Rumah Sakit Umum Pusat Makassar adalah rumah sakit pemerintah milik Kementerian Kesehatan yang terletak di Makassar, Indonesia dan diresmikan oleh presiden Joko Widodo pada 6 September 2024. Pembangunan rumah sakit yang terdiri dari empat tower dengan tinggi masing-masing 12 lantai ini menelan biaya Rp1,56 triliun untuk pembangunannya, dengan tambahan alat kesehatannya sendiri yang sudah berjalan Rp360 miliar dan akan berjalan menjadi Rp520 miliar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Rumah Sakit Umum Pusat Makassar | |
|---|---|
| Kementerian Kesehatan Republik Indonesia | |
Koordinat: 5°8′25.29373″S 119°24′4.37944″E / 5.1403593694°S 119.4012165111°E / -5.1403593694; 119.4012165111Lihat peta diperbesar Koordinat: 5°8′25.29373″S 119°24′4.37944″E / 5.1403593694°S 119.4012165111°E / -5.1403593694; 119.4012165111Lihat peta diperkecil | |
| Geografi | |
| Lokasi | Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia |
| Organisasi | |
| Asuransi kesehatan | BPJS Kesehatan |
| Pendanaan | Rumah sakit publik dikelola Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan |
| Jenis | Rumah sakit umum |
| Pelayanan | |
| Ranjang pasien | 920 tempat tidur |
| Sejarah | |
| Dibuka | September 6, 2024 (2024-09-06) |
| Pranala luar | |
| SIRS Kemenkes | 7371453 |
Rumah Sakit Umum Pusat Makassar (disingkat RSUP Makassar) adalah rumah sakit pemerintah milik Kementerian Kesehatan yang terletak di Makassar, Indonesia dan diresmikan oleh presiden Joko Widodo pada 6 September 2024. Pembangunan rumah sakit yang terdiri dari empat tower dengan tinggi masing-masing 12 lantai ini menelan biaya Rp1,56 triliun untuk pembangunannya, dengan tambahan alat kesehatannya sendiri yang sudah berjalan Rp360 miliar dan akan berjalan menjadi Rp520 miliar.
Dengan kapasitas 920 tempat tidur dan peralatan canggih seperti Cathlab (lab katerisasi), MRI, hingga CT Scan, Presiden menegaskan bahwa RS Kemenkes Makassar akan menjadi hub rumah sakit untuk wilayah timur Indonesia dan mengurangi kebutuhan warga untuk berobat ke luar negeri, seperti Malaysia atau Singapura.[1]
Sarana dan prasarana serta alat kesehatan di RS Kemenkes Makassar ini tidak kalah dengan fasilitas kesehatan yang ada di luar negeri. Masyarakat, khususnya di wilayah timur Indonesia, bisa memaksimalkan layanan RS itu sebagai pusat pelayanan rujukan bertaraf internasional. [2]