Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Said bin Ahmad

Said bin Ahmad sempat menjadi Imam dan Sultan Oman kedua, dari dinasti Al Busaid, yang memerintah negara tersebut antara tahun 1783 sampai tahun 1786.

Imam dan Sultan Oman
Diperbarui 22 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Said bin Ahmad
Sultan Kekaisaran Oman
Berkuasa1783–1786
PendahuluAhmad bin Said al-Busaidi
PenerusHamad bin Said
Kematian1803
Benteng Al-Batinah, Rustaq
PemakamanBenteng Al-Batinah, Rustaq
DinastiAl Busaid
AyahAhmad bin Said al-Busaidi
IbuGhani binti Khalfan Al-Busaidiyah
AgamaIslam Ibadi

Said bin Ahmad (meninggal tahun 1803) sempat menjadi Imam dan Sultan Oman kedua, dari dinasti Al Busaid, yang memerintah negara tersebut antara tahun 1783 sampai tahun 1786.[butuh rujukan]

Pemerintahan

Said bin Ahmad adalah putra Imam dan Sultan Ahmad bin Said al-Busaidi, dan terpilih sebagai Imam setelah ayahnya meninggal pada tahun 1783. Suksesi tidak terbantahkan, dan Said mengambil alih ibu kota, Rustaq.

Saudara laki-lakinya Saif dan Sultan bin Ahmad meminta Syeikh Sakar dari kelompok suku Syamal untuk membantu mereka mendapatkan takhta.

Syeikh Sakar merebut kota Hamra, Shargah, Rams dan Khor Fakan. Said melawan, tetapi tidak mampu merebut kembali kota-kota tersebut.

Namun, Saif dan Sultan merasa terlalu berbahaya bagi mereka untuk tetap tinggal di Oman. Saif berlayar ke Afrika Timur, berniat menjadikan dirinya sebagai penguasa di sana.[1] Dia meninggal di sana segera setelahnya. Sultan bin Ahmad melarikan diri ke Gwadar di pantai Makran, Balochistan.[2]

Turun tahta

Imam semakin tidak populer. Sekitar akhir tahun 1785 sekelompok tokoh memilih saudaranya, Qais bin Ahmad. Pemberontakan ini segera pecah.[3]

Kemudian salah satu putra Said ditahan di Benteng Al Jalali selama beberapa waktu oleh gubernur Muskat. Putranya yang lain, Hamad bin Said, datang untuk bernegosiasi dengan gubernur. Hamad dan para pengikutnya berhasil menguasai benteng al-Jalali dan al-Mirani, dan juga Muskat.[4]

Hal ini terjadi pada tahun 1786. Satu demi satu benteng-benteng lain di Oman tunduk kepada Hamad, hingga Said tidak lagi mempunyai kekuasaan sementara.[5]

Hamad mengambil gelar Syeikh dan mendirikan istananya di Muskat. Said bin Ahmad tetap tinggal di Rustaq dan tetap mempertahankan gelar Imam, tetapi gelar tersebut murni simbolis agama yang tidak mempunyai kekuatan apa pun.[6]

Referensi

Citations

  1. ↑ Miles 1919, hlm. 281.
  2. ↑ Miles 1919, hlm. 282.
  3. ↑ Miles 1919, hlm. 282-283.
  4. ↑ Peterson 2007, hlm. 72.
  5. ↑ Miles 1919, hlm. 283.
  6. ↑ Thomas 2011, hlm. 224.

Sources

  • Miles, Samuel Barrett (1919). The Countries and Tribes of the Persian Gulf (dalam bahasa Inggris). Garnet Pub. ISBN 978-1-873938-56-0. Diakses tanggal 19 November 2013.
  • Peterson, John (2007). Historical Muscat: An Illustrated Guide and Gazetteer (dalam bahasa Inggris). BRILL. ISBN 978-90-04-15266-3. Diakses tanggal 2013-11-16.
  • Thomas, Gavin (2011-11-01). The Rough Guide to Oman (dalam bahasa Inggris). Penguin. ISBN 978-1-4053-8935-8. Diakses tanggal 2013-11-11.
  • l
  • b
  • s
Sultan Oman sejak 1749
  • Ahmad bin Said
  • Said bin Ahmad
  • Hamad bin Said
  • Sultan bin Ahmad
  • Salim bin Sultan
  • Said bin Sultan
  • Thuwaini
  • Salim II
  • Azzan
  • Turki
  • Faisal
  • Taimur
  • Said III
  • Qaboos
  • Haitham

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pemerintahan
  2. Turun tahta
  3. Referensi

Artikel Terkait

Oman

negara di Asia Barat

Ahmad bin Said al-Busaidi

Imam Oman

Saif bin Sultan

Imam Oman

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026