SICPA adalah sebuah perusahaan asal Swiss yang menyediakan tinta keamanan untuk uang kertas dan dokumen sensitif, seperti dokumen identitas, paspor, serta tiket angkutan dan lotere. Menurut Direktorat Anti-Pemalsuan Internasional dari Biro Intelijen Pemalsuan, SICPA memproduksi lebih dari 85% tinta yang digunakan oleh uang kertas di seluruh dunia. Perusahaan ini juga menyediakan teknologi untuk melacak barang yang menjadi objek cukai, seperti alkohol dan tembakau, serta barang yang diatur, seperti produk halal.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini kemungkinan dibuat atau disunting oleh seseorang untuk menerima imbalan atau bayaran tetapi tidak dikemukakan secara terbuka sehingga kemungkinan melanggar kebijakan dan ketentuan penggunaan Wikimedia Foundation. (Oktober 2020) |
Jenis perusahaan | SA |
|---|---|
| Industri | Percetakan |
| Didirikan | 16 Juli 1927 (1927-07-16) |
| Pendiri | Maurice Amon |
| Kantor pusat | , |
| Produk | Tinta keamanan dan teknologi pelacakan |
| Pendapatan | 1 - 1,5 miliar Francs (estimasi)[1] |
Karyawan | Sekitar 3000 |
| Situs web | sicpa |
SICPA (singkatan dari Société Industrielle et Commerciale de Produits Alimentaires) adalah sebuah perusahaan asal Swiss yang menyediakan tinta keamanan untuk uang kertas dan dokumen sensitif,[2] seperti dokumen identitas, paspor, serta tiket angkutan dan lotere. Menurut Direktorat Anti-Pemalsuan Internasional dari Biro Intelijen Pemalsuan, SICPA memproduksi lebih dari 85% tinta yang digunakan oleh uang kertas di seluruh dunia.[3] Perusahaan ini juga menyediakan teknologi untuk melacak barang yang menjadi objek cukai, seperti alkohol dan tembakau, serta barang yang diatur, seperti produk halal.[4]
Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 3.000 orang, dengan kantor dan fasilitas produksinya tersebar di 30 negara di dunia.[5]
Perusahaan ini didirikan pada tahun 1927 oleh Maurice Amon (1880–1959) di Lausanne untuk menjual produk pertanian Swiss, terutama susu dan krim, setelah Amon berhasil menciptakan gemuk pemerahan susu tipe baru.[6] SICPA kemudian beralih menjual tinta untuk mesin pencetak, karena permintaannya meningkat di Lausanne.[7]
Pasca Perang Dunia II, anak Maurice Amon, Albert (1916–2010) dan Salvador (1912–1993) mengarahkan perusahaan ini untuk memproduksi tinta canggih dengan karakteristik yang dapat mencegah pemalsuan.[8] Pada tahun 1948, uang kertas 100 Peseta Spanyol menjadi uang kertas pertama di dunia yang dicetak dengan tinta buatan SICPA.[9]
Pada tahun 1952, SICPA mendirikan sebuah joint venture di Lausanne bersama Gualtiero Giori, seorang spesialis percetakan asal Italia.[9] Pada tahun 1965, Giori juga mendirikan sebuah perusahaan bersama De La Rue, pencetak uang kertas tertua di dunia.[8]
Pada tahun 1982, perusahaan ini mendapat kontrak dari Biro Pengukiran dan Pencetakan Uang Amerika Serikat untuk memasok tinta yang akan dipakai untuk mencetak uang kertas Dolar Amerika Serikat.[10] Pada tahun 1987, uang kertas pertama yang menggunakan tinta OVI yang dapat berubah warna diluncurkan di Thailand.[11] Perusahaan ini juga memasok tinta untuk uang kertas Euro baru pada tahun 2002.[11]
