Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiSalam Zgharta FC
Artikel Wikipedia

Salam Zgharta FC

Salam Zgharta Football Club, dikenal sebagai Salam Zgharta atau cukup Salam, adalah klub sepak bola yang berbasis di Zgharta, Lebanon, dan berkompetisi di Divisi Kedua Lebanon.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Salam Zgharta
Nama lengkapSalam Zgharta Football Club
Nama singkatSalam
Berdiri1933; 93 tahun lalu (1933), sebagai Salam Achrafieh SC
Agustus 15, 1971; 54 tahun lalu (1971-08-15), sebagai Salam Zgharta FC
StadionKompleks Olahraga Zgharta
(Kapasitas: 5,500)
KetuaLebanon Estephan Frangieh
Pelatih kepalaSuriah Amar Al-Shamali
LigaDivisi Kedua Lebanon
2024–25Divisi Kedua Lebanon, ke-6 dari 12
Situs webSitus web resmi klub
Kostum kandang
Kostum tandang
Musim ini

Salam Zgharta Football Club (bahasa Arab: نادي السلام الرياضي زغرتا, lit. 'Zgharta Peace Sporting Club'), dikenal sebagai Salam Zgharta atau cukup Salam, adalah klub sepak bola yang berbasis di Zgharta, Lebanon, dan berkompetisi di Divisi Kedua Lebanon.

Didirikan pada tahun 1933 dengan nama Salam Achrafieh, klub ini berganti nama menjadi Salam Zgharta pada 1971. Warna tradisional kostum klub ini adalah merah dan hitam. Pada 2014, mereka menjuarai Piala FA Lebanon, satu-satunya trofi mayor mereka hingga saat ini.

Sejarah

Salam Achrafieh (1933–1971)

Salam Achrafieh awalnya adalah klub yang didirikan di Achrafieh, sebuah distrik di Beirut Utara.

Pada Mei 1933, Salam Achrafieh menggelar pertandingan melawan Arax dan menurunkan seorang pemain bernama Spiro yang tidak tinggal di Achrafieh. Hal ini dianggap ilegal pada saat itu dan Federasi Sepak Bola Lebanon (LFA) mendiskualifikasi Salam dari pertandingan tersebut. Keputusan itu ditentang oleh Slim, seorang tokoh media terkenal, yang berupaya mengubah komite eksekutif, tetapi gagal karena klub dominan saat itu, Al Nahda SC, tidak menyetujui perubahan tersebut.

Salam Achrafieh berpartisipasi dalam musim perdana Divisi Kedua Lebanon dan berhasil menjuarai kompetisi tersebut. Pada 1937, mereka menjadi tim pertama yang meraih gelar juara Divisi Kedua sebanyak dua kali.

Awal berdiri

Salam Zgharta berdiri pada 1971, setelah sekelompok penggemar sepak bola membeli lisensi dari klub Salam Achrafieh yang berbasis di Achrafieh, Beirut.[1]

Klub tetap berada di Achrafieh hingga 1974, kemudian pindah ke Zgharta, Lebanon Utara. Mereka berkompetisi di Liga Utama Lebanon, dengan pendanaan dari Sassine Ghazale setelah kepindahan tersebut. Pada musim 1974–75, Antoine "Al Shakra" Fenianos menjadi pelatih pertama klub. Pertandingan perdana Salam Zgharta berlangsung di Stadion Olahraga Kota Camille Chamoun melawan Nejmeh, yang berakhir dengan kekalahan 5–2. Pada musim perdananya, klub terdegradasi ke Divisi Kedua bersama Riyada Wal Adab, setelah musim dihentikan lebih awal karena pecahnya Perang Saudara Lebanon.[2]

Saat perang berlangsung, sepak bola Lebanon turut terdampak dengan terpecahnya Federasi Sepak Bola Lebanon (LFA) menjadi dua federasi yang masing-masing menggelar kompetisi sendiri. Salam Zgharta bergabung dengan Federasi Timur dan menjuarai Piala FA Lebanon pada 12 April 1987. Namun setelah perang usai dan kedua federasi kembali bergabung, gelar juara Piala FA tersebut dibatalkan.

