SİCCÎN 1 adalah film horor supernatural asal Turki yang menjadi bagian pertama dari seri film dengan judul yang sama. Kata "SİCCÎN" berasal dari istilah Arab Sijjin, yang dalam film ini disebutkan oleh seorang ulama saat menyampaikan khotbah kepada jamaahnya. Dalam konteks tersebut, istilah Sijjin dijelaskan sebagai bagian dari kepercayaan spiritual yang berkaitan dengan alam gaib dan hukuman bagi jiwa-jiwa yang terkutuk.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
SİCCÎN 1 adalah film horor supernatural asal Turki yang menjadi bagian pertama dari seri film dengan judul yang sama. Kata "SİCCÎN" berasal dari istilah Arab Sijjin, yang dalam film ini disebutkan oleh seorang ulama saat menyampaikan khotbah kepada jamaahnya.[1] Dalam konteks tersebut, istilah Sijjin dijelaskan sebagai bagian dari kepercayaan spiritual yang berkaitan dengan alam gaib dan hukuman bagi jiwa-jiwa yang terkutuk.
Film ini disutradarai oleh Alper Mestçi dan diproduksi oleh Muhtesem Film. Mengusung genre horor keluarga, SİCCÎN 1 memiliki durasi 96 menit dan dirilis pada 16 September 2014. Kesuksesan film ini melahirkan enam sekuel yang dirilis secara berurutan dari tahun 2015 hingga 2019.
Kisah SİCCÎN 1 berpusat pada Aznur, seorang perempuan yang jatuh cinta kepada sepupunya sendiri, Kudret. Meskipun cintanya tidak berbalas, Aznur tetap berusaha mendekati Kudret, bahkan hingga berkonsultasi dengan seorang dukun bernama Insan. Dalam ritual pemanggilan jin, dukun tersebut memperingatkan bahwa Kudret akan membawa malapetaka bagi Aznur dan menyarankan agar ia menjauhinya.
Dua belas tahun kemudian, Aznur tetap menjalin hubungan dengan Kudret hingga akhirnya hamil. Kudret menolak bertanggung jawab, menyebabkan pertengkaran yang berujung pada keguguran. Kudret kemudian memutuskan hubungan secara sepihak. Sementara itu, Kudret telah menikah dengan Nisa dan memiliki seorang putri tunanetra bernama Ceyda. Nisa hidup dalam keluarga yang penuh kasih, merawat ibunya yang lumpuh total.
Merasa dikhianati dan ditolak, Aznur kembali menemui dukun Insan dan meminta bantuan untuk merebut Kudret, bahkan jika harus mengorbankan nyawa Nisa. Dukun tersebut menyarankan penggunaan santet "mantra babi", sebuah ilmu hitam yang sangat kuat dan kejam, dengan memanfaatkan jin dari suku Azhar yang dikenal membenci umat Islam. Untuk melancarkan santet, diperlukan sampel DNA dari korban. Aznur pun mengumpulkan rambut, air liur, dan pembalut bekas dari rumah Nisa, yang ia yakini milik Nisa.
Ritual pun dilakukan, dan sejak saat itu, Nisa mengalami berbagai kejadian supranatural yang mengerikan. Kudret awalnya tidak percaya, tetapi setelah ibunya meninggal secara tragis, ia mulai mengalami gangguan serupa dan meminta bantuan seorang ustaz. Ustaz menyatakan bahwa Nisa telah dirasuki jin dan mencoba melakukan rukiah.
Sementara itu, Aznur juga mulai mengalami teror gaib. Ia melihat penampakan mendiang suaminya, Ali Ismail, yang menyalahkannya atas kematiannya akibat perselingkuhan Aznur dengan Kudret. Ia juga dihantui oleh sosok menyeramkan yang menyerupai Nisa. Ketika Aznur menghubungi dukun, ia diberi jaminan bahwa hanya Nisa dan kerabat sedarahnya yang akan menjadi korban.
Namun, terungkap bahwa Aznur telah keliru dalam mengambil sampel DNA. Pembalut yang ia gunakan ternyata milik Ceyda, bukan Nisa. Akibatnya, santet justru mengenai Ceyda dan seluruh kerabat sedarahnya, termasuk Aznur sendiri, Kudret, Nisa, dan nenek Ceyda. Aznur akhirnya meninggal secara tragis, dan Nisa yang kerasukan menyerang Kudret sebelum akhirnya ditenangkan oleh ustaz.
Film ini kemudian diadaptasi ke dalam versi Indonesia dengan judul Sijjin, yang diproduksi oleh Rapi Films dan disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu. Versi Indonesia dijadwalkan tayang pada 9 November 2023 dan dibintangi oleh Anggika Bolsterli, Ibrahim Risyad, Niken Anjani, dan Delia Husein.[2][3] Adaptasi ini mengusung tema serupa dengan latar budaya lokal, menggabungkan unsur mistik Indonesia dengan narasi horor keluarga yang intens.
Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor muda berbakat, termasuk Anggika Bolsterli, selebgram Ibrahim Risyad, Niken Anjani, dan Delia Husein.Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Sijjin merupakan garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu dan penulis skenario Lele Laila.Pemeliharaan CS1: Status URL (link)