Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiRumah Oei
Artikel Wikipedia

Rumah Oei

Rumah Oei merupakan bangunan bersejarah bergaya Tionghoa yang terletak di Jalan Jatigoro, Karangturi, Lasem, Jawa Tengah. Bangunan ini merupakan rumah keluarga dari marga Oei yang dibangun pada awal abad ke-19 dan kini difungsikan sebagai museum, kafe, penginapan, serta ruang seni dan budaya yang mencerminkan akulturasi budaya Tionghoa–Jawa di pesisir utara Jawa.

Wikipedia article
Diperbarui 31 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Rumah Oei
Rumah Oei Lasem

Rumah Oei merupakan bangunan bersejarah bergaya Tionghoa yang terletak di Jalan Jatigoro, Karangturi, Lasem, Jawa Tengah. Bangunan ini merupakan rumah keluarga dari marga Oei yang dibangun pada awal abad ke-19 dan kini difungsikan sebagai museum, kafe, penginapan, serta ruang seni dan budaya yang mencerminkan akulturasi budaya Tionghoa–Jawa di pesisir utara Jawa. [1]

Sejarah

Rumah Oei didirikan pada tahun 1818 oleh Oei Am, seorang perantau asal provinsi Fujian, Tiongkok, yang datang ke pesisir Lasem pada usia sekitar 15 tahun dan memutuskan menetap di daerah tersebut. Ia kemudian menikahi seorang perempuan lokal bernama Tjioe Nio, yang dikenal pandai menari dan membatik, dan bersama istrinya membangun rumah keluarga itu.[2]

Setelah Oei Am wafat, rumah ini diwariskan kepada keturunannya. Generasi berikutnya termasuk putra sulungnya Oei Thian Ho, yang menjadi pedagang lokal, dan cucunya Oei Joe King, yang memiliki usaha cikar (kereta kuda), sehingga rumah itu juga dikenal sebagai koplak (terminal kuda) pada masanya. Kepemilikan rumah ini berpindah ke generasi berikutnya, termasuk Oei Gwat Ie, yang bersama keluarganya terlibat dalam usaha batik, dan selanjutnya ke Oei Tiong Djioe, tokoh peranakan Tionghoa yang aktif dalam komunitas dan sejarah lokal. [3]

Pada pertengahan abad ke-20, rumah ini sempat ditinggalkan oleh keluarga karena berbagai perubahan sosial dan ekonomi. Mulai tahun 2016, bangunan ini mengalami renovasi untuk dijadikan museum keluarga dan rumah heritage peranakan Tionghoa yang terbuka untuk umum, sekaligus sebagai pusat edukasi tentang sejarah Lasem serta budaya Tionghoa–Jawa.

Arsitektur

Rumah Oei memiliki gaya arsitektur yang mencerminkan perpaduan antara tradisi Tionghoa dan nuansa lokal Jawa, dengan struktur bangunan yang masih mempertahankan banyak elemen aslinya. Bangunan ini terdiri dari gerbang besar yang dihiasi tulisan Mandarin, atap bergaya tradisional, dan ruang-ruang yang merefleksikan fungsi rumah besar keturunan Tionghoa pada masa itu. Beberapa perabot asli seperti meja sembahyang dan lemari papan arwah masih tersimpan di dalam rumah sebagai bagian dari koleksi sejarah keluarga.

Saat ini, Rumah Oei tidak hanya berfungsi sebagai museum, tetapi juga sebagai tempat kafe dengan suasana santai di bawah pohon mangga besar di halaman depan, serta menyediakan fasilitas penginapan sederhana di bagian belakang. Selain itu, rumah ini menjadi lokasi pelestarian budaya, termasuk pertunjukan seni tradisional dan kegiatan komunitas.[4]

Referensi

  1. ↑ "Rumah Oei, Bangunan Cina Kuno Berusia 200 Tahun di Lasem". Tempo. 30 Juli 2018 | 19.15 WIB. Diakses tanggal 2026-01-26.
  2. ↑ ID, Brisik. "Rumah Oei Lasem, Bak Berada di Negeri Tirai Bambu". Brisik.id. Diakses tanggal 2026-01-31.
  3. ↑ Galikano, Silvia (2018-02-25). "Untuk Lasem, Roemah Oei Buka Gerbangnya". Silvia Galikano (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-31.
  4. ↑ Kompasiana.com (2025-06-28). "Rumah Oei, Kawasan Heritage yang Patut Dikunjungi". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2026-01-31.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Arsitektur
  3. Referensi

Artikel Terkait

Museum Oei Hong Djien

museum di Indonesia

Karawaci, Tangerang

kecamatan di Kota Tangerang, Banten

Eka Tjipta Widjaja

Pengusaha Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026