Periode setelah perang (1990–2006)

Pasca perang, Salam Zgharta menjadi salah satu tim terbaik di liga, dengan pemain inti seperti Fawzi Yammine dan Elias Bou Nassif. Awal tahun 1990-an cukup positif bagi klub asal utara ini, dengan finis di peringkat ketiga pada musim 1990–91 dengan 35 poin.[3] Setelah Liga Utama diperluas menjadi 20 tim yang dibagi dalam dua grup, Salam Zgharta mengakhiri musim 1991–92 sebagai peringkat kedua grupnya dan keempat dalam klasemen akhir, dengan 23 poin dari 20 pertandingan.[3]

Pada 1992, Kabalan Yammine menjadi presiden klub. Namun, Salam Zgharta tidak mampu mengulang kesuksesan sebelumnya. Mereka bertahan dua musim di kasta teratas sebelum kesulitan menjaga posisi karena masalah finansial, sehingga kerap bermain di Divisi Kedua. Pada musim 1999–2000, Salam Zgharta finis kelima di Liga Utama Lebanon, pencapaian terbaik mereka di bawah kepemimpinan Kabalan Yammine. Pada 1996, Youssef Jabbour terpilih sebagai wakil presiden.[4] Memasuki pertengahan 2000-an, Kabalan mulai kehilangan minat terhadap klub. Sebuah pemilihan digelar pada Oktober 2006, tiga pertandingan setelah musim 2006–07 dimulai, dan Estephan Frangieh menjadi presiden baru.[1]

Masa kepemimpinan Frangieh (2006–sekarang)

Salam Zgharta (putih) melawan Nejmeh (merah) pada 2020

Pada musim pertama di bawah kepemimpinan Estephan Frangieh, klub terdegradasi ke Divisi Kedua. Setelah degradasi, Frangieh berinvestasi pada klub dan mereka kembali promosi ke kasta teratas pada musim 2007–08. Namun, keberadaan mereka hanya bertahan satu musim karena kembali terdegradasi pada 2008–09. Pada 2009, Stadion Merdeshiyeh diubah namanya menjadi Kompleks Olahraga Zgharta. Klub akhirnya menjuarai Divisi Kedua Lebanon 2012–13 setelah memuncaki Grup A, dan kembali promosi ke Liga Utama.

Pada musim 2013–14, Salam Zgharta menunjuk Peter Meindertsma sebagai pelatih kepala. Meski berjuang menghindari degradasi di liga, klub berhasil menjuarai Piala FA Lebanon 2013–14. Pada 2015, Salam Zgharta untuk pertama kalinya tampil di Piala AFC, setelah menang di babak play-off melawan Khayr Vahdat. Mereka hanya meraih satu kemenangan dari enam pertandingan di fase grup.

Pada musim 2016–17, Salam Zgharta memulai kompetisi dengan kemenangan 5–2 atas Ansar di kandang. Klub mengakhiri musim sebagai runner-up, pencapaian terbaik mereka hingga kini. Mereka lolos ke Piala Champions Klub Arab 2018–19 untuk pertama kalinya, tetapi kalah dari Raja Casablanca di babak 32 besar. Pada musim 2020–21, setelah delapan musim berturut-turut di kasta teratas, Salam Zgharta terdegradasi ke Divisi Kedua.[5] Mereka kembali promosi pada musim 2021–22 setelah finis kedua di Divisi Kedua,[6] sebelum kembali terdegradasi pada 2022–23, dengan finis di posisi ke-11 Liga Utama.[7]

Warna dan lambang

Setelah pindah dari Achrafieh ke Zgharta, Salam Zgharta dikenal mengenakan seragam biru saat bermain di kandang dan putih saat tandang. Setelah penyatuan kembali LFA pada 1990, Salam Zgharta memutuskan untuk mengganti warna kandang mereka menjadi merah.

Logo pertama Salam Zgharta dirancang pada tahun 1971. Logo tersebut berbentuk lingkaran dengan tulisan “Al Salam Zgharta” (bahasa Arab: السلام زغرتا) dalam bentuk kaligrafi yang membentuk siluet seekor merpati. Desain ini kemudian diubah pada tahun 2010, dengan tetap mempertahankan bentuk lingkaran.

