SMA Negeri (SMAN) 9 Bandung, merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sama dengan SMA pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SMAN 9 Bandung ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas X sampai Kelas XII. Didirikan pada tahun 1957.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| SMA Negeri 9 Bandung | |
|---|---|
| Informasi | |
| Didirikan | 1957 |
| Jenis | Negeri |
| Akreditasi | A |
| Kepala Sekolah | Agus Hasan Sadzili, S.Pd. |
| Ketua Komite | Letkol Adm. Ade Prihanto, S.Sos., MM. |
| Jumlah kelas | 33 Kelas |
| Jurusan atau peminatan | IPA dan IPS |
| Rentang kelas | X, XI, XII Rumpun Alam, XII Rumpun Sosial |
| Kurikulum | Kurikulum Merdeka |
| Jumlah siswa | ±1184 siswa |
| Alamat | |
| Lokasi | Jl. LMU. Suparmin 1A Pajajaran, Bandung, Jawa Barat, Indonesia |
| Tel./Faks. | Telp : (022) 6123806 FAX : (022) 6004299 |
| Situs web | www.sman9bdg.sch.id |
| Surel | info@sman9bdg.sch.id |
| Lain-lain | |
| Lulusan | IKA SMA Negeri 9 Bandung |
| Moto | |
| Moto | Sembilan Istimewa, Salapan Rancagé |
SMA Negeri (SMAN) 9 Bandung, merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Provinsi Jawa Barat, Indonesia.[1] Sama dengan SMA pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SMAN 9 Bandung ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas X sampai Kelas XII. Didirikan pada tahun 1957.
Pada tahun 2013, sekolah ini menggunakan Kurikulum 2013. Sekarang sekolah ini menggunakan Kurikulum Merdeka. SMA Negeri 9 Bandung juga terkenal menjadi salah satu sekolah yang menghasilkan banyak pemain basket professional dan banyak di sebut sebagai salah satu "Sekolah Basket" terbaik di Kota Bandung.
Sejak tahun 2013 sekolah ini bertaraf Sekolah Standar Nasional.
Sekitar tahun 1957 berdiri SMA Negeri VI C Bandung yang berlokasi di Jalan Belitung No. 8 dipimpin oleh M. Sibarani. Waktu belajarnya dilaksanakan pada siang hari. Pada tahun 1966 SMA VI C Bandung pindah ke Jalan Pasirkaliki 51 menempati gedung bekas sekolah Cina yang ditinggalkan karena adanya G 30 S PKI. Pada tahun 1967 terjadi penggantian kepala sekolah oleh Kantor Inspeksi Daerah SMA Departemen P dan K Jawa Barat dari M. Sibarani kepada Drs. Ahmad Hamid. Setelah serah terima jabatan, terjadi perbedaan pendapat di antara para siswa SMA VI C karena ada sebagian siswa yang mendukung Drs. Sabarani tetap sebagai kepala sekolah, sebagian lagi siswa mendukung Drs. Ahmad Hamid sebagai kepala sekolah. Akibatnya, terjadi dua kubu siswa yang saling mendukung kedua kepala sekolah tersebut. Akhirnya Pihak kantor P dan K memutuskan SMA VI C menjadi dua yaitu SMA Negeri VI Jalan Pasirkaliki dipimpin oleh M. Sabarani dan SMA VI Jalan Belitung 8 dipimpin oleh Drs. Ahmad Hamid. Tanggal 12 April 1967 Direktur SMA Negeri VI Jalan Belitung No. 8 diserahterimakan dari Drs. Ahmad Hamid kepada Sulaeman Tjakrawiguna, S.H. Pada tahun 1969 SMA Negeri VI Jalan Belitung No. 8 diganti menjadi SMA Negeri 8/ 22. Delapan menunjukan jalan Belitung No. 8, sedangkan 22 menunjukan nomor register sekolah. Pada tanggal 29 Januari 1972 terjadi serah terima jabatan kepala SMA Negeri 8/22 dari Sulaeman Tjakrawiguna, S.H. kepada Drs. Endang Jarkasih karena Sulaeman Tjakrawiguna, S.H. beralih tugas menjadi Anggota DPR RI. Tidak lama pada tanggal 15 Mei 1972 terjadi lagi serah terima jabatan kepala SMA Negeri 8/22 dari Drs. Endang Jarkasih kepada Drs. Adit Rosadi. Pada tanggal 23 Maret 1975 terbentuk BP3 SMA Negeri Jalan Belitung 8/ 22 Bandung. Pada tanggal 10 Oktober 1975 berdasarkan SK kanwil P dan K No.2553/A/1975 SMA Negeri 8/22 diganti menjadi SMA Negeri IX Bandung . Selanjutnya pada tanggal 9 Desember 1975 dibentuk Koperasi Mekar Sembilan (KMS). Pada tanggal 22 Desember 1975 