Pada tahun 2002 juga, perusahaan ini mengakuisisi bisnis tinta keamanan dari Flint Ink asal Amerika.[12]
Pabrik SICPA dipindah ke Chavornay pada tahun 1990.[7]
Pada tahun 1996, perusahaan ini melakukan restrukturisasi, karena investasinya di Australia gagal.[13] Sebagai hasilnya, dua bank asal Swiss, yakni Société de banque suisse (SBS) dan Banque cantonale vaudoise (BCV), mengambil alih sejumlah saham perusahaan ini. Sementara Albert Amon pensiun, sedangkan anaknya, Philippe dan Maurice menjadi anggota dewan direksi.[13]
Pada tahun 2001, SICPA berekspansi ke bisnis otentikasi dan pelacakan dengan meluncurkan Divisi Keamanan Produk, yang menawarkan produk anti-pemalsuan[7] dan meningkatkan kolektibilitas pajak dari produk seperti tembakau,[14] alkohol,[15] dan ganja medis.[16]
Pada tahun 2004, perusahaan ini meneken kontrak pelacakan pertamanya dengan pemerintah Malaysia.[17] Perusahaan ini juga meneken kontrak pelacakan tembakau di California (2005)[18] dan Massachusetts (2010),[17] Brazil (2007 dan 2010 untuk bir dan tembakau),[19] Turki (2007),[17] Maroko (2010)[20] dan Kenya (2013).[21][22]
SICPA juga pernah memiliki unit produksi tinta kemasan, namun akhirnya dijual ke Siegwerk asal Jerman pada tahun 2005.[23][24] Pembelian tersebut pun menjadikan Siegwerk sebagai produsen tinta kemasan terbesar kedua di dunia.[25]
SICPA mengakuisisi unit produksi dari Olivetti I-Jet pada tahun 2014, setelah setahun sebelumnya mengakuisisi unit riset dan pengembangannya.[26] Perusahaan ini juga eksis di Ekuador.[27] Pada tahun 2014 juga, SICPA mengakuisisi Cabot Security Materials Inc., asal Albuquerque, New Mexico.[28]
Karena ganja menjadi legal di sejumlah negara bagian di Amerika untuk digunakan sebagai pengobatan, SICPA pun memperkenalkan program pelacakan ganjanya ke Amerika Serikat, terutama California.[29]
SICPA tidak memublikasikan data perusahaannya (jumlah karyawan, kantor, dan lokasi fasilitas) secara publik. Namun, omzet perusahaan ini diperkirakan mencapai $750 juta pada tahun 2003.[30] Pegawainya diperkirakan meningkat dari hanya 1.100 orang menjadi 3.000 orang antara tahun 2007 dan 2013,[7] karena perusahaan ini melakukan sejumlah akuisisi. Sebanyak 400 orang pegawai di antaranya bekerja di kantor pusat perusahaan ini di Prilly. Sebagai hasil dari rotasi internal dari dua unit bisnis pelacakan, diperkirakan 100 orang pegawai telah diberhentikan sejak tahun 2014.[31] Sebuah "rencana reorganisasi" juga membuat 150 orang pegawai diberhentikan pada tahun 2017.[32]
Mulai tahun 2000 hingga 2003, Jean Daloglou menjabat sebagai CEO perusahaan ini.[30] Mulai tahun 2003 hingga 2005, Jan Secher menjabat sebagai CEO perusahaan ini.[33] SICPA kini dimiliki dan dikelola oleh Philippe Amon.[34][35]
Bisnis perusahaan ini dibagi menjadi tiga segmen utama, yakni:
Tiap tahun, sekitar 76 miliar produk ditandai dengan tinta buatan SICPA.[2]
SICPA rutin diperbincangkan oleh pers dan politikus, baik karena praktik korupsi (Brazil,[37] Kenya[38] dan Maroko[39]) atau karena praktik lobi (Prancis[40] dan Ekuador[41]), tetapi SICPA belum pernah dìvonis bersalah atas tuduhan apapun.