurus (Sanca India). Namun sekarang, dijadikan spesies tersendiri. Nama umum ular ini adalah sanca bodo, sanca myanmar, ula sawa bodo, dan sebagainya; nama umumnya dalam Inggris adalah Burmese python, South-east Asian rock python, atau Tiger python. Ular ini tersebar di beberapa daerah tropis dan subtropis di Asia Tenggara.

Deskripsi tubuh

Tubuh berukuran besar. Panjangnya antara 3 sampai 6 meter, tetapi seringnya hanya sampai 5 meter. Berat tubuh sampai 160 kg. Mempunyai warna dasar coklat muda dengan bercak-bercak berpentuk tidak beraturan berwarna coklat tua, ada pula yang berwarna dasar kuning, karamel, atau krem, dengan bercak-bercak kuning pekat, cokelat, atau oranye. Corak yang hampir sama dengan kerabat dekatnya, yakni Sanca India (Python molurus). Namun sanca bodo dibedakan karena adanya corak berbentuk huruf "V" berwarna kuning pucat atau putih di atas kepalanya.[3][4]

Kebiasaan

Sanca bodo, spesimen berwarna albino

Sanca bodo mendiami hutan tropis atau hutan musim yang lembap. Biasanya ditemukan tidak jauh dari air atau tempat lembap bahkan kadang di dekat pemukiman. Ular sanca bodo umumnya beraktivitas di tanah dan/atau di dalam air, tetapi ular ini kerap memanjat pohon untuk berburu atau berjemur.[3][4]

Ular ini memangsa hewan-hewan berukuran sedang hingga besar, mangsa ular ini umumnya kadal, tikus, burung, ayam hutan, musang, kera, bajing, rusa, dan kijang.[3] Bahkan pernah dilaporkan dari Myanmar bahwa ada spesimen yang ditemukan sedang berjemur dan baru saja menelan seekor macan tutul.[4]

Sanca bodo, spesimen berwarna karamel
Sanca bodo bergumul dengan Aligator amerika. Hewan ini menjadi spesies invasif di Florida dan merusak ekosistem di sana

Reproduksi

Sanca bodo berkembang biak bertelur (ovipar). Jumlahnya dapat mencapai 40 butir bahkan lebih. Telur-telur tersebut akan menetas setelah dierami selama 60-80 hari. Panjang anak yang baru menetas tersebut berkisar antara 6–7 cm.[3][4]

Agihan

Agihan alami

Tersebar di India timur laut (Benggala utara), Nepal tenggara, Bhutan, Cina selatan, dan Asia Tenggara: Myanmar, Laos, Vietnam, Kamboja, Thailand, dan Indonesia. Di Indonesia, ular ini hanya terdapat di Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, dan Sulawesi Selatan.[5]

Populasi invasif

Dalam beberapa dekade terakhir, ular ini dikabarkan juga menjadi penghuni liar di Taman Nasional Everglades, Florida, AS. Statusnya disana adalah spesies invasif akibat para pemeliharanya melepaskan ular ini begitu saja ke alam liar. Ular ini juga merusak dan mengganti rantai makanan di Florida dan menjadi pemangsa teratas (konsumen puncak).[6]

Anak jenis

Ada dua anak jenis sanca bodo, yakni:[5]

  • P. b. bivittatus KUHL, 1820; menyebar di India timur laut (Benggala utara), Nepal tenggara, Bhutan, Cina selatan, Myanmar, Laos, Vietnam, Kamboja, Thailand, lalu di Indonesia hanya terdapat di Jawa, Bali, Lombok, dan Sumbawa.
  • P. b. progschai JACOBS, AULYIA & BÖHME, 2009; menyebar terbatas di Indonesia dan hanya terdapat di Sulawesi Selatan.

Populasi

Populasi ular ini sudah mulai langka, baik di Asia Tenggara maupun di Indonesia sehingga IUCN sepakat melabeli statusnya menjadi “Vulnerable” (Berisiko).[7]

Referensi

  1. ↑ "Python bivittatus". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2012.1. International Union for Conservation of Nature. 2012. Diakses tanggal 17 October 2012. ; ;
  2. ↑ Python bivittatus di Reptarium.cz Reptile Database
  3. 1 2 3 4 Ular Sanca Bodo (Python molurus) | Alamendah's Blog
  4. 1 2 3 4 iqbalz_death: Python molurus
  5. 1 2 Python bivittatus | The Reptile Database
  6. ↑ CommonSpot Error
  7. ↑ IUCN: Python bivittatus (Burmese python)

Informasi lainnya

  • Python molurus @ The Reptile Database
  • Blogmhariyanto.com: ULAR YANG DILINDUNGI
  • NPS.GOV: Burmese python's population in Florida Everglades
Pengidentifikasi takson
Python bivittatus
  • Wikidata: Q2716137
  • Wikispecies: Python bivittatus
  • ARKive: python-bivittatus
  • CoL: 4QY48
  • EoL: 47045660
  • EPPO: PYTNBI
  • GBIF: 4820533
  • GISD: 1207
  • IRMNG: 10476314
  • ISC: 66412
  • ITIS: 1094050
  • IUCN: 193451
  • NCBI: 176946
  • Open Tree of Life: 88370
  • RD: bivittatus
  • Species+: 8396
  • Taxonomicon: 1685405
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Deskripsi tubuh
  2. Kebiasaan
  3. Reproduksi
  4. Agihan
  5. Agihan alami
  6. Populasi invasif
  7. Anak jenis
  8. Populasi
  9. Referensi
  10. Informasi lainnya

Artikel Terkait

2020-an

dasawarsa pada Milenium ke-3 dan Abad ke-21 yang dimulai dari tanggal 1 Januari 2020 hingga tanggal 31 Desember 2029.

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026