dilaksanakan serah terima jabatan Kepala SMA IX Bandung dari Drs . Adit Rosadi kepada Drs. Saleh Yusupadi yang sebelumnya menjabat Kepala SMA IX Margahayu dan selanjutnya berubah menjadi SMA Negeri Margahayu Bandung. Pada tanggal 10 Oktober 1977, Drs. Saleh Yusupadi mendapat tugas rangkap sebagai kepala SMU Negeri 5 Bandung. Pada tahun 1978 terjadi serah terima jabatan kepala SMA Negeri IX Bandung dari Drs. Saleh Yusupadi kepada Rd. Hj. Oetjoe R. Pada tahun 1982 Kepala SMA Negeri IX diganti oleh Drs. M. Yunus. Kemudian, tahun 1983 kepala sekolah diganti lagi oleh Drs. H. Sap'an Sumarja Putra . Pada saat itu ia mengembangkan kesenian tradisional sunda. Pada tahun 1984 SMA Negeri IX yang berlokasi di Jalan Belitung pindah ke Jalan Suparmin No. 1 A Bandung. Pada tahun 1986 Kepala SMA Negeri 9 Bandung diganti oleh Drs. Tatang Hasli Pagih yang mengembangkan tertib administrasi dan tertib kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 9, serta mengawali komputerisasi data . Selanjutnya, tahun 1989 kepala sekolah diganti oleh Drs. A. Riswaya yang mengembangkan sistem komputerisasi . Setelah Drs.A. Riswaya Pensiun pada tahun 1993 SMA Negeri 9 Bandung dijabat sementara oleh Drs. Maman merangkap Kepala SMU Negeri 4. Tidak lama Drs. Maman menjabat karena tahun 1993 itu juga diganti oleh Drs. H. Kusdana. Ia membangun lapangan Olah Raga Gasasanga dan bangunan kelas bertingkat. Pada waktu itu nama SMA berubah menjadi SMU. Selanjutnya, pada tahun 1997 Kepala SMU Negeri 9 Bandung diganti oleh Dra. Hj Hafsah Harun. Ia mengembangkan suasana pertamanan yang indah di lingkungan sekolah dan membangun Mesjid Al-Hidayah. Berikutnya, tahun 2000 Dra. Hj. Hafsah pensiun, SMU Negeri 9 dijabat sementara oleh Kepala Kandep Kota Bandung yaitu Drs. H. Aceng Zenal M.Sc. yang mengembangkan demokratisasi di lingkungan sekolah melalui musyawarah guru dan karyawan. Pada tanggal 11 Januari 2001 Kepala SMU Negeri 9 Bandung diserahterimakan dari Drs. H. Aceng Zenal M.Sc. kepada Drs. Moch. Said Sediohadi yang sebelumnya menjabat Kepala SMU Negeri 23 Bandung. Ia mengadakan perubahan - perubahan yang signifikan di antaranya : tampilan muka depan SMU Negeri 9 , melanjutkan pembangunan Mesjid Al - Hidayah lantai dua, sekolah menjadi satu shif, pagi hari saja, dibentuknya Dewan Sekolah, dan melaksanakan sistem subsidi silang SPP dan DSP kepada siswa berdasarkan tingkat kemampuan orang tua siswa. Pada saat kepemimpinan Drs. Moch. Said Sediohadi tepatnya tahun pelajaran 2000 - 2004, SMU Negeri 9 berhasil meningkat pesat dari peringkat ke-11 jurusan IPA dan ke-10 jurusan IPS menjadi peringkat ke-6 SMU Negeri sekota Bandung baik jurusan IPA maupun jurusan IPS. Di samping itu, SMU Negeri 9 Bandung juga mulai membuka Web Site Internet . Setelah Drs. Said Sediohadi pensiun Kepala SMA Negeri 9 Bandung diserahterimakan kepada Drs. Dayat Hidayat R.S., M.M.Pd. (2004 – 2007). Pada waktu kepemimpinannya dibangun dua ruang kelas baru dan menggiatkan kedisiplinan siswa dan guru. Karena sakit dan pensiun, kepemimpinan SMA Negeri 9 Bandung diserahterimakan kepada Iwan Hermawan, S.Pd. M.M. sebagai Plt. (Pelaksana Teknis). Tahun 2008 s.d. 2012 kepemimpinan SMA Negeri sembilan dijabat oleh Drs. Asep Turniawan , M.M. Pada masa kepemimpinannnya berhasil membangun iklim demokratis, di samping membangun 5 ruang kelas baru dan laboratorium Biologi. Bersama dengan alumni, juga membangun ruang ekstrakurikuler Pramuka. Tahun 2012 Drs. Asep Turniawan M.M. dialihtugaskan menjadi Kepala SMA Negeri 20, dan kepemimpinan SMA Negeri 9 Bandung diserahterimakan kepada Dr. H. Warya Zakarilya, M.Pd. yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 19 Bandung. Selama periode kepemimpinannya (2012 – 2016) beliau melakukan