Stadion

Salam Zgharta memainkan pertandingan kandangnya di Kompleks Olahraga Zgharta. Stadion ini terletak di kawasan Merdeshiyeh, Zgharta, dan mampu menampung hampir 5.500 penonton. Stadion tersebut dibangun oleh yayasan Maronit di samping Gereja Sarkis dan Bakhos, dan direnovasi pada 2009. Pada tahun yang sama, yayasan tersebut memberikan hak penggunaan stadion kepada Salam Zgharta.

Stadion ini sempat dikenai larangan penggunaan oleh federasi pada 1999, yang kemudian dicabut pada 2009.

Pendukung

Pendukung Salam Zgharta sebagian besar berasal dari kalangan Maronit di wilayah Zgharta dan distrik lain di Lebanon Utara.[8] Mereka dikenal sempat menimbulkan beberapa masalah selama pertandingan pada 1990-an dan 2000-an.

Rivalitas

Salam Zgharta memainkan derby Utara melawan Tripoli, karena keduanya berasal dari kawasan yang sama. Rivalitas kecil juga terjadi dengan klub seperti Ansar Howara SC dan Egtmaaey, meski kini jarang terjadi karena klub-klub tersebut tidak lagi rutin tampil di kasta tertinggi. Derby pertama antara Salam Zgharta dan Tripoli dimainkan pada 18 Desember 2005 di Stadion Munisipalitas Rachid Karame. Tuan rumah, Salam Zgharta, memenangkan pertandingan 1–0 berkat gol Wehbe Douaihy pada menit ke-58}}</ref> Rivalitas kecil juga terjadi dengan klub seperti Ansar Howara SC dan Egtmaaey, meski kini jarang terjadi karena klub-klub tersebut tidak lagi rutin tampil di kasta tertinggi. Derby pertama antara Salam Zgharta dan Tripoli dimainkan pada 18 Desember 2005 di Stadion Munisipalitas Rachid Karame.[9] Tuan rumah, Salam Zgharta, memenangkan pertandingan 1–0 berkat gol Wehbe Douaihy pada menit ke-58.[10]

Pemain

Per 30 Juli 2025.[11]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan kelayakan FIFA. Pemain bisa saja memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Negara Pemain
1 GK Lebanon LBN Youssef Mrad
2 DF Lebanon LBN Yehya Kahil
4 MF Lebanon LBN Ghassan El Bazi
5 MF Lebanon LBN Amer Mahfoud
7 FW Lebanon LBN Serge Assaf
8 DF Lebanon LBN Joe Khawaja
9 FW Lebanon LBN Haidar Awada
10 FW Lebanon LBN Issa Bazzi
11 DF Lebanon LBN Mohammad El Samrout
12 DF Lebanon LBN Rawad Al Jeitani
13 DF Lebanon LBN Imad El Azame
14 FW Lebanon LBN Hassan Kadi
15 FW Lebanon LBN Mohammad El Zahed
16 DF Lebanon LBN Patrick Mannah (kapten)
No. Pos. Negara Pemain
17 DF Lebanon LBN Fouad Khawaja
18 DF Lebanon LBN Abdelrahman Abdelkhalek
19 FW Brasil BRA Pemaza
20 FW Lebanon LBN Mohammad Chaaban
22 DF Lebanon LBN Adel Khalil
25 DF Nigeria NGA Emmanuel Obere
30 MF Lebanon LBN Joseph Yarak
44 GK Lebanon LBN Joseph Bitar
95 GK Lebanon LBN Elio Derjani
— GK Lebanon LBN Charbel Antoun
— DF Lebanon LBN Mohamad Korhani
— MF Lebanon LBN Ghazi Hussein
— FW Lebanon LBN Elio Roustom
— FW Lebanon LBN Jason Bayeh

Pelatih

Nama Kebangsaan Tahun
Antoine "Al Shakra" Fenianos Lebanon 1971–????
Thaer Ahmad Irak 1996
Hussein Afeish Lebanon 2005
Assaf Khalife Suriah 2005–????
Ghassan Khawaja[a] Lebanon 2009
Assaf Khalife Suriah 2012–2013
Peter Meindertsma Belanda 2013–2015
Louai Abou Karam Venezuela 2015
Anas Makhlouf Suriah 2015–2016
Tarek Jaraya Tunisia 2016–2017
Maher Sdiri Tunisia 2017–2018
Tarek Thabet Tunisia 2018
Ghassan Khawaja Lebanon 2018–2019
Anis Boujelban[a] Tunisia 2019
Nouhad Souccar Yordania 2019
Ahmad Kadhem Irak 2019
Ghassan Khawaja Lebanon 2020–2021
Vladimir Vujović Montenegro 2021–2022
Kazem El Khansa Lebanon 2022
Andrew Oakley Australia 2022
Ahmed Hafez Mesir 2022
Ricardo Cruz Brasil 2023
Tony Al Tahech[a] Lebanon 2023
Capela Portugal 2023
Charbel Kabbout[a] Lebanon 2023
Rui Gregório Portugal 2023–2025
Ammar Al Shamali Suriah 2025–

