Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin adalah sebuah rumah sakit vertikal Milik Kementerian Kesehatan RI yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat. Rumah sakit ini merupakan salah satu badan layanan umum (BLU) kesehatan dan sebelumnya berbentuk perusahaan jawatan (Perjan). Sebelumnya rumah sakit ini bernama Rumah Sakit Rancabadak. Nama tersebut masih sering digunakan oleh masyarakat Bandung dan sempat tampak dalam logo lamanya yang berupa gambar badak yang sedang berendam di ranca. Saat ini Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung dipimpin oleh seorang direktur utama yaitu dr. H. Rachim Dinata Marsidi, SpB., FINAC., M.Kes
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin | |
|---|---|
| Kementerian Kesehatan Republik Indonesia | |
Koordinat: Lihat peta diperbesar
Koordinat: Lihat peta diperkecil | |
| Geografi | |
| Lokasi | Jl. Pasteur No. 38, Bandung, Jawa Barat, Indonesia |
| Organisasi | |
| Asuransi kesehatan | BPJS Kesehatan |
| Pendanaan | Rumah sakit publik |
| Jenis | Rumah sakit umum Rumah sakit pendidikan |
| Afiliasi | Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Universitas Padjadjaran |
| Pelayanan | |
| Standar pelayanan |
|
| Ranjang pasien | 928 tempat tidur |
| Sejarah | |
| Dibuka | Oktober 15, 1923 (1923-10-15) |
Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin adalah sebuah rumah sakit vertikal Milik Kementerian Kesehatan RI yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat. Rumah sakit ini merupakan salah satu badan layanan umum (BLU) kesehatan dan sebelumnya berbentuk perusahaan jawatan (Perjan).[1] Sebelumnya rumah sakit ini bernama Rumah Sakit Rancabadak. Nama tersebut masih sering digunakan oleh masyarakat Bandung dan sempat tampak dalam logo lamanya yang berupa gambar badak yang sedang berendam di ranca (rawa dalam bahasa Sunda). Saat ini Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung dipimpin oleh seorang direktur utama yaitu dr. H. Rachim Dinata Marsidi, SpB., FINAC., M.Kes
RS Hasan Sadikin dibangun pada masa penjajahan Belanda sejak tahun 1920 namun baru diresmikan tanggal 15 Oktober 1923. Namanya saat itu adalah Het Algemeene Bandoengche Ziekenhuis, dan kemudian diubah pada tahun 1927 menjadi Gemeente Ziekenhuis Juliana. Kapasitas RS waktu itu baru 300 tempat tidur.
Pada zaman penjajahan Jepang, RS ini berubah fungsinya menjadi RS Militer Jepang dengan nama Rigukun Byoin sampai kemerdekaan RI tahun 1945. Walaupun saat itu Indonesia sudah merdeka, RS ini masih dikuasai oleh Belanda, dan sampai tahun 1948 fungsinya menjadi RS Militer Belanda. Baru pada tahun 1948, RS Rancabadak kembali digunakan untuk umum atau sudah menjadi milik RI di bawah naungan Kota Praja Bandung. Ketika itu pimpinannya masih orang Belanda, W.J. Van Thiel yang menjabat sampai 1949. Setelah itu, baru dipimpin oleh orang Indonesia, yaitu dr. H.R. Paryono Suriodipuro, sebagai direktur pertama dari Indonesia.
Tahun 1954, menteri kesehatan menetapkan RS ini menjadi RS Provinsi dengan status langsung di bawah Departemen Kesehatan. Tahun 1956 ditetapkan menjadi RS Umum Pusat dengan kapasitas tempat tidur 600 pasien.
Nama Hasan Sadikin berasal dari salah satu mantan direktur rumah sakit, yaitu dr. Hasan Sadikin. Untuk mengenang jasa-jasanya sebagai dokter yang penuh dedikasi dan telah turut berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan RI, pemerintah pada tanggal 8 Oktober 1967 menetapkan namanya sebagai nama baru rumah sakit ini.[2] Selain penghormatan, namanya diabadikan dengan pertimbangan unsur kedaerahan karena Hasan Sadikin disebut sebagai "orang Sunda" pertama yang menduduki jabatan Direktur Rumah Sakit Rantja Badak.[3]
RSHS berstatus sebagai rumah sakit umum pusat (RSUP) dan telah memiliki gedung berstandar internasional serta telah menjadi rumah sakit rujukan di wilayah Jawa Barat.[4] Rumah sakit ini juga menjadi rumah sakit tempat praktik bagi para mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dan beberapa sekolah keperawatan.[5]