SMA Negeri 1 Cililin merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang berada di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sama seperti SMA pada umumnya di Indonesia, masa pendidikan sekolah di SMAN 1 Cililin ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas 9 (IX) sampai Kelas 12 (XII).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. |
| SMA Negeri 1 Cililin | |
|---|---|
| Informasi | |
| Didirikan | 8 Januari 1967 |
| Jenis | Negeri |
| Akreditasi | A |
| Jumlah kelas | 36 Kelas terdiri dari 12 kelas X, 12 kelas XI, dan 12 kelas XII. |
| Jurusan atau peminatan | Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa |
| Rentang kelas | X-XII |
| Kurikulum | Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kurikulum 2013 |
| Alamat | |
| Lokasi | Jalan Radio Dalam Cililin, Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia |
| Situs web | http://sman1cililin.sch.id/ |
| Moto | |
| Moto | Guna Wulang Gapuraning Rahayu |

SMA Negeri 1 Cililin merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang berada di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sama seperti SMA pada umumnya di Indonesia, masa pendidikan sekolah di SMAN 1 Cililin ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas 9 (IX) sampai Kelas 12 (XII).
Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Cililin didirikan pada tanggal 8 Januari 1967. Perintis/pendiri SMAN 1 Cililin adalah tokoh masyarakat Cililin dan sekitarnya, para pejabat pemerintah, masyarakat Kecamatan Cililin, pengurus PGRI Cabang Cililin, disponsori oleh Kesatuan Aksi Pemuda Pelajaran Indonesia ( KAPPI ) komisariat Cililin dan atas persetujuan Kepala Perwakilan Departemen P&K Jawa Barat. Tokoh masyarakat perintis di antaranya bapak H.Safe'i (tokoh masyarakat), bapak Moh.Mansur (tokoh masyarakat), bapak H.O Sukarna (tokoh masyarakat), bapak A. Prawirasapena (ketua PGRI), bapak Komara (Sekum PGRI), bapak D. Adiwireja (penilik), bapak W. Wangsamiharja (tokoh PGRI), bapak H.E. Sumadisastra (tokoh PGRI), bapak CH.Usman (kepala SMPN Cililin), bapak H. Udin (ketua KAP3/ketua PGRI) dan lain-lain. Selain itu semua pejabat pemerintah setempat mendorong dan memberikan rekomendasi untuk berdirinya SMA Negeri Cililin, di antaranya bapak H.Sbarna (camat Cililin), bapak H.A. Bustomi BA (mantri polisi Cililin), bapak Usman (Dansek Cililin), Danramil Cililin, bapak Koko Komarudin (Staf Kec.Cililin) dan bapak H.E. Sahlun (kepala desa Cililin).
Setelah mendapat persetujuan dari Kepala P&K Jawa Barat, untuk sementara sebelum masyarakat membangun gedung/lokasi yang tetap, SMA Negeri Cililin meminjam/menempati Gedung PGRI Cabang Cililin karena bangunan tersebut yang semula dipakai/dipinjam oleh SMPN Cililin kosong, karena SMPN Cililin telah memiliki gedung baru. Kurang lebih 6 tahun Gedung PGRI ditempati SMAN Cililin tanpa biaya sewa sama sekali demi berdirinya SMAN Cililin.
Daftar pimpinan sekolah yang diangkat untuk pertama kalinya yaitu:
Dewan guru yang pertama kali mengajar di SMAN Cililin berstatus honorer (GTT), baik guru yang berasal dari SMAN Cimahi maupun guru-guru yang berasal dari Cililin yang dianggap mampu mengajar di SMA, yaitu Drs. Lili Suriatmana (bahasa Sunda), Drs. Eli (sejarah), Drs. Ponimun (ilmu kimia), Drs. Ilzam (menggambar), Drs. Saras Ahmadi (bahasa Indonesia), Drs. Soleh (geografi), Drs. H. Tatang Iskandar (akuntansi), H. Sobana (ilmu hayat), H. R. Yahya (agama dan bahasa Jerman), H. Habudin K Zaini, SH (tata negara), H. Sahal (bahasa Inggris) dan H. Udin (ilmu pasti/eksak). Sedangkan staf tata usaha yang pertama kali yaitu bapak Lili Suhaeli, bapak Aman, dan bapak Uso (pesuruh sekolah)
Sekolah SMAN Cililin nyaris dibubarkan karena tidak ada perkembangan terutama pembangunan sarana fisik sekolah, maka kantor perwakilan Departemen P&K Jawa Barat memberikan sangsi akan menutup/membubarkan SMA Negeri Cililin pada tahun 1973. Tetapi tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintahan tidak tinggal diam mereka berjuang untuk menghadapi jaksa agung Republik Indonesia yaitu bapak Sugiharto di Jakarta, rombongan yang berangkat membawa misi yang akan disampaikan ke jaksa agung. Dan akhirnya dia menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan komplek radio, dikabarkan bahwa pihak terkait sepakat bahwa komplek radio bekas asrama batalyon 327 akan dihibahkan kepada masyarakat Cililin untuk kepentingan pendidikan atau lokasi SMAN Cililin, pelaksanaan penghibahan akan dilaksanakan pertengan April 1973. Menurut rencana semula peresmian hibah komplek radio ke SMAN Cililin pada pertengahan bulan April 1973, tetapi berdasarkan telegram dari bapak Sugiharto bahwa peresmian dipercepat menjadi tanggal 29 Maret 1973 dan telegram diterima tgl 20 Maret 1973. Secara mendadak kesibukan terjadi baik pemerintah setempat maupun tokoh masyarakat. Sebagai ungkapan rasa gembira dan rasa syukur atas saran dari ketua BP3 berusaha membelikan satu stel seragam lengkap dengan dasi kepada seluruh guru SMAN Cililin yang harus dipakai pada saat peresmian, karena dikabarkan akan dihadiri para petinggi negara, gubernur Jawa Barat, dirut PERUMTEL, Bupati Kabupaten Bandung, kepala perwakilan Departemen P&K Jawa Barat. Pada saat menjelang peresmian bapak H. Safe'i menyarankan membuat tulisan/peribahasa Sunda pada bangunan permanen yang paling barat: "GUNA WULANG GAPURANING RAHAYU" dalam artian:
guna = manfaat, faedah
wulang = ajar, belajar
gapura = pintu utama
rahayu = sejahtera, selamat
Secara harfiah dapat diartikan bahwa belajar sangat bermanfaat untuk menuju sejahtera.