Preastasi

Domestik

Liga

  • Divisi Dua Lebanon
    • Juara (6): 1933–34,[b] 1936–37,[b] 1997–98, 2004–05, 2007–08, 2012–13 (grup A)

Piala

  • Piala FA Lebanon
    • Juara (1): 2013–14
  • Piala Federasi Lebanon
    • Runner-up (1): 1999
  • Piala Super Lebanon
    • Runner-up (1): 2014
  • Piala Challenge Lebanon
    • Runner-up (2): 2016, 2019[12]

Statistik di kompetisi klub AFC

Musim Kompetisi Babak Lawan Kandang Tandang
2015 Piala AFC Babak grup Yordania Al-Wehdat 1–5 0–3
Babak grup Suriah Al-Wahda 0–2 1–3
Babak grup Oman Al-Nahda 2–1 1–4

Catatan

  1. 1 2 3 4 Pelatih interim
  2. 1 2 Sebagai Salam Achrafieh

Referensi

  1. 1 2 "ممثّل زغرتا: الأشرفية البداية!" (dalam bahasa Arab). Al Akhbar. 8 September 2018. Diakses tanggal 28 Februari 2020.
  2. ↑ "وليد شاتيلا الحارس الطائر" (dalam bahasa Arab). Nidaa Al Watan. 19 Agustus 2020. Diakses tanggal 19 Agustus 2020.
  3. 1 2 "Al Salam Zgharta" (dalam bahasa Arab). Abdo Gedeon. Diakses tanggal 16 Maret 2019.
  4. ↑ shoot 124 10_06-96 جبور نائبًا لرئيس السلام hlm.15
  5. ↑ Mahfoud, Maroun (31 Maret 2021). "End of an era". FA Lebanon. Diakses tanggal 31 Maret 2021.
  6. ↑ "السلام زغرتا يرافق الشباب الغازية الى الدرجة الأولى". FA Lebanon. 15 Januari 2022. Diakses tanggal 16 Juni 2022.
  7. ↑ "اتحاد كرة القدم اللبناني يصدر قرارات حاسمة" (dalam bahasa Arab). Kooora. 22 Maret 2023. Diakses tanggal 29 Mei 2023.
  8. ↑ Maugendre, Axel (31 Agustus 2018), "Ethnography of the Lebanese Football Clubs", Athens Journal of Sports, 5 (3): 213–226, doi:10.30958/AJSPO.5-3-3 ; ;
  9. ↑ "منتديات كووورة" (dalam bahasa Arab). Kooora. 17 Desember 2005. Diakses tanggal 27 April 2020.
  10. ↑ Abboud, John (15 Januari 2010). "Lebanon 2005/06". RSSSF. Diakses tanggal 15 Januari 2011.
  11. ↑ "Salam SC Zgharta". Global Sports Archive. Diakses tanggal 2 Oktober 2022.
  12. ↑ "Bourj crowned Lebanese Challenge Cup Champions! Mabrouk!!". FA Lebanon. 24 Agustus 2019. Diakses tanggal 24 Agustus – via Twitter.

Pranala luar

  • Salam Zgharta di situs FA Lebanon
  • Salam Zgharta di situs AFC

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Salam Achrafieh (1933–1971)
  3. Awal berdiri
  4. Periode setelah perang (1990–2006)
  5. Masa kepemimpinan Frangieh (2006–sekarang)
  6. Warna dan lambang
  7. Stadion
  8. Pendukung
  9. Rivalitas
  10. Pemain
  11. Pelatih
  12. Preastasi
  13. Domestik
  14. Statistik di kompetisi klub AFC
  15. Catatan
  16. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026