Ruth Jebet adalah seorang atlet lari jarak jauh dan spesialis lari halang-rintang kelahiran Kenya yang bertanding secara internasional untuk Bahrain. Dia pernah menjadi pemegang rekor dunia dan peraih medali emas Olimpiade 2016 dalam nomor lari halang-rintang 3000 meter, keduanya diraih sebelum ia berusia 20 tahun. Pada tahun 2018 ia diskors karena dinyatakan positif menggunakan EPO.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jebet di Olimpiade 2016 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Informasi pribadi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Kewarganegaraan | Bahrain | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Lahir | 17 November 1996 Kenya | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tinggi | 162 cm (5 ft 4 in) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Berat | 51 kg (112 pon) (112 pon) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Olahraga | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Olahraga | Atletik | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Lomba | Lari halang-rintang | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Prestasi dan gelar | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Peringkat pribadi terbaik |
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Rekam medali
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Ruth Jebet (lahir 17 November 1996) adalah seorang atlet lari jarak jauh dan spesialis lari halang-rintang kelahiran Kenya yang bertanding secara internasional untuk Bahrain. Dia pernah menjadi pemegang rekor dunia dan peraih medali emas Olimpiade 2016 dalam nomor lari halang-rintang 3000 meter, keduanya diraih sebelum ia berusia 20 tahun. Pada tahun 2018 ia diskors karena dinyatakan positif menggunakan EPO.
Jebet mendapat kesempatan untuk berlari untuk Bahrain pada usia enam belas tahun, mengubah negara yang diwakilinya pada Februari 2013. Pada bulan April, ia memenangkan nomor 3000 dan 5000 meter pada kejuaraan sekolah menengah Kenya.[1]
Remaja itu tampil menonjol dalam debutnya untuk Bahrain, finis kedua dalam lari halang-rintang 3000 meter di belakang atlet Olimpiade Maroko, Salima El Ouali Alami, pada Kejuaraan Atletik Arab 2013.[2] Catatan waktunya, 9:52,47 menit, merupakan rekor nasional Bahrain untuk nomor tersebut. Ia memperbaiki rekornya sendiri pada Juli di Kejuaraan Atletik Asia 2013, di mana ia merebut posisi terdepan sejak awal dan tidak pernah melepaskannya. Ia mengalahkan pelari favorit dan juara Asian Games Sudha Singh dengan selisih lebih dari lima belas detik, dan catatan waktunya 9:40,84 menit menjadi rekor kejuaraan baru.[3][4] Waktu tersebut menempatkannya sebagai pelari lari halang rintang terbaik di Asia pada tahun tersebut.[5]
Pada tahun 2014, saat masih berusia 17 tahun, ia memenangkan Kejuaraan Dunia Junior mengungguli dua pelari Kenya lainnya. Pada bulan yang sama di Weltklasse Zurich menghadapi kompetitor yang berusia lebih tua, ia mencetak rekor benua Asia dengan 9:20,55, hanya terpaut 0,13 detik dari rekor dunia junior (menempatkannya di peringkat ke-31 sepanjang masa).
Pada Olimpiade Musim Panas 2016, ia menjadi atlet Bahrain pertama yang memenangkan medali emas Olimpiade dengan memenangkan nomor lari halang rintang 3000 m dalam waktu 8:59,75, menjadikannya pelari tercepat kedua sepanjang masa dalam nomor tersebut.[6][7] Ia menyelesaikan lomba lebih awal dari Hyvin Jepkemoi dari Kenya, yang mencatat waktu 9:07,12 untuk meraih perak, dan Emma Coburn dari Amerika Serikat, yang mencatat 9:07,63 untuk meraih perunggu.
Pada 27 Agustus 2016, di seri Paris, IAAF Diamond League 2016, Jebet memecahkan rekor dunia lari halang rintang 3000 meter dengan catatan 8:52,78, lebih dari enam detik lebih cepat dari rekor sebelumnya.[8][9]
Pada Maret 2018, Jebet terseret skandal tes doping setelah dinyatakan positif menggunakan r-EPO (eritropoietin rekombinan), obat peningkat performa yang meningkatkan stamina dengan memproduksi lebih banyak sel darah merah. Agennya saat itu, Marc Corstjens, membantah mengetahui hal tersebut.[10] Jebet memberi tahu Athletics Integrity Unit (AIU) bahwa ia tidak mengonsumsi zat itu secara sengaja, tetapi setelah penyelidikan dua tahun, dalam sebuah pengadilan disipliner pada Maret 2020 memutuskan hal sebaliknya, menjatuhkan skors empat tahun yang dimulai pada 18 Februari 2018, serta membatalkan seluruh hasil perlombaannya dari 1 Desember 2017 hingga 4 Februari 2018.[11] Putusan tersebut tidak memengaruhi medali emas Olimpiade 2016 karena diraih sebelum ia dinyatakan positif, juga tidak memengaruhi pemecahan rekor dunia pada tahun 2016.[12]
Jebet menjadi sosok kontroversial di Kenya karena pindah untuk mewakili Bahrain, menyinggung banyak warga Kenya yang menuduhnya tidak loyal. Berlari untuk Bahrain memberinya keuntungan finansial yang jauh lebih besar ketimbang jika ia tetap mewakili Kenya. Dilaporkan bahwa ia menerima 500.000 USD (sekitar 52 juta shilling Kenya) dari pemerintah Bahrain sebagai penghargaan atas medali emas Olimpiadenya. Sebagai perbandingan, David Rudisha — pemegang rekor dunia dan peraih dua medali emas Olimpiade pada nomor 800 meter — hanya menerima sekitar 1 juta shilling Kenya, atau sekitar 10.000 USD, ketika mewakili Kenya.[13]
| Penghargaan dan prestasi | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Gulnara Samitova-Galkina |
Lari halang-rintang 3000 m Pemegang Rekor Dunia 27 Agustus 2016 – 20 Juli 2018 |
Diteruskan oleh: Beatrice Chepkoech |