Sampai Titik Terakhirmu adalah film drama romantis Indonesia yang di produksi oleh LYTO Pictures dan disutradarai oleh Dinna Jasanti, berdasarkan kisah nyata perjuangan dan cinta dari Albi Dwizky dan Shella Selpi Lizah yang viral di media sosial.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Sampai Titik Terakhirmu | |
|---|---|
| Sutradara | Dinna Jasanti |
| Produser |
|
| Skenario | Evelyn Afnilia |
| Pemeran |
|
| Penata musik | Ricky Lionardi |
| Sinematografer | Yudi Datau |
| Penyunting | Aline Jusria |
Perusahaan produksi |
|
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 114 menit |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Indonesia |
Sampai Titik Terakhirmu adalah film drama romantis Indonesia yang di produksi oleh LYTO Pictures dan disutradarai oleh Dinna Jasanti, berdasarkan kisah nyata perjuangan dan cinta dari Albi Dwizky dan Shella Selpi Lizah yang viral di media sosial.[1]
Film Sampai Titik Terakhimu ini dibintangi oleh Arbani Yasiz, Mawar Eva de Jongh, Unique Priscilla, Kiki Narendra, Yasamin Jasem, Shakeel Fauzi, Tika Panggabean, Onadio Leonardo , Siti Fauziah, TJ Ruth, Vonny Felicia, Verina Ardiyanti, Alfie Alfandy, Cemor dan Dana Wardhana.[2]
Sampai Titik Terakhimu ditayangkan di bioskop pada 13 November 2025.
Albi Dwizky (Arbani Yasiz), seorang rantau yang bekerja sebagai WO, memimpikan dirinya menikah dan memiliki keluarga bahagia, namun karena kondisi ekonomi dan sifatnya yang introvert, ia fokus pada survival dirinya dan tidak pernah berani untuk bermimpi lebih. Suatu hari, saat kembali dari kantor, kepalanya tak sengaja menjadi samsak bola futsal nyasar. Alih-alih kesal, ia justru terpana dengan pelaku, Shella Selpi (Mawar Eva De Jongh), si extrovert kembang komplek, atlet, dan content creator.
Lambat laun, Shella dan Albi mulai dekat karena sering bertemu di berbagai kegiatan sosial komplek dan acara nongkrong kelompok pertemanan mereka. Sifat mereka yang bertolak belakang, justru membuat mereka tertarik pada satu sama lain. Seiring dengan tumbuhnya rasa antar mereka, rasa sakit dan kram di perut Shella juga bertambah, hingga akhirnya Shella mengetahui bahwa sebuah penyakit ganas menyerang dan mengancam masa depannya. Albi menemani Shella menghadapi setiap tantangan berat dalam perjalanan kesembuhannya, sembari mempersiapkan masa depan mereka bersama.
| Judul Lagu | Penyanyi | Pencipta | Produksi |
|---|---|---|---|
| "Bergema Sampai Selamanya" | Nadhif Basalamah | Nadhif Basalamah Petra Sihombing Nareswara Kalingga Murda |
Petra Sihombing After School |
| "Usik" | Feby Putri | Feby Putri Nilam Cahaya | Tumbuh Records |
| "Utuh" | Satine Zaneta | Abimana Aryasatya Ario Bayu |
Anugrah Swastadi Sukma Raya ParanPara Records |
| "Bunga Abadi" | Rio Clappy | Rizky Ceisa Rio | Rio Clappy |
| "Nanti Kita Seperti Ini" | Batas Senja | Reza Lukita Apriadi | Sintesa Pro |
| "Titik Dua & Bintang" | Olski | Olski Dicki Mahardika |
Kitten Records |
Sampai Titik Terakhimu memasuki tahap produksi pada bulan Mei 2025.