berbagai pengembangan di SMA Negeri 9 Bandung. Pertama yang dilakukan adalah perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Berikutnya adalah membangun Gedung Olahraga Lokasanga agar lapangan dapat digunakan setiap saat. Selain itu, juga membangun toilet baru untuk siswa. Menata taman sekolah menjadi Taman Kreatif, dan bersama alumni membangun ruang ekstrakurikuler pecinta alam Shawaraga. Untuk mendukung pembelajaran yang berbasis teknologi informasi, juga memasang proyektor LCD di setiap kelas. Pada masa kepemimpinannya juga berhasil mengembangkan kelas digital baik dengan menggunakan aplikasi edmodo maupun quipper school, melaksanakan ujian dalam jaringan (UDJ), dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016. Di samping itu, mendapat kepercayaan Direktorat menjadi Sekolah Induk Klaster dan Sekolah Model Implementasi Kurikulum 2013. Berbagai prestasi akademik dan nonakademik siswa juga dapat diraih, serta terbinanya kondusivitas sekolah. Mulai tanggal 15 April 2016 kepemimpinan SMA Negeri 9 Bandung diserahterimakan kepada Drs. Agus Setia Mulyadi. Beliau memulai kepemimpinan di SMAN 9 Bandung. Perubahan-perubahan SMAN 9 Bandung mulai tampak baik sarana prasarana, akademik, dan hubungan dengan instansi lain atau masyarakat diantaranya: 1. melakukan pembangunan ruang kelas baru, Ruang Kepala Sekolah, Ruang Wakil Kepala Sekolah, Ruang Tata Usaha, Lobi, renovasi ruang guru,pembangunan toilet,pengadaan air bersih dengan membangun sumur bor,sehingga tidak kekurangan air,renovasi masjid, Penataan Taman,menambah ruang Lab. Komputer beserta perangkat komputernya untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), 2. implementasi pelaksanaan e – Raport mulai tahun 2018, USBN berbasis android menggunakan Router dari Edubox 3. menjalin kerjasama dengan instansi negeri/swasta ( Bank bjb, ANGKASA PURA, dll) 4. memberikan pelayanan pembelajaran BDR melalui terciptanya TV Streaming SMA Negeri 9 Bandung. 5. dan beberapa penataan lain menuju pencapaian Standar Nasional Pendidikan. Pada bulan Juli 2020, terjadi pergantian Kepala Sekolah di SMA Negeri 9 Bandung yang diserahterimakan oleh Drs. Agus Setia Mulyadi kepada Drs.H. Suparman., M.M.Pd. Pada Tahun 2021, kepemimpinan SMA Negeri 9 Bandung diserahkan kepada Dr.H. Andang Segara, M.M.Pd. yang bekerja melanjutkan meningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 9 Bandung. Kepemimpinan SMAN 9 Bandung dilanjutkan oleh Plt. Toto Suharya, S.Pd, M.Pd yang menjabat selama 6 bulan tahu 2025 dilanjutkan oleh Plt. Yudin Wahyudin, M.Pd selama 3 bulan masih di tahun 2025 dilanjutkan oleh Plt Hamdan Kurnia, M.Hum selama kurang lebih satu bulan sampai akhirnya dittapkan kepala sekolah definitive yaitu Agus Hasan Sadzili, S.Pd yang menjabat menjadi kepala sekolah sampai sekarang tahun 2026. Demikian sejarah SMA Negeri 9 Bandung, tahun demi tahun mendatang kisah ini akan bertambah sesuai dengan perkembangan zaman dan mudah - mudahan prestasi SMA Negeri 9 Bandung akan lebih meningkat ….. Aamiin ( Bandung Januari 2002 , Penyusun Iwan Hermawan S.Pd. M.M. Litbang SMA Negeri 9 Bandung, diedit oleh Eni Sukaeni, M.Pd. Maret 2016, Drs. Deni Cutarna November 2020, Mega Rahayu, M.Pd., Gr 2022, Mega Rahayu, M.Pd., Gr 2026).
Berbagai fasilitas dimiliki SMAN 9 Bandung untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Fasilitas tersebut antara lain:

SMA Negeri 9 memiliki banyak kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya,
Hymne SMAN 9 Bandung
Sinar surya, nan gemerlap Menyentuh bunga yang mekar Intan permata, nan kemilau Menghias tanahku, jiwaku
di sanalah kami berbakti di sanalah kami dibina Tempat bernaung Menuntut ilmu SMA ku tercinta
Tempat bekerja Untukmu nusa SMA Negeri sembilan