Rumah Sakit Umum Catharina 1914 adalah salah satu rumah sakit umum swasta yang berada di Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Rumah sakit ini dahulunya berada di bawah kepemilikan perusahaan perkebunan Belanda-Amerika yang bernama Hollandsch-Amerikaansche Plantage Maatschappij (HAPM). Pada masa kepemilikan HAPM rumah sakit ini bernama Catharina Hospitaal yang diambil dari nama salah satu dokter pertama yang bertugas di rumah sakit tersebut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Rumah Sakit Umum Catharina 1914 | |
|---|---|
| PT Kartini Sentra Medika | |
Koordinat: 2°58′26.20902″N 99°36′26.84934″E / 2.9739469500°N 99.6074581500°E / 2.9739469500; 99.6074581500Lihat peta diperbesar Koordinat: 2°58′26.20902″N 99°36′26.84934″E / 2.9739469500°N 99.6074581500°E / 2.9739469500; 99.6074581500Lihat peta diperkecil | |
| Geografi | |
| Lokasi | Jalan Syech Silau No. 52 Lk. V, Sei Renggas, Kota Kisaran Barat, Asahan, Sumatera Utara, Indonesia |
| Organisasi | |
| Jenis | D |
| Pelayanan | |
| Unit Gawat Darurat | 24 jam |
| Ranjang pasien | 53 tempat tidur |
| Sejarah | |
| Dibuka | 1920 |
| Pranala luar | |
| Situs web | www.rsuik.com |
| SIRS Kemenkes | 1208020 |
Rumah Sakit Umum Catharina 1914 (sebelumnya bernama Rumah Sakit Umum Ibu Kartini) adalah salah satu rumah sakit umum swasta yang berada di Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Rumah sakit ini dahulunya berada di bawah kepemilikan perusahaan perkebunan Belanda-Amerika yang bernama Hollandsch-Amerikaansche Plantage Maatschappij (HAPM). Pada masa kepemilikan HAPM rumah sakit ini bernama Catharina Hospitaal yang diambil dari nama salah satu dokter pertama yang bertugas di rumah sakit tersebut.
Tercatat dalam sejarahnya, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Dirk Fock pernah berkunjung ke Rumah Sakit Catharina pada tahun 1925.[1]
Dalam perjalanan sejarahnya yang tidak terlepas dari nasib perusahaan perkebunan HAPM yang pernah dinasionalisasi pada tahun 1960-an menjadi PN Karet XVI, kemudian berganti nama menjadi PT Uniroyal Rubber Sumatera Plantations, kemudian menjadi PT United Sumatera Plantations (USP), beralih kepemilikan menjadi PT Bakrie Sumatera Plantations hingga sampai akhirnya tahun 2015 rumah sakit ini berpisah manajemen dengan perusahan perkebunan dan dikukuhkan menjadi RSU Ibu Kartini oleh PT Kartini Sentra Medika.