Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Saluang

Saluang adalah alat musik tiup tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat terbuat dari bambu. Alat musik tiup ini terbuat dari bambu tipis atau talang.

alat musik
Diperbarui 3 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Saluang
Saluang

Saluang adalah alat musik tiup tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat terbuat dari bambu.[1] Alat musik tiup ini terbuat dari bambu tipis atau talang.

Proses pembuatan

Alat ini lebih sederhana pembuatannya dibandingkan dengan suling, cukup dengan melubangi talang dengan empat lubang. Panjang saluang kira-kira 40–60 cm, dengan diameter 3–4 cm.[2] Orang Minang percaya bahwa bahan yang paling bagus untuk dibuat saluang berasal dari talang untuk jemuran kain atau talang yang ditemukan hanyut di sungai.[3] Adapun kegunaan lain dari talang adalah wadah untuk membuat lamang (lemang), salah satu makanan tradisional Minangkabau. Pada saat pembuatan saluang, pertama-tama harus menentukan bagian atas dan bawahnya terlebih dahulu untuk menentukan pembuatan lubang. Bagian atas saluang merupakan bagian bawah ruas bambu. Bagian atas saluang diserut untuk dibuat meruncing sekitar 45 derajat sesuai ketebalan bambu. Untuk membuat 4 lubang pada alat musik tradisional saluang ini mulai dari ukuran 2/3 dari panjang bambu, yang diukur dari bagian atas, dan untuk lubang kedua dan seterusnya berjarak setengah lingkaran bambu. Ukuran diamater lubang agar menghasilkan suara yang bagus adalah sekitar 0,5 cm.[4]

Pada permukaan badan saluang dapat diberikan hiasan titik-tiktik dengan cara dibakar.[5]

Teknik memainkan

Keutamaan para pemain saluang ini adalah dapat memainkan saluang dengan meniup dan menarik napas bersamaan, sehingga peniup saluang dapat memainkan alat musik itu dari awal dari akhir lagu tanpa putus. Cara pernapasan ini dikembangkan dengan latihan yang terus menerus. Teknik ini dinamakan juga sebagai teknik manyisiahan angok (menyisihkan napas).[2] Teknik juga ini disebut sebagai circular breathing [6] yang juga digunakan untuk memainkan alat musik tiup zurna[7] yang dimainkan oleh masyarakat Armenia, Asia Barat dan Utara Afrika.

Artis Saluang

Saluang bisa dimainkan sendirian, namun biasanya dalam pentas acara saluang, terdiri dari dua orang, yakni satu pemain saluang dan satu lagi bertugas berdendang. Alat musik ini juga bisa diminkan bersama dalam ensambel musik Talempong.[5] Pemain saluang yang terkenal di antaranya adalah Zaidir SK,[8] Marulis Sutan Rajo Ameh,[9] Yusri Lelo Sati,[10] Jamaluddin Sutan Majolelo,[11] Buyuang Kamang,[12] Mawardi HS,[13] R. Caniago (Roni Caniago),[14] Katik,[15] Lenggang Sutan Kayo (Agam), Jalaluddin (Lubuak Sikaladi), dan Jaranih (Batagak, Bukittinggi).[16] Adapun pedendang legendaris yang mengiringi musik saluang ini adalah Samsimar,[17] Adjis Sutan Sati,[18] Sawir Sutan Mudo,[19] Ernawati,[20] Adih Suayan, Ida,[21] Ani Aia Angek,[22] Ellya Sawarti,[23] Gadih Suayan,[14] dan Misramolai.[24] Saluang juga dapat dikombinasikan dengan alat musik modern sebagaimana yang dibawakan oleh penyanyi-penyanyi Minang yang terkenal seperti duet Asben-Melati,[25] duet Asben-Fetty[26] dan Misramolai.[27]

