Rumah Betang, merupakan sebuah rumah adat tradisional suku dayak yang terletak Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, provinsi Kalimantan Timur.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Rumah Betang, merupakan sebuah rumah adat tradisional suku dayak yang terletak Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, provinsi Kalimantan Timur .[1]
Memiliki struktur bangunan yang khas dan unik, memiliki bentuk yang memanjang ke belakan maupun kesamping, dengan tinggi bangunan kurang lebih 3 meter, lebar 10 meter dan panjang 20 meter, semua material bangunan terbuat dari kayu ulin, bangunan tersebut tetap di pertahankan penduduk setempat karena merupakan bangunan tradisional dari suku Dayak sendiri. Rumah betang merupakan replika dari rumah adat suku Dayak yang dibangun kembali sebagai tempat destinasi wisata di desa pasir panjang.[1]
Keunikan lain dari Rumah Betang terletak pada bentuk bangunannya yang memanjang ke belakang dan sedikit miring, menyerupai rumah panggung. Juru pelihara, Wajah, menjelaskan bahwa bentuk khas rumah adat suku Dayak ini memiliki alasan tersendiri. Seperti halnya lumbung padi yang dibuat tinggi untuk menghindari serangan binatang buas, Rumah Betang juga dibangun sebagai rumah panggung. Pada malam hari, tangga di bagian depan akan diangkat dan disimpan di atas agar binatang buas tidak dapat masuk. Selain itu, Rumah Betang tidak memiliki sekat antar ruang sehingga penghuninya hidup bersama dalam satu kesatuan. Hal ini menjaga kedekatan hubungan serta memperkuat solidaritas antar keluarga. Rumah Betang di Desa Pasir Panjang juga dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul bagi masyarakat suku Dayak untuk mengadakan pertemuan, melaksanakan kegiatan adat, serta menyambut para wisatawan yang datang berkunjung.[2]
Tradisi leluhur yang diwariskan secara turun-temurun masih dipegang teguh oleh masyarakat setempat dan terus dilestarikan hingga kini. Sekitar 3.000 orang dari suku Dayak menetap di kawasan tersebut. Meskipun demikian, para pengunjung yang datang akan disambut dengan ramah. Mereka juga berkesempatan menikmati kekayaan adat dan budaya khas masyarakat Dayak, mulai dari pelaksanaan upacara adat, pertunjukan kesenian, hingga berbagai tarian tradisional yang masih rutin digelar oleh masyarakat Pasir Panjang. Selain itu, keberadaan rumah betang di wilayah ini menjadi bukti keaslian hunian tradisional yang tetap terjaga.[3]