Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sagunja

Sagunja (四君子;사군자) adalah genre lukisan Korea yang melukiskan sagunja, empat jenis tanaman yang terdiri dari persik, anggrek, seruni dan bambu. Tanaman-tanaman ini merupakan subjek lukisan para gunja sehingga karya yang mereka hasilkan dinamakan empat tanaman bangsawan. Gunja adalah pria bangsawan yang berkarakter luhur, berbudi pekerti dan biasanya ahli dalam bidang sastra.

Wikipedia article
Diperbarui 21 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sagunja
Sagunja (anggrek) karya Kim Jeong-hui

Sagunja (四君子;사군자) adalah genre lukisan Korea yang melukiskan sagunja, empat jenis tanaman yang terdiri dari persik, anggrek, seruni dan bambu.[1][2][3][4][5] Tanaman-tanaman ini merupakan subjek lukisan para gunja sehingga karya yang mereka hasilkan dinamakan empat tanaman bangsawan.[5] Gunja adalah pria bangsawan yang berkarakter luhur, berbudi pekerti dan biasanya ahli dalam bidang sastra.[5]

Genre lukisan ini berasal dari Cina dan diperkenalkan ke Korea sejak zaman Goryeo pada abad ke-12 dan mencapai masa keemasan di periode Dinasti Joseon sampai awal abad ke-20.[5] Genre sagunja lebih disukai oleh seniman-seniman non profesional yang belajar lukisan Cina dibanding para pelukis genre lain.[5]

Lukisan sagunja yang berkembang di Korea menjadi berbeda dengan Cina dalam hal komposisi, bentuk batang, akar dan warna bayangan dalam lukisan.[5] Di awal abad ke-20, lukisan ini menjadi genre independen dari jenis lukisan lain.[5]

Cara melukisnya cenderung mengarah kepada kaligrafi yang berciri khas lebih sederhana dibanding metode melukis pemandangan atau orang.[5] Bagi seniman Korea, jika kaligrafi mencerminkan sifat dan pengetahuan penulisnya, begitu pula dengan sagunja yang mereka goreskan.[5]

Para gunja menyukai keempat jenis tanaman dan menggali karakter yang dimilikinya sebagai panutan.[5] Karakter bambu dipuji karena tidak gugur daun bahkan di musim dingin, tumbuh lurus, melambangkan integritas orang yang berilmu.[5] Anggrek dikagumi karena anggun dan harumnya lembut.[5] Persik yang bersemi di awal musim semi, di antara salju musim dingin yang masih tersisa mencerminkan kekuatan.[5] Sementara bunga seruni dapat bertahan sampai akhir musim gugur menjelang musim dingin mencerminkan keteguhan.[5]

Banyak lukisan sagunja yang menggambarkan bambu dan persik pada saat Korea sedang dalam keadaan perang akibat serbuan bangsa asing, menandakan para bangsawan mengekspresikan keteguhan dan prinsip mereka lewat karakter sagunja.[5]

Referensi

  1. ↑ Mullany, Francis (2006). Symbolism in Korean ink brush painting. Global Oriental. hlm. 325.
  2. ↑ (Inggris) The Four Gracious Plants[pranala nonaktif permanen], yoosfamily. Diakses pada 5 Juni 2011.
  3. ↑ (Inggris) Noble plants, human virtue, joongangdaily. Diakses pada 5 Juni 2011.
  4. ↑ (Inggris) Chang, Bal (1964). "Yi Dynasty Paintings/Academicians Vs. Gentlemen Painters". Korea Journal. 4 (3): 4–12.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 An Illustrated Guide to Korean Culture - 233 traditional key words. Seoul: Hakgojae Publishing Co. 2002. hlm. 399-400. ISBN 89-8546-98-1. ;
Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Buchae

yang hidup sederhana. Sehari-harinya mereka memakai kipas yang dilukis sagunja atau kaligrafi. Di periode ini, warga memberi kipas sebagai hadiah untuk

Kaligrafi Korea

Kaligrafi di Korea

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026