Jenis-Jenis Lagu Saluang

Tiap nagari di Minangkabau mengembangkan cara meniup saluang, sehingga masing-masing nagari memiliki ciri khas tersendiri. Contoh dari ciri khas itu adalah Singgalang,[28] Pariaman,[29] Solok Salayo,[30] Lintau,[31] Koto Tuo,[32] Suayan,[33] Indang Cerenti[34] dan Pauah.[35] Ciri khas Singgalang dianggap cukup sulit dimainkan oleh pemula, dan biasanya nada Singgalang ini dimainkan pada awal lagu.[36]

Saluang juga dibawakan dengan nada-nada dan buah lagu sedih yang disebut ratok (ratap) seperti yang Ratok Solok,[37] dari daerah Solok dan Ratok Cupak Ambiak Lado.[38] Irama sedih karena berisi tentang kesulitan hidup yang dialami sehari-hari. Konon, dahulu jika ada yang sedang berduka dilarang mengikuti atau menyaksikan acara musik saluang dengan irama ratok karena bisa membuat mereka makin sedih. Irama ratok dari nagari lain contohnya adalah Ratok Paninggahan,[39] Ratok Koto Tuo,[40] Ratok Kamang,[41] Ratok Taram,[42] Ratok Koto Gadang,[43] Ratok Banda Sapuluah[44] dan sebagainya.

Saluang diiringi dengan gendang menjadikan musik ini berirama riang hingga disebut sebagai Saluang Dangdut. Sebenarnya saluang dengan iringian gendang ini sudah lama ada seperti yang dibawakan oleh Misramolai,[45] tapi istilah dangdut ini baru muncul belakangan. Saluang dangdut ini karena riang gembira lebih disukai anak-anak muda dibandingkan dengan saluang klasik yang berirama dan berisikan buah dendang sedih. Acara saluang dengan iringan musik modern sering muncul dalam pesta perkawinan di Sumatera Barat.[46]

Aspek Magis Saluang

Dahulu, kabarnya pemain saluang ini memiliki mantra tersendiri yang berguna untuk menghipnosis penontonnya. Mantra itu dinamakan Pitunang Nabi Daud. Isi dari mantra itu kira-kira: Aku malapehan pituang Nabi Daud, buruang tabang tatagun-tagun, aia mailia tahanti-hanti, takajuik bidodari di dalam sarugo mandanga bunyi saluang ambo, kununlah anak sidang manusia...... dan seterusnya.[47]

Saluang sirompak adalah saluang yang digunakan untuk keperluan guna-guna (pelet) yang berasal dari Nagari Taeh Baruah, Kabupaten Limapuluh Kota.[48] Berasal dari kata dasar rompak, yang berarti paksa.[49] Saluang ini memiliki lubang lima buah, sementara saluang biasa hanya empat lubang.

Catatan

  1. ↑ "Saluang: Suling Pengiring Syair Puitis dalam Budaya Minangkabau". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2026-01-22.
  2. 1 2 dkk, R. Toto Sugiarto (2021-05-01). Ensiklopedi Alat Musik Tradisional: Sulawesi Tenggara hingga Sumatera Utara. Hikam Pustaka. hlm. 6. ISBN 978-623-311-198-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Wawancara dengan A. Dt Batuah, niniak mamak suku Caniago dari Koto Laweh, Solok, tahun 1993 oleh wiki ID limpato
  4. ↑ r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awr1RVDboIRpIAIAaRvLQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzIEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1771509212/RO=10/RU=https://www.detik.com/sumut/budaya/d-7108965/alat-musik-saluang-sejarah-fungsi-dan-cara-memainkannya/RK=2/RS=CkSFzEvc2kb0CLx6.tfgeSGnEI0-. Diakses tanggal 2026-02-05.
  5. 1 2 Dewi, Ni Luh Putu Chandra; Estudiantin, Nusi Lisabilla; Yogaswara, Wawan; Yulita, Ita; Moerdianti, Retno (2008). Informasi Koleksi Musik Tradisional Indonesia (PDF). Jakarta: Museum Nasional. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Circular breathing technique
  7. ↑ Alat musik tiup zurna
  8. ↑ https://www.youtube.com/watch?v=48G8E9Xy88A Zaidir SK Sawir dan Unidar
  9. ↑ Marulis St Rajo Ameh
  10. ↑ Saluang Samsimar-Yusri
  11. ↑ Saluang Jalaluddin Sutan Majolelo - Misramolai
  12. ↑ Adjis St Sati dan Buyuang Kamang
  13. ↑ Saluang Klasik Puti Bungsu
  14. 1 2 Gadih Suayan dan Roni Caniago
  15. ↑ Katik dan Misramolai
  16. ↑ Sriyanto. Dimensi estika pertunjukan saluang dendang di Minangkabau dalam bagurau. ISI Padang Panjang. Volume 14 no. 2 Nov 2012
  17. ↑ Samsimar dan Adjis St Sati
  18. ↑ Adjis St Sati
  19. ↑ Sawir St Mudo
  20. ↑ Saluak Klasik Sawir Sutan Mudo dan Ernawati
  21. ↑ Adih Suayan dan Ida
  22. ↑ https://www.youtube.com/watch?v=-erQgR6-_do Ani Aia Angek dan Sawir St Mudo
  23. ↑ Sawir dan Ellya Sawarti
  24. ↑ Saluang dengan Misramolai
  25. ↑ Asben dan Melati
  26. ↑ Duet Saluang Asben-Fetty
  27. ↑ Misramolai Saluang
  28. ↑ Saluang Singgalang
  29. ↑ Pariaman Lamo
  30. ↑ Saluang Solok Salayo
  31. ↑ Lintau barotan menit ke 23:09
  32. ↑ Saluang Koto Tuo oleh Misramolai
  33. ↑ Saluang Suayan
  34. ↑ Indang Cerenti
  35. ↑ Saluang Pauah
  36. ↑ Setyaningrum, P. (2023, 28 November). Mengenal Saluang, alat musik tradisional khas Minangkabau. Kompas.com.
  37. ↑ Irama Saluang Ratok Solok
  38. ↑ Ratok Cupak Ambiak Lado
  39. ↑ Ratok Paninggahan
  40. ↑ Ratok Koto Tuo
  41. ↑ Ratok Kamang
  42. ↑ Ratok Taram
  43. ↑ Ratok Koto Gadang
  44. ↑ Ratok Banda Sapuluah
  45. ↑ https://www.youtube.com/watch?v=wadFPjCv-MY&t=210s Saluang Misramolai
  46. ↑ Saluang dalam acara pesta
  47. ↑ Wawancara dengan Magatin Budua, seniman tradisional Minangkabau dari Muaro Bodi, Sawahlunto tahun 1993, oleh WikiID limpato
  48. ↑ Saluang sirompak
  49. ↑ Kurniawan, Rama; Syeilendra, Syeilendra (2020-12-05). "Bentuk Musik Saluang Sirompak Versi Abah Emi Pada Acara Alek Pemuda Di Parik Dalam Nagari Taeh Baruah Kabupaten 50 Kota Payakumbuh". Jurnal Sendratasik. 10 (1): 1–12. doi:10.24036/jsu.v9i2.110538. ISSN 2302-3201.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • MusicBrainz instrument

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Proses pembuatan
  2. Teknik memainkan
  3. Artis Saluang
  4. Jenis-Jenis Lagu Saluang
  5. Aspek Magis Saluang
  6. Catatan

Artikel Terkait

Alat musik perkusi

jenis alat musik yang menghasilkan bunyi dengan cara dipukul langsung

Alat musik

objek penghasil suara yang digunakan oleh musisi untuk tujuan ini

Alat musik dawai

alat musik yang menghasilkan bunyi dari senar dan biasa dimainkan dengan cara